Gugat UU Corona Ke MK, Puluhan Aktivis ProDEM Teriakan Yel-Yel 'Turunkan Jokowi'

Iwan Sumule (kemeja batik membelakangi kamera) memimpin para aktivis ProDEM menyanyikan yel-yel/RMOL

Yel-yel 'Turunkan Jokowi' terdengar keras di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), saat puluhan aktivis ProDemokrasi (ProDEM) menyambangi Gedung MK, Jumat (5/6).

Puluhan aktivis ini datang ke Gedung MK untuk mengajukan permohonan Judicial Review (JR) terhadap UU 2/2020 tentang Penetapan Perppu 1/2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara Dan Stabilitas Sistem Keuangan Untuk Penanganan PandemiK Covid-19 dan/atau Dalam rangka Menghadapi Ancaman Yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan menjadi UU Terhadap UUD 1945.

Sebelumnya, sekitar 50 aktivis ProDEM ini melakukan aksi longmarch dari Jalan Veteran 1, Jakarta Pusat, hingga ke depan Gedung MK Jalan Medan Merdeka Barat.

Saat tiba di Gedung MK, puluhan aktivis ini langsung dihadapi pihak keamanan Gedung MK dan aparat kepolisian.

Mereka semua dilarang masuk lantaran aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di masa Pandemik Covid-19 ini.

Sehingga hanya beberapa perwakilan yang bisa masuk ke dalam Gedung MK, mendampingi tim hukum ProDEM yang akan mengajukan permohonan JR.

Ketua Majelis ProDEM, Iwan Sumule, yang menggunakan kemeja batik memimpin yel-yel sebelum masuk ke Gedung MK.

"Turun, turun, turun Jokowi, turun Jokowi sekarang juga," teriak Iwan sembari mengepalkan tangan ke atas, di hadapan pihak kepolisian yang menghadap puluhan aktivis yang hendak masuk ke Gedung MK, Jumat (5/6).

Teriakan Iwan itu direspons oleh puluhan aktivis yang tidak bisa masuk ke Gedung MK dengan menggunakan masker berwarna hitam bertuliskan "Batalkan UU No 2/2020 Corona".

Para aktivis yang melakukan aksi di depan Gedung MK ini sempat bersitegang dengan aparat kepolisian. Namun kemudia mereda setelah Iwan dan beberapa perwakilan masuk ke dalam Gedung MK untuk memproses pengajuan Judicial Review.

Hingga saat ini, tim hukum ProDEM masih melakukan proses pendaftaran pengajuan Judicial Review UU 2/2020 di MK.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Nadiem Minta Maaf, Berharap Muhammadiyah, NU, dan PGRI Bergabung Program POP

Selasa, 28 Juli 2020
Video

Jokowi: Saya Tidak Tahu Sebabnya Apa, Minggu-minggu Terakhir Ini Masyarakat Khawatir Covid-19

Senin, 03 Agustus 2020

Artikel Lainnya

Antisipasi Jurang Resesi, PKB Desak Jokowi Segera Normalisasi Anggaran Kementan Dan KKP
Politik

Antisipasi Jurang Resesi, PK..

07 Agustus 2020 05:57
Antisipasi Kehilangan Kepercayaan Rakyat, Jokowi Disarankan Segera Tepati Janji Politiknya
Politik

Antisipasi Kehilangan Keperc..

07 Agustus 2020 05:33
Yahya Cholil Staquf Sebut NU Ikut POP Kemendikbud, LP Ma'arif: Kami Tidak Tahu Menahu
Politik

Yahya Cholil Staquf Sebut NU..

07 Agustus 2020 02:18
Bertemu Internal Dengan Fraksi Demokrat, AHY Bahas Situasi Nasional Terkini
Politik

Bertemu Internal Dengan Frak..

07 Agustus 2020 01:09
Jokowi Terbitkan Inpres Pelanggar Protokol Kesehatan, DPR: Sanksi Harus Mendidik Dan Ada Efek Jera
Politik

Jokowi Terbitkan Inpres Pela..

07 Agustus 2020 00:22
KH Yahya Cholil Staquf Sebut NU Tetap Ikut POP Kemendikbud
Politik

KH Yahya Cholil Staquf Sebut..

06 Agustus 2020 23:54
Indef: Minus 5,32 Persen Saat Pandemik Corona Mengkonfirmasi Struktur Ekonomi Era Rezim Jokowi Rapuh
Politik

Indef: Minus 5,32 Persen Saa..

06 Agustus 2020 23:14
Ekonom Prediksi Perekonomian Nasional Akan Membaik Di Kuartal III
Politik

Ekonom Prediksi Perekonomian..

06 Agustus 2020 22:34