Mahfud MD Hanya Ingin Masyarakat Tidak Paranoid, Bukan Anggap Enteng Corona

Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD/Net

Pernyataan Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD membandingkan angka kematian yang diakibatkan infeksi virus corona baru atau Covid-19 dengan kecelakaan lalu lintas (Lalin) mendapat pembelaan.

Pengamat politik dari Saiful Mudjani Research and Consulting (SMRC) Sirojudin Abbas menilai apa yang disampaikan Mahfud MD itu bukan bentuk mempermudah persoalan terkait penanganan Covid-19.

"Pak Mahfud tidak sedang menganggap enteng wabah Covid-19. Kalaupun menyebut perbandingan jumlah korban, hal itu tidak dalam rangka membandingkan dua hal yang berbeda," ujar Sirojudin Abbas saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (29/5).

Justru Sirojudin Abbas menilai, penjelasan Mahfud MD dilakukan secara proporsional atau menyesuaikan dengan respon yang muncul di publik terkait pandemik Covid-19.

"Karena respon dan histeria publik terhadap jumlah kematian akibat kecelakaan lalu lintas berbeda dengan respon dan histeria publik akibat infeksi Covid-19," ungkap akademisi kesejahteraan dan pembangunan sosial lulusan University of Berkeley ini.

Oleh karena itu, Sirojudin Abbas menyimpulkan bahwa pernyataan Mahfud MD adalah pesan untuk masyarakat tidak takut secara berlebihan terhadap virus corona ini. Apalagi mengingat pemerintah dalam waktu dekat akan menerapkan kebijakan The New Normal.

"Dari pernyataan itu Pak Mahfud ingin masyarakat juga lebih proporsional dan realistis melihat jumlah korban. Dengan cara itu, masyarakat diharapkan lebih tenang, tidak paranoid dan tetap bisa melanjutkan hidup," pungkas Sirojudin Abbas. 

Kolom Komentar