Pandemik Covid-19 Harus Ditangani Dengan Pemerintahan Yang Baik

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat/Net

Beragamnya kondisi daerah di Indonesia, menuntut pemerintah untuk menjawab ketidakpastian yang dihadapi di masa wabah virus corona baru (Covid-19).

Salah satu hal penting dalam penanganan Covid-19 ialah direspons dengan tata kelola pemerintahan yang baik.

"Tidak ada satu pun model penanganan Covid-19 yang bisa persis diaplikasikan di setiap daerah. Karena itu saya sepakat bila setiap daerah diberi kewenangan untuk menentukan strategi penanganan sesuai karakteristik tantangannya masing-masing," kata Lestari Moerdijat dalam diskusi daring bertema Tata Kelola Penanganan Covid-19 di Indonesia, Rabu (27/5).

Menurut Rerie, pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri, menangani wabah Covid-19 harus kolaborasi dengan pemerintah pusat.

"Tata kelola yang komprehensif membutuhkan koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah," ujar Legislator Partai Nasdem itu.

Narasumber lainnya, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (RK) berbagi pengalaman dalam menangani wabah Covid-19 di wilayahnya.

Menurut RK, dengan jumlah penduduk Jawa Barat lebih dari 50 juta orang dan setara dengan jumlah penduduk Korea Selatan dan besaran anggaran hanya 1 persen dari Korea Selatan, membutuhkan kesabaran dan kreativitas dalam mengendalikan Covid-19.

Cerita Emil -sapaan akrabnya-, pihaknya melakukan lima nilai kepemimpinan dalam menanggulangi Covid-19.

"Pertama kita harus proaktif. Sebelum pemerintah pusat melakukan test Covid-19, kami sudah melakukannya," ujar Emil.

Nilai berikutnya adalah transparan dalam menyajikan data, dasar pengambilan keputusan harus secara ilmiah, inovatif untuk memenuhi kelengkapan peralatan dan kolaboratif atau bekerjasama dengan banyak pihak untuk merealisasikan sejumlah langkah pengendalian Covid-19.

Dalam diskusi itu dimoderatori Luthfy Asyyaukanie, Tenaga Ahli Wakil Ketua MPR RI itu digagas Forum Diskusi Denpasar 12 bersama Dewan Pimpinan Pusat Partai Nasdem Bidang Kebijakan Publik.

Hadir sebagai narasumber dalam diskusi yang dihadiri 100 peserta itu, Ridwan Kamil selaku Gubernur Jawa Barat, Luthfi Mutty selaku Staf Khusus Wakil Ketua MPR RI bidang Penyerapan Aspirasi Masyarakat dan Daerah, Jurnalis Senior Saur Hutabarat dan Mohammad Subuh selaku Tenaga Ahli Menteri Kesehatan bidang Ekonomi Kesehatan.

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

GPK: Demi Kedaulatan Suara Rakyat, Pemerintah Perlu Tunda Pilkada 2020
Politik

GPK: Demi Kedaulatan Suara R..

20 September 2020 18:54
Anis Matta, Dulu Tolak Dinasti Politik Tapi Kini Dukung Anak Dan Menantu Jokowi Di Pilkada
Politik

Anis Matta, Dulu Tolak Dinas..

20 September 2020 18:33
Harusnya Ahok Perbaiki Internal Pertamina, Bukan Malah Menelanjangi Diri Sendiri
Politik

Harusnya Ahok Perbaiki Inter..

20 September 2020 18:16
Singgih Januratmoko: Empat Pilar MPR, Landasan Kehidupan Bermasyarakat
Politik

Singgih Januratmoko: Empat P..

20 September 2020 17:58
Sandiaga Uno Jadi Dewan Pembina Tim Pemenangan Menantu Jokowi, Pengamat: Timbal Balik Politik Pasti Ada
Politik

Sandiaga Uno Jadi Dewan Pemb..

20 September 2020 17:32
Jazuli Juwaini Kukuhkan Satgas Covid-19 Serang Dan Gelar Rapid Test Gratis
Politik

Jazuli Juwaini Kukuhkan Satg..

20 September 2020 16:52
Rocky Gerung: Indonesia Kehilangan Postur Internasional Sejak Kepemimpinan Presiden Jokowi
Politik

Rocky Gerung: Indonesia Kehi..

20 September 2020 16:34
Penularan Covid-19 Sudah Darurat, PBNU Minta Pilkada Ditunda
Politik

Penularan Covid-19 Sudah Dar..

20 September 2020 15:52