Di Mata Politisi, Buya Syafii Maarif Adalah Negarawan Sejati Yang Konsisten Antara Kata Dan Laku

Buya Syafii Maarif/Net

Ahmad Syafii Maarif atau karib disapa Buya Syafii genap menginjak usia 85 tahun pada hari ini, Minggu (31/5).

Sosok Buya Syafii Maarif sebagai guru bangsa sangat melekat bagi semua kalangan. Termasuk kalangan politisi di Indonesia. Gagasan-gagasan otentik tentang agama, sosial, politik, kebangsaan, dan kemanusiaan universal yang dimiliki Buya, patut menjadi tauladan bagi semua anak bangsa.

Politikus PDI Perjuangan, Andreas Pariera memiliki kisah tersendiri tentang Buya Syafii saat kuliah di Jerman pada era 1990-an. Terutama saat Uskup Agung yang bertemu dengannya bercerita tentang sosok Ahmad Syafii Maarif dari Indonesia di forum internasional.

Selain itu, ia juga mengaku kagum dengan sosok pria kelahiran 31 Mei 1935 di Sumpurkudus, Sijunjung, Sumatera Barat itu. Terutama pemikiran inklusif dan keteguhan sikapnya yang konsisten berpihak kepada kemanusiaan dan tidak mudah tergoda kekuasaan.

"Saya lebih senang menyebut dengan guru bangsa, karena dengan pemikiran-pemikirannya lintas kelompok, generasi, dan juga keberpihakannya terhadap kaum yang marginal," ujar Andreas dalam acara peringatan ulang tahun Buya Syafii Maarif ke-85 bertajuk "Mencari Negarawan", Sabtu malam (30/5).

"Hal lain yang sangat saya kagumi lagi dari beliau yaitu 'jaga jarak' terhadap kekuasaan. Beliau berpihak kepada kebenaran, objektivitas dalam persoalan. Itu yang saya ketahui tentang sosok Buya Syafii Maarif. Saya kira patut kita contoh. Beliau tidak mudah diiming-imingi kekuasaan," imbuhnya.

Tak jauh berbeda dengan Sekjen PSI, Raja Juli Antoni. Ia mengaku sangat akrab dengan sosok Buya Syafii. Dia mengaku memiliki kisah tersendiri serta menyaksikan kesederhanaan dan kejujuran Buya Syafii. Hal itu lantaran ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum IRM (Ikatan Remaja Muhammadiyah) saat Buya Syafii menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah.

"Saya menyaksikan secara langsung keanggunan moral seorang Buya Syafii Maarif," kata Antoni.

Menurut Antoni, gagasan kontekstualisasi ajaran Islam dalam konteks Indonesia yang demokratis dan selaras dengan kemanusiaan, menjadi prinsip yang tetap dipegang teguh Buya Syafii hingga saat ini.

"Buya menganjurkan kepada kami anak-anak muda untuk menjadikan Islam keindonesiaan dan kemanusiaan sebagai satu hal yang bersifat integral," ujarnya.

"Bagaimana menjadikan Islam, Indonesia, dan kemanusiaan menjadi satu tarikan napas untuk menjadi bekal anak-anak muda bergerak," tambah Antoni.  
Antoni mengaku saat diamanahkan menjadi Direktur Eksekutif Maarif Institute, lembaga riset yang didirikan Buya Syafii, hingga akhirnya terjun ke kancah politik, dia selalu meminta izin dan doa kepada Buya Syafii. Bahkan, landasan dan cita-cita partai yang dibesarkannya itu selaras dengan apa yang diperjuangkan Maarif Institute.

"Partai yang saya dirikan ini (PSI) sebenarnya meneruskan apa yang saya perjuangkan di Maarif Institute. Ketika Maarif Institute berjuang di area kultural, maka PSI berjuang di area struktural. Pertama mengkampanyekan demokrasi, HAM, kita melawan intoleransi. Kedua, kita memerangi korupsi," beber Antoni.

Sementara itu, di mata politikus PAN, Saleh Partaonan Daulay, Buya Syafii Maarif merupakan pribadi dan sosok negarawan sejati yang luar biasa. Buya Syafii, kata Saleh, layak menjadi panutan bagi semua anak bangsa.

Selain memiliki kisah tersendiri dengan Buya saat menjadi Direktur Program di Maarif Institute, Saleh Daulay melihat keteguhan dan konsistensi gagasan pemikiran inklusif yang selaras dengan tutur kata dan laku Buya Syafii.

Lanjut Saleh, hingga detik ini, sosok Buya Syafii Maarif patut menjadi cerminan bagi semua anak bangsa.

"Apa yang dikatakan oleh Buya Syafii itu konsisten. Buya sering bilang ke kita bahwa 'Harus konsisten antara kata dan laku'. Terus terang saja sangat jarang orang yang seperti Buya di jaman seperti sekarang ini," tuturnya.

"Mungkin butuh waktu puluhan tahun untuk menemukan sosok yang seperti Buya yang kita cintai," demikian Saleh Daulay yang juga mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Negara yang Ditakuti Yahudi di Timur Tengah Cuman Dua, Iran dan Turki

Rabu, 16 September 2020
Video

Orang Yahudi Bikin Terowongan untuk Beribadah di Bawah Masjid Al-Aqsa

Rabu, 16 September 2020

Artikel Lainnya

Sembari Menunggu Vaksin Jadi, Kemampuan Preventif Harus Digencarkan
Politik

Sembari Menunggu Vaksin Jadi..

18 September 2020 12:45
Fadli Zon: Pak Mahfud, Apa Tidak Lebih Tepat Kita Sandang Cukongkrasi?
Politik

Fadli Zon: Pak Mahfud, Apa T..

18 September 2020 12:28
Gagal Lolos Pilkada Bandarlampung, Ike Edwin Ajak Pendukungnya Pilih Rycko-Jos
Politik

Gagal Lolos Pilkada Bandarla..

18 September 2020 11:48
Kemenko Polhukam Turut Undang Bawaslu Bahas Materi Perppu Pilkada Kedua
Politik

Kemenko Polhukam Turut Undan..

18 September 2020 11:42
Diduga Pidana, Komisi III Minta Bareskrim Ungkap Aktor Intelektual Kebakaran Gedung Kejagung
Politik

Diduga Pidana, Komisi III Mi..

18 September 2020 11:30
Adhie Massardi Lebih Sepakat Kalau Ahok Jadi Menlu, Biar Yang Dimaki-maki Orang Asing Semua
Politik

Adhie Massardi Lebih Sepakat..

18 September 2020 11:27
Kena Prank Ahok Soal Pembubaran Kementerian BUMN, Begini Ungkapan Kekecewaan Relawan Jokowi
Politik

Kena Prank Ahok Soal Pembuba..

18 September 2020 11:19
Azis Syamsuddin: Sengaja Atau Lalai, Usut Tuntas Kebakaran Gedung Kejagung
Politik

Azis Syamsuddin: Sengaja Ata..

18 September 2020 11:17