Kepala Bappenas: New Normal Tidak Rumit, Dan Tidak Perlu Dirumit-rumitkan

Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa/Net

Rencana untuk mengembalikan aktivitas sosial ekonomi masyarakat di tengah pandemi virus corona baru Covid-19 akan berlangsung dalam waktu dekat. Namun, pemerintah menerapkan standar baku yang ketat terkait pelaksanaan tekhnis protokol kesehatan pencegahan penularan virus corona.

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa mengatakan, penerapan protokol kesehatan yang telah diatur oleh pemerintah tidak sesulit seperti yang dipikirkan. Karena menurutnya, apa yang diatur di dalam protokol kesehatan sama dengan yang diterapkan di dalam kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Tidak ada hal yang rumit di dalam beradaptasi dengan kebiasaan-kebiasaan baru dalam kehidupan yang akan datang. Dan kehidupan yang akan datang itu hanya tinggal beberapa pekan, beberapa hari, bahkan untuk beberapa daerah mungkin sudah ada yang mempraktikkannya," ujar Suharso Manoarfa dalam video conference yang ditayangkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covoid-19, Selasa (2/6).

Beberapa protokol kesehatan yang harus dijalankan masyarakat saat new normal antara lain disebutkan oleh Suharso Manoarfa. Diantaranya, menerapkan social distancing atau physical distancing baik di dalam rumah maupun di luar rumah.

Selain itu juga diharuskan menggunakana masker apabila meninggalkan rumah. Kemudian senantiasa mencuci tangan atau setidak-tidaknya hand sanitizer apabila sulit menemukan tempat mencuci tangan.

"Tradisi atau kebiasan baru ini adalah sebuah keniscayaan, sebuah kemestian ketika kita akan beradaptasi dengam kehidupan yang bersama-sama Covid-19," tegas Plt Ketua Umum DPP PPP ini.

Lebih lanjut, mantan anggota DPR ini mengatakan bahwa penerapan protokol kesehatan di era new mormal nantinya juga akan diatur lebih lanjut oleh banyak pihak. Misalnya di perkantoran, di tempat ibadah seperti masjid, gereja vihara dan lain-lain, atau bahkan di pusat perbelanjaan serta pasar.

"Dan masing-masing dari mereka, pihak manajemen, pasti akan memiliki standar bagaimana protokol kesehatan itu diberlakukan di masing-masing. Dan protokol kesehatan yang saya sampaikan seperti ini di setiap tempat kerumunan, atau tempat-tempat ibadah seperti masjid, gereja, vihara itu pasti mempunyai ketentuan-ketentuannya tersendiri," sebutnya.

"Di setiap mal, kemudian di pasar rakyat, kemudian nanti juga di tempat kerja, itu ada kekhasannya sendiri. Jadi tidak ada hal yang baru, tidak ada hal yang perlu dirumit-rumit kan, yang penting kita mau mempersiapkan diri, menjaga diri kita, menjaga keluarga kita tercinta dan orang-orang di sekitar kita," demikian Suharso Manoarfa.

Kolom Komentar


Video

FRONT PAGE | CATATAN KAMI, Dr Ahmad Yani

Jumat, 07 Agustus 2020
Video

RMOL World View | Di Balik Ledakan Lebanon Bersama Duta Besar RI untuk Lebanon, Hajriyanto Y Thohari

Jumat, 07 Agustus 2020

Artikel Lainnya

Pejabat Tinggi Pemprov Ramai-ramai Mundur, Ada Apa?
Politik

Pejabat Tinggi Pemprov Ramai..

11 Agustus 2020 06:04
Pendiri PAN Pertanyakan Jasa Fahri Hamzah Dan Fadli Zon Untuk Negara
Politik

Pendiri PAN Pertanyakan Jasa..

11 Agustus 2020 05:22
Senator Jakarta: Kepala Daerah Jangan Paksakan Diri Terapkan Sekolah Tatap Muka
Politik

Senator Jakarta: Kepala Daer..

11 Agustus 2020 03:58
MPR  Dorong Pemerintah Segera Lakukan Terobosan Meredam Peningkatan Kasus Covid-19
Politik

MPR Dorong Pemerintah Seger..

11 Agustus 2020 03:20
Pengamat: Calon Tunggal Vs Kotak Kosong Terjadi Karena Hilangnya Idealisme Partai
Politik

Pengamat: Calon Tunggal Vs K..

11 Agustus 2020 02:56
AHY-Anies Untuk Pilpres 2024, Benny Harman: Ini Bentuk Kepedulian Rakyat Terhadap Masa Depan Bangsa
Politik

AHY-Anies Untuk Pilpres 2024..

11 Agustus 2020 02:33
Keberhasilan Jokowi Juga Tidak Lepas Dari Pemerintahan SBY
Politik

Keberhasilan Jokowi Juga Tid..

11 Agustus 2020 01:36
Mendagri, Mensos Dan Menkeu Terbitkan SKB Untuk Percepatan Pemutakhiran DTKS
Politik

Mendagri, Mensos Dan Menkeu ..

11 Agustus 2020 01:02