Masyarakat Kritisi Naiknya BPJS, LP3ES: Kesadaran Publik Atas Haknya Menguat

Ilustrasi BPJS Kesehatan/Net

Kenaikan tarif iuran BPJS Kesehatan membuat masyarakat sadar akan hak mereka lantaran banyaknya komentar negatif atas wacana pemerintah tersebut di tengah pandemik Covid-19 ini.

LP3ES melakukan penelitian dengan menggunakan software Astramaya yang dikembangkan oleh Drone Emprit.

Hasilnya, dari sisi narasi muncul beberapa pertanyaan utama masyarakat yang berkisar pada persoalan mengenai inkonsistensi yang terjadi karena sebelumnya MA telah membatalkan kenaikan, “timing” kenaikan tarif yang beriringan dengan pandemi dan dan Kekecewaan publik yang mengharapkan Jokowi untuk tidak mengambil kebijakan seperti ini.

Kemudian dari sisi tagar, tagar yang paling banyak digunakan adalah yang bernada menyerang pemerintah seperti: “Istana Mesin Kapitalis”, “Membebani Rakyat”, “Merakyat Tapi Boong”, “Rezim Paranoid”, “Jokowinomics” dan sebagainya.

Terakhir, dari sisi aktor yang terlibat dalam percakapan ini cukup beragam dari mulai kubu oposisi, masyarakat sipil dan kubu pro pemerintah, beberapa yang paling berpengaruh dan mendapat banyak retweet adalah: media daring, @tengkudzul, @dandhywilaksono, @tsembiring, @aminrais, @prastowo, @teddygusnaidi di mana semuanya adalah akun organik karena sangat sedikitditemukan akun robot yang terlibat dalam perdebatan.

“Secara kesuluruhan dapat disimpulkan bahwa publik melihat jaminan kesehatan sebagai satu hal yang penting untuk mereka, sehingga topik kenaikan tarif BPJS ini tetap mendapat perhatian selama berminggu-minggu bahkan selama satu bulanterakhir. Ini penting dicatat mengingat tidak semua isu publik mendapat perhatian dalam rentang yang begitu lama,” ujar Center for Media and Democracy, LP3ES Wijayanto dalam siaran persnya, Minggu (31/5).

Dalam catatan LP3ES dan Drone Emprit menemukan bahwa tiap isu rata-rata menjadi perbincangan selama 1 minggu bahkan ada yanghanya beberapa hari saja.

“Dari perspektif kewarganegaraan, sebenarnya ini merupakan pertanda positif tentang semakin menguatnya kesadaran publik terkait hak-hak mereka yang merupakan satu pertanda dari adanya satu civic values yang yang penting bagi pematangan demokrasi,” paparnya.

LP3ES mengatakan, adanya sikap kritis masyarakat ini, dapat disimpulkan bahwa konstitusi mengamanatkan, melindungi setiap tumpah darah Indonesia dan penghidupan yang layak bagi setiap warga adalah di antara tujuan didirikannya republik ini.

“Jika pemerintah dapat mengelola isu ini dengan baik danmeresponnya dengan kebijakan yang tepat, maka ia bisa menjadi satu catatanprestasi yang dikenang oleh sejarah dan bermakna untuk mendorongterwujudnya demokrasi substantif yang ditandai dengan telah terpenuhinya hakasasi warga negara,” tutupnya.

Kolom Komentar


Video

Negara yang Ditakuti Yahudi di Timur Tengah Cuman Dua, Iran dan Turki

Rabu, 16 September 2020
Video

Orang Yahudi Bikin Terowongan untuk Beribadah di Bawah Masjid Al-Aqsa

Rabu, 16 September 2020

Artikel Lainnya

Sembari Menunggu Vaksin Jadi, Kemampuan Preventif Harus Digencarkan
Politik

Sembari Menunggu Vaksin Jadi..

18 September 2020 12:45
Fadli Zon: Pak Mahfud, Apa Tidak Lebih Tepat Kita Sandang Cukongkrasi?
Politik

Fadli Zon: Pak Mahfud, Apa T..

18 September 2020 12:28
Gagal Lolos Pilkada Bandarlampung, Ike Edwin Ajak Pendukungnya Pilih Rycko-Jos
Politik

Gagal Lolos Pilkada Bandarla..

18 September 2020 11:48
Kemenko Polhukam Turut Undang Bawaslu Bahas Materi Perppu Pilkada Kedua
Politik

Kemenko Polhukam Turut Undan..

18 September 2020 11:42
Diduga Pidana, Komisi III Minta Bareskrim Ungkap Aktor Intelektual Kebakaran Gedung Kejagung
Politik

Diduga Pidana, Komisi III Mi..

18 September 2020 11:30
Adhie Massardi Lebih Sepakat Kalau Ahok Jadi Menlu, Biar Yang Dimaki-maki Orang Asing Semua
Politik

Adhie Massardi Lebih Sepakat..

18 September 2020 11:27
Kena Prank Ahok Soal Pembubaran Kementerian BUMN, Begini Ungkapan Kekecewaan Relawan Jokowi
Politik

Kena Prank Ahok Soal Pembuba..

18 September 2020 11:19
Azis Syamsuddin: Sengaja Atau Lalai, Usut Tuntas Kebakaran Gedung Kejagung
Politik

Azis Syamsuddin: Sengaja Ata..

18 September 2020 11:17