Kritik Kemarahan Risma, Andi Yusran: Tidak Sepatutnya Pejabat Bersengketa Di Ruang Publik

Risma marah-marah di depan awak media. Ia melontarkan protes pada seorang pejabat karena merasa dsabotase/Repro

Aksi marah-marah Walikota Surabaya Tri Rismaharini di tengah pandemik Virus corona baru (Covid-19) Jumat (29/5) lalu masih mendapat sorotan.

Permasalahan yang bermula dengan tudingan bahwa Pemprov Jatim melakukan sabotase mobil bantuan BNPB seharusnya diselesaikan secara internal tanpa menimbulkan kegaduhan di ruang publik.

Pengamat politik Universitas Nasional, Andi Yusran menilai politisi PDIP itu sedang galau menghadapi Covid-19. Terlebih kota Surabaya merupakan epicentrum baru pandemi C-19, bahkan sebagian pihak ‘meramalkan’ Surabaya bisa menjadi Wuhan-nya Indonesia.

"Kegalauan Risma tersebut idealnya direspons positif oleh semua pihak termasuk pemerintah dan Pemprov Jatim dengan memberikan bantuan ekstra kepada Kota Surabaya. Di luar Jakarta, Surabaya layak mendapat prioritas dalam penanganan Covid-19," demikian kata Andi saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Senin dinihari (1/6).

Meski demikian, dalam menghadapi pandemik Covid-19 seharusnya Risma memberikan pelajaran yang baik pada masyarakat. Kata Doktor Politik Universitas Padjajaran ini, tidaklah patut seorang pejabat melakukan "sengketa" di ruang publik.

"Perilaku elite, pejabat dan aparatur dalam sebuah sistem birokrasi adalah satu kesatuan. Baik buruknya perilaku mereka adalah simbol bagi yang lainnya sehingga tidaklah patut antar pejabat atau aparat ‘bersengketa’ di ruang publik," jelas Andi.

Lebih lanjut Andi melihat kecenderungan pejabat yang melakukan "perang terbuka" antar elite terindikasi hanya sekadar membangun populatitas. Dalam situasi negara menghadapi wabah Covid tindakan Risma tidak bisa dibenarkan.

"Ada indikasi di beberapa kasus ‘perang terbuka’ antar elite, pejabat atau aparatur negara terjadi di ruang publik sekadar mengejar popularitas atau sedang membangun pencitraan," pungkas Andi.

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

GPK: Demi Kedaulatan Suara Rakyat, Pemerintah Perlu Tunda Pilkada 2020
Politik

GPK: Demi Kedaulatan Suara R..

20 September 2020 18:54
Anis Matta, Dulu Tolak Dinasti Politik Tapi Kini Dukung Anak Dan Menantu Jokowi Di Pilkada
Politik

Anis Matta, Dulu Tolak Dinas..

20 September 2020 18:33
Harusnya Ahok Perbaiki Internal Pertamina, Bukan Malah Menelanjangi Diri Sendiri
Politik

Harusnya Ahok Perbaiki Inter..

20 September 2020 18:16
Singgih Januratmoko: Empat Pilar MPR, Landasan Kehidupan Bermasyarakat
Politik

Singgih Januratmoko: Empat P..

20 September 2020 17:58
Sandiaga Uno Jadi Dewan Pembina Tim Pemenangan Menantu Jokowi, Pengamat: Timbal Balik Politik Pasti Ada
Politik

Sandiaga Uno Jadi Dewan Pemb..

20 September 2020 17:32
Jazuli Juwaini Kukuhkan Satgas Covid-19 Serang Dan Gelar Rapid Test Gratis
Politik

Jazuli Juwaini Kukuhkan Satg..

20 September 2020 16:52
Rocky Gerung: Indonesia Kehilangan Postur Internasional Sejak Kepemimpinan Presiden Jokowi
Politik

Rocky Gerung: Indonesia Kehi..

20 September 2020 16:34
Penularan Covid-19 Sudah Darurat, PBNU Minta Pilkada Ditunda
Politik

Penularan Covid-19 Sudah Dar..

20 September 2020 15:52