KPU Pastikan Tidak Ada DPT Pemilu 2014 Yang Diretas Atau Bocor

Komisioner KPU, Viryan Aziz, pastikan tidak ada data pemilih Pemilu 2014 yang bocor/Net

Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan data Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2014 tidak diretas oleh pihak manapun.

Hal itu ditegaskan Komisioner KPU RI, Viryan Aziz, melalui keterangan pers yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Senin (25/5).

Diterangkan Viryan Azi, KPU telah menelusuri dan melakukan pengecekan data yang diunggah akun Twitter @underthebreach. Akun ini mengklaim telah melakukan peretasan ke database KPU, juga mengklaim memiliki data 200 juta pemilih.
 
Klaim-klaim tersebut ditunjukkan akun tersebut lewat sebuah gambar DPT Pemilu 2014 di DI Yogyakarta. Namun, semua itu dibantah KPU.

"KPU memastikan tidak terjadi kebocoran/hacking/peretasan terhadap data DPT Pemilu 2014 yang berada dalam penguasaan KPU. Saat ini, kondisi data DPT Pemilu 2014 di KPU RI dalam keadaan baik dan aman," tegas Komisioner KPU, Viryan Aziz.

Terkait data yang ditampilkan oleh akun Twitter @underthebreach, Viryan Aziz mengatakan bahwa itu adalah data lama (November 2013) dengan format pdf.

Format data pdf, menurut Viryan Aziz, sama dengan yang diberikan kepada pihak eksternal (stakeholder) dengan mekanisme berita acara dan tanda tangan surat pernyataan resmi. Surat pernyataan ini pun di dalamnya menyatakan bahwa penerima akan menjaga kerahasiaan data DPT, dan hanya untuk kepentingan pemilu.

Karena itu, KPU berkomitmen untuk melindungi data pribadi, sebagaimana tertuang dalam Peraturan KPU Nomor 11 Tahun 2018 tentang Penyusunan Daftar Pemilih di Dalam Negeri dalam Penyelenggaraan Pemilihan Umum.

"KPU tidak pernah memberikan data secara utuh kepada pihak eksternal selama penyelenggaraan Pemilu 2019. Data diberikan dengan mengganti beberapa digit NIK dan NKK dengan tanda bintang," imbuh Viryan Aziz.  

Meski begitu, Viryan Aziz mengaku akan tetap memproses upaya penyalahgunaan data pemilih tersebut secara hukum. Meskipun data tersebut tidak didapatkan langsung dari KPU.

"Saat ini KPU sudah berkoordinasi ke Cyber Crime Mabes Polri, BSSN, dan Kemkominfo untuk mengetahui secara pasti bagaimana data pemilih Pemilu 2014 tersebut diperoleh dan bagaimana mencegah penyalahgunaan data tersebut," demikian Viryan Aziz.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Berstatus Tersangka, Jack Boyd Lapian Jalani Pemeriksaan Perdana Di Bareskrim

Jumat, 03 Juli 2020
Video

Agak Sulit ya Ternyata Bekerja Dengan Baik dan Benar

Minggu, 05 Juli 2020
Video

New Normal New Ideas

Minggu, 05 Juli 2020

Artikel Lainnya

Kembali Kumpulkan Menteri, Jokowi: Work From Home Kok Kayak Cuti
Politik

Kembali Kumpulkan Menteri, J..

10 Juli 2020 00:19
Meski Sudah Dibenarkan DPP, DPC PDIP Tangerang Selatan Masih Bungkam Soal Koalisi Bersama Partai Gerindra
Politik

Meski Sudah Dibenarkan DPP, ..

09 Juli 2020 23:38
IMRI Gelar Aksi Di Depan Istana Negara, Tuntut Kasus Sarang Burung Walet Dilanjutkan
Politik

IMRI Gelar Aksi Di Depan Ist..

09 Juli 2020 23:05
Wakorbid Golkar Sumut: Tidak Memilih Ijeck Berarti Mengingkari Instruksi Airlangga Hartarto
Politik

Wakorbid Golkar Sumut: Tidak..

09 Juli 2020 22:50
Didampingi Prabowo, Presiden Jokowi Tinjau Reklamasi Pulau Pisau
Politik

Didampingi Prabowo, Presiden..

09 Juli 2020 22:37
Kemarahan Jokowi, Dramaturgi Politik Tutupi Kegagalannya Memimpin
Politik

Kemarahan Jokowi, Dramaturgi..

09 Juli 2020 22:25
Jokowi Kembali Keluhkan Kinerja Anak Buahnya, Pengamat: Artinya, Menterinya Enggak Ngapa-ngapain
Politik

Jokowi Kembali Keluhkan Kine..

09 Juli 2020 22:06
Menteri Edhy Ajak Masyarakat Budidaya Udang Dengan Konsep Tambak Milenial
Politik

Menteri Edhy Ajak Masyarakat..

09 Juli 2020 21:57