Sukses Ungkap 821 Kilogram Sabu, Polri Dapat Acungan Jempol Politikus PDIP

Anggota Komisi III DPR RI, Trimedya Panjaitan, puji kerja keras Polri dalam memberantas narkoba di tanah air/Net

Kerja kepolisian membongkar jaringan narkoba jenis sabu senilai triliunan rupiah diapresiasi banyak pihak. Berkat kerja keras kepolisian, ada banyak masyarakat Indonesia yang terselamatkan dari jeratan narkoba.

Menurut anggota Komisi III DPR, Trimedya Panjaitan, 821 kilogram sabu yang didapat dari bandar besar jaringan internasional tersebut telah menyelamatkan anak bangsa. Komisi hukum DPR RI terus mendukung tindakan-tindakan kepolisian dalam mengungkap jaringan besar barang haram itu yang hendak diselundupkan ke tanah air.

“Temuan segitu sangat besar yang disampaikan dalam rilis Kabareskrim dan kalau kita lihat diduga nilainya 410 T (triliun), kan itu besar sekali. Bisa dibilang setara dengan uang yang disiapkan oleh pemerintah untuk menghadapi corona ini," kata Trimedya, dalam keterangannya, Senin (25/5).

Trimedya yang terbilang lama duduk di Komisi Hukum parlemen ini mendorong agar penegakan hukum terhadap pelaku harus tegas. Ia meminta, proses hukum hingga pemusnahan barang bukti juga dikawal ketata.

“Kita harus kawal penegakan hukumannya. Nah, barang bukti yang diterima itu jangan sampai ada yang tidak dimusnahkan. Karena kalau klaimnya Polri 410 T, kan enggak main-main itu," ujar politikus PDI Perjuangan (PDIP) itu.

Menurut Trimedya, pengungkapan jaringan pengedar sabu asal Timur Tengah ini tidak boleh berhenti dengan penangkapan dua tersangka. Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Badan Reserse Kriminal Mabes Polri yang memimpin operasi mesti mencari otak di belakang jaringan tersebut.

“Polri harus bisa mengungkap juga jaringan orang Pakistan dan Yaman ini, agak surprise ini Timur Tengah jaringannya," tutur Trimedya.

Dia menambahkan, "Patut kita acungi jempol tim yang bertugas itu, dan Kapolri perlu mempertimbangkan memberikan reward kepada mereka itu. Tentu tidak sedikit waktu tenaga bahkan mungkin juga biaya yang dikeluarkan untuk mengungkap itu.”

Sebelumnya, pengungkapan kasus narkoba jaringan Timur Tengah tersebut disampaikan langsung oleh Kabareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo. Penangkapan sekaligus penggerebekan sendiri dilaukan pada Jumat malam (22/5).

Kedua tersangka ditangkap di ruko di Jalan Takari, Taktakan, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Provinsi Banten. Kasus itu sendiri telah diselidiki sejak Desember 2019.

"Mereka mencoba menyamarkan sabu-sabu tersebut dengan buah asam kranji. Pelaku yang kami amankan inisial BA dari Pakistan dan AS dari Yaman," ujar Kabareskrim Listyo Sigit dalam konferensi pers, Sabtu kemarin (23/5).
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Berstatus Tersangka, Jack Boyd Lapian Jalani Pemeriksaan Perdana Di Bareskrim

Jumat, 03 Juli 2020
Video

Agak Sulit ya Ternyata Bekerja Dengan Baik dan Benar

Minggu, 05 Juli 2020
Video

New Normal New Ideas

Minggu, 05 Juli 2020

Artikel Lainnya

Kembali Kumpulkan Menteri, Jokowi: Work From Home Kok Kayak Cuti
Politik

Kembali Kumpulkan Menteri, J..

10 Juli 2020 00:19
Meski Sudah Dibenarkan DPP, DPC PDIP Tangerang Selatan Masih Bungkam Soal Koalisi Bersama Partai Gerindra
Politik

Meski Sudah Dibenarkan DPP, ..

09 Juli 2020 23:38
IMRI Gelar Aksi Di Depan Istana Negara, Tuntut Kasus Sarang Burung Walet Dilanjutkan
Politik

IMRI Gelar Aksi Di Depan Ist..

09 Juli 2020 23:05
Wakorbid Golkar Sumut: Tidak Memilih Ijeck Berarti Mengingkari Instruksi Airlangga Hartarto
Politik

Wakorbid Golkar Sumut: Tidak..

09 Juli 2020 22:50
Didampingi Prabowo, Presiden Jokowi Tinjau Reklamasi Pulau Pisau
Politik

Didampingi Prabowo, Presiden..

09 Juli 2020 22:37
Kemarahan Jokowi, Dramaturgi Politik Tutupi Kegagalannya Memimpin
Politik

Kemarahan Jokowi, Dramaturgi..

09 Juli 2020 22:25
Jokowi Kembali Keluhkan Kinerja Anak Buahnya, Pengamat: Artinya, Menterinya Enggak Ngapa-ngapain
Politik

Jokowi Kembali Keluhkan Kine..

09 Juli 2020 22:06
Menteri Edhy Ajak Masyarakat Budidaya Udang Dengan Konsep Tambak Milenial
Politik

Menteri Edhy Ajak Masyarakat..

09 Juli 2020 21:57