Ketum PWI Minta Media Terus Berperan Positif Saat Corona Dan Tetap Jaga Daya Kritis

Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Atal S. Depari/Net

RMOL. Kerja-kerja penanganan virus corona baru atau Covid-19 yang dilakukan pemerintah diharap bisa dipublikasikan dalam bentuk pemberitaan yang baik.

Termasuk untuk tidak menanggalkan daya kritis media dengan maksud mengoreksi pelaksanaan kebijakan pemerintah, khususnya terkait penanganan virus asal Wuhan, China ini.

"Media juga memberitakan inisiatif-inisiatif yang positif yang dilakukan masyarakat tanpa mengabaikan koreksi dan kritik terhadap penyelenggaran yang kurang baik," ujar Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Atal S. Depari dalam jumpa pers di Gedung Graha BNPB, Jakarta Timur, Jumat (29/5).

Salah satu contoh pemberitaan positif yang bisa disajikan media, menurut Atal adalah terkait peran aktif masyarakat terhadap penanganan Covid-19.

"Masyarakat selama covid luar biasa, mereka membangun suatu sifat gotong royong untuk membantu, ini kita ekspose besar. Apresiasi harus diberikan kepada masyarakat untuk melawan covid," ucapnya.

Peranan media juga harus terus berjalan. Salah satu contohnya adalah peran untuk mengedukasi masyarakat dan juga sosialisasi atas kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.
 
"Peran media melakukan edukasi dan sosialisasi. Dalam pemberitaannya selalu menyampaikan hal yang sangat penting untuk diketahui masyarakat. Agar masyarakat terbebas dari Covid-19," papar Atal S Depari.

"Anda tahu bagaimana agresifnya media memberitakan tentang harus cuci tangan masker, hand sanitizer, segalanya itu sangat agresif," sambungnya.

Selain itu, media juga telah berperan aktif dalam penanganan Covid-19. Salah satunya ialah menggalang dana dengan melibatkan seluruh unsur yang bergerak di bidang media massa.

"Ini dana yang digalang hingga miliaran. Dan dana miliaran digunakan untuk tenaga medis dan masyarakat yang terdampak. Kolaborasi pentahelix sudah jalan secara otomatis dari aspek media," Atal S Depari menambahkan.

Kolom Komentar