Tolak PT 7 Persen, Sekjen Hanura: Ada Hasrat Kekuasaan Hilangkan Filosofi Keadilan

Sekjen Partai Hanura Gede Pasek Suardika/Net

Forum Sekretaris Jenderal Pro Demokrasi mendesak parlemen untuk tidak mengesahkan RUU Pemilu. Pengesahan itu dianggap akan berdampak pada sistem demokrasi Indonesia, termasuk hilangnya jutaan suara pemilih.

Desakan disampaikan Forum Sekjen Pro Demokrasi dalam pertemuan via video conference pada Sabtu malam (6/6). Forum ini terdiri dari para sekjen partai yang tidak lolos parlemen.

Seperti Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso, Sekjen Partai Bulan Bintang Afriansyah Ferry Noor, Sekjen Partai Hanura Gede Pasek Suardika, Sekjen Partai Garuda Abdullah Mansuri, dan Sekjen Partai Perindo Ahmad Rofiq, Sekjen PSI Raja Juli Antoni dan dari PKP Indonesia Verry Surya Hendrawan.

Sekjen Partai Hanura Gede Pasek Suardika mengatakan bahwa ada keinginan faksi tertentu yang ingin menguasai pemerintahan dengan adanya usulan parliamentary threshold di angka 7 persen.

“Filosofi krusial yang hilang dari RUU Pemilu adalah tentang keadilan dan persatuan. Tampak jelas dipertontonkan bahwa hasrat kekuasaan secara terang benderang mengalahkannya,” tegas Gede Pasek kepada wartawan, Minggu (6/6).

Selain itu, adanya ambang batas parlemen di angka 7 persen juga akan memecah belah persatuan bangsa.

“Belum lagi, jelas akan mengancam kenusantaraan kita. Indonesia diatur dan dikuasai oleh warga dari berpenduduk padat,” bebernya.

Karena, lanjut Gede Pasek, perhitungan suara sah adalah jumlah orang yang menjadi pemilih diutamakan yang berdampak pada perwakilan daerah akan  hangus akibat adanya ambang batas parlemen yang cukup tinggi tersebut.

“Dampaknya di daerah yang tidak padat bisa tidak diwakili oleh wakil yang layak karena pemilik suara yang lebih banyak justru bisa gugur oleh mereka yang dapat suara sedikit di daerah itu hanya karena partainya secara nasional digugurkan oleh aturan PT yang tidak masuk akal itu,” tutupnya.

Kolom Komentar


Video

FRONT PAGE | AHY Semakin Aduhai

Kamis, 13 Agustus 2020
Video

TANYA JAWAB CAK ULUNG | Seputar Aksi Menyelamatkan Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2020

Artikel Lainnya

Jokowi Ingin Bajak Momentum Krisis Untuk Lompatan Besar, Syarief Hasan: Semua Bisa Terjadi, Tergantung Kabinet
Politik

Jokowi Ingin Bajak Momentum ..

15 Agustus 2020 04:26
Pihak Polres Bandara Soekarno-Hatta Temui Pimpinan KPK Nawawi Pomolango Usai Tegur Mumtaz Rais
Politik

Pihak Polres Bandara Soekarn..

15 Agustus 2020 03:50
Maman Imanulhaq: HUT Ke 75 Indonesia, Momentum Tunjukkan Jatidiri Bangsa Disiplin
Politik

Maman Imanulhaq: HUT Ke 75 I..

15 Agustus 2020 03:23
Berperan Raih Kemerdekaan Indonesia, Muhammadiyah Minta Tokohnya Digelari Pahlawan Nasional
Politik

Berperan Raih Kemerdekaan In..

15 Agustus 2020 02:51
Sekjen JMSI Bertemu Ketua Forum Kadis Kominfo Bahas Regulasi Perusahaan Pers
Politik

Sekjen JMSI Bertemu Ketua Fo..

15 Agustus 2020 02:24
Jokowi Memastikan Omnibus Law Jadi Instrumen Percepatan Pemulihan Ekonomi
Politik

Jokowi Memastikan Omnibus La..

15 Agustus 2020 01:51
Mumtaz Rais Marah Akibat Ditegur Pimpinan KPK, Garuda Indonesia Ucapkan Terimakasih
Politik

Mumtaz Rais Marah Akibat Dit..

15 Agustus 2020 01:21
Perbandingan Gusdur Dengan Jokowi, Adhie Massardi: Gus Dur Tidak Berhitung 100 Hari Kerja, Tapi Langsung Bertindak
Politik

Perbandingan Gusdur Dengan J..

15 Agustus 2020 00:27