Masyarakat Arus Bawah Minta Jokowi Dan Rizal Ramli Islah

Presiden Joko Widodo (kanan) dan ekonom Rizal Ramli/Ist

Dua tokoh nasional Presiden Joko Widodo dan ekonom DR. Rizal Ramli diminta untuk menyatukan kembali kekuatan mereka demi menghadapi berbagai tantangan yang ada di depan mata.

Permintaan agar Jokowi dan Rizal Ramli “islah” mengalir dari arus bawah.

Tokoh senior Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dari Ambon, Maluku, Nehemia Lawalata, misalnya, dalam keterangannya baru-baru ini mengatakan bahwa Jokowi membutuhkan sosok seperti Rizal Ramli yang dalam berbagai kesempatan terbukti dapat membawa negara keluar dari krisis perekonomian.

Rizal Ramli pernah menjadi Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog), Menko Perekonomian, dan Menteri Keuangan, di era Abdurrahman Wahid. Sebelum itu, ia adalah penasehat ekonomi Fraksi ABRI di DPR dan MPR RI. Rizal juga pernah menjadi anggota Panel Ahli PBB. Ia juga kerap diundang pemerintahan negara sahabat untuk memberikan saran mengenai jalan pembangunan.

Di sisi lain, sebut Nehemia Lawalata, pemerintah sudah sepatutnya realistis dan menyadari bahwa perekonomian nasional ambruk akibat kesalahan kelompok pendukung neoliberalisme di dalam kabinet yang diwakili Sri Mulyani dan pandemi Covid-19.

Dalam situasi sulit ini, menurut Nehemia Lawalata, seperti diberitakan media, Rizal Ramli dapat diberi kepercayaan untuk menduduki semacam posisi menteri utama atau perdana menteri.

“Kita inginkan RR bersedia masuk kabinet  sebagai PM atau Menteri Utama demi keselamatan bangsa dan negara,” ujar Nehemia Lawalata.

Rizal Ramli pernah membantu Jokowi dalam periode pertama pemerintahannya. Ketika itu dia dipercaya menjadi Menko Maritim dan Sumber Daya. Dalam posisi ini Rizal juga mencatat sejumlah prestasi.

Setelah tidak menjabat sebagai menteri, hubungan Jokowi dan Rizal Ramli tetap terjalin baik. Dengan gayanya yang khas, Rizal kerap memberikan masukan kepada pemerintah dalam berbagai isu. Dalam beberapa waktu belakangan ini, berbagai saran Rizal Ramli itu pun diikuti pemerintah.  

Hal lain yang disampaikan Nehemia Lawalata adalah potensi dan kemungkinan gangguan keamanan, instabilitas, hingga separatisme di masa depan. Bila pemulihan ekonomi tidak berjalan efektif dan wabah Covid-19 tidak bisa dibasmi atau setidaknya diredam penyebarannya, maka kelompok yang kecewa cenderung ingin memisahkan diri dari NKRI mendapat amunisi untuk melancarkan aksi mereka.

Nehemia Lawalata mengingatkan, sebagai seorang individu, Rizal Ramli memiliki latar belakang sosial yang komplit. Rizal Ramli memiliki hubungan baik dan erat dengan dua organisasi masyarakat Muslim terbesar di Indonesia, NU dan Muhammadiyah, juga memiliki basis dukungan yang tidak kecil di bagian timur Indonesia.

Kolom Komentar


Video

Negara yang Ditakuti Yahudi di Timur Tengah Cuman Dua, Iran dan Turki

Rabu, 16 September 2020
Video

Orang Yahudi Bikin Terowongan untuk Beribadah di Bawah Masjid Al-Aqsa

Rabu, 16 September 2020

Artikel Lainnya

Sembari Menunggu Vaksin Jadi, Kemampuan Preventif Harus Digencarkan
Politik

Sembari Menunggu Vaksin Jadi..

18 September 2020 12:45
Fadli Zon: Pak Mahfud, Apa Tidak Lebih Tepat Kita Sandang Cukongkrasi?
Politik

Fadli Zon: Pak Mahfud, Apa T..

18 September 2020 12:28
Gagal Lolos Pilkada Bandarlampung, Ike Edwin Ajak Pendukungnya Pilih Rycko-Jos
Politik

Gagal Lolos Pilkada Bandarla..

18 September 2020 11:48
Kemenko Polhukam Turut Undang Bawaslu Bahas Materi Perppu Pilkada Kedua
Politik

Kemenko Polhukam Turut Undan..

18 September 2020 11:42
Diduga Pidana, Komisi III Minta Bareskrim Ungkap Aktor Intelektual Kebakaran Gedung Kejagung
Politik

Diduga Pidana, Komisi III Mi..

18 September 2020 11:30
Adhie Massardi Lebih Sepakat Kalau Ahok Jadi Menlu, Biar Yang Dimaki-maki Orang Asing Semua
Politik

Adhie Massardi Lebih Sepakat..

18 September 2020 11:27
Kena Prank Ahok Soal Pembubaran Kementerian BUMN, Begini Ungkapan Kekecewaan Relawan Jokowi
Politik

Kena Prank Ahok Soal Pembuba..

18 September 2020 11:19
Azis Syamsuddin: Sengaja Atau Lalai, Usut Tuntas Kebakaran Gedung Kejagung
Politik

Azis Syamsuddin: Sengaja Ata..

18 September 2020 11:17