Bupati Bener Meriah Mengundurkan Diri Karena Lima Ruas Tulang Belakangnya Bermasalah

Bupati Bener Meriah, Tgk Sarkawi, memilih mundur dari jabatannya/RMOLAceh

Tgk Sarkawi menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Bupati Bener Meriah, Aceh. Kabar ini disampaikan Sarkawi sebelum pelaksanaan shalat Idul Fitri, di Lapangan Masjid Agung Babussalam, Bener Meriah, Minggu (24/5).

Sarkawi mengungkapkan penyakit di tulang belakang menjadi alasannya untuk mundur. “Ada lima ruas tulang belakang yang sedang bermasalah. Paling berat ada tiga ruas,” jelas Sarkawi, dikutip Kantor Berita RMOLAceh.

Penyakit ini telah dideritanya bertahun-tahun lalu, saat dia menjadi santri di sebuah pondok pesantren di Jawa Tengah. Saat itu, kata Sarkawi, dia terjatuh dari pohon yang tingginya 12 meter.

Sarkawi mengaku mencoba berbagai bentuk pengobatan, di dalam dan luar negeri. Namun tak kunjung mendapat kesembuhan. Alhasil, kinerjanya sebagai kepala daerah pun mulai terganggu.

Keputusan pengunduran diri ini diambil setelah bermusyawarah dengan keluarga, orang tua, dan meminta izin serta nasihat dari Pelaksana tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. Menurutnya, keluarga dan orang tua sudah sangat memahami kondisi yang dialaminya.

Surat pengunduran diri resmi akan disampaikan Sarkawi kepada Menteri Dalam Negeri, Gubernur Aceh dan DPRK Bener Meriah. Sebelum proses itu selesai dan disetujui, Sarkawi tetap menjalankan kewajiban sebagai Bupati Bener Meriah.

Sarkawi juga memohon doa dari seluruh masyarakat Bener Meriah untuk kesembuhannya. Dia juga meminta maaf bila dalam kepemimpinannya sebagai wakil bupati dan sebagai bupati banyak hal yang belum terpenuhi.

Untuk diketahui, Sarkawi memenangkan Pemilihan Kepala Daerah Bener Meriah pada 2017. Saat itu, dia menjadi wakil bupati berpasangan dengan Ahmadi. Ahmadi lantas ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi atas tuduhan korupsi dan divonis bersalah. Sejak itulah Sarkawi menjabat sebagai bupati.

Di sisi lain, Ketua DPRK Bener Meriah, Mohd Saleh, berharap Sarkawi mempertimbangkan kembali keputusan itu.

“Sebagai lembaga legislatif, kami tentu saja berharap bupati mempertimbangkan kembali apa yang beliau sampaikan,” ujar Saleh.

Namun, kata Saleh, apabila keputusan ini sudah bulat, karena kesehatan sebagai pertimbangan utama, Saleh mendukung penuh rencana tersebut.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Singgung Politik Bebas Aktif, Jimly Asshiddiqie: Indonesia Tidak Perlu Musuhi China-AS
Politik

Singgung Politik Bebas Aktif..

31 Oktober 2020 12:16
Jimly Asshiddiqie: Jadi Rebutan, Indonesia Harus Bersiap Hadapi Perang Dunia III Di Laut China Selatan
Politik

Jimly Asshiddiqie: Jadi Rebu..

31 Oktober 2020 10:59
Immanuel Ebenezer: Saat Ini Bukan Kabinet Kerja Tapi Kabinet Party
Politik

Immanuel Ebenezer: Saat Ini ..

31 Oktober 2020 10:35
Maulid Nabi, Sandiaga Uno Harap Santri Jadi Lokomotif Pembangunan Bangsa
Politik

Maulid Nabi, Sandiaga Uno Ha..

31 Oktober 2020 10:32
Lawatan Menlu AS Temui GP Ansor, Adhie Massardi: Dia Geliatkan Lagi Sel Anti-Komunis Ansor Yang Terhipnotis
Politik

Lawatan Menlu AS Temui GP An..

31 Oktober 2020 10:05
DPP Demokrat: Tidak Bijak Mempertanyakan Sumbangsih Kaum Milenial
Politik

DPP Demokrat: Tidak Bijak Me..

31 Oktober 2020 09:50
Ujang Komarudin: Prestasi Kaum Milenial Bukan Untuk Dipertanyakan, Tapi Dihargai
Politik

Ujang Komarudin: Prestasi Ka..

31 Oktober 2020 08:59
PKS: Pernyataan Megawati Kurang Tepat, Milenial Yang Ikut Demo Karena Cinta Negeri
Politik

PKS: Pernyataan Megawati Kur..

31 Oktober 2020 07:59