Alvin Lie: Percuma Penumpang Pesawat Kantongi Sertifikat Bebas Covid-19, Kalau…

Pengamat penerbangan yang juga Anggota Ombudsman RI, Alvin Lie/Net

Kabar mencengangkan datang dari Padang, Sumatera Barat, di mana dua penumpang pesawat diketahui positif Covid-19 usai tiba di Bandara Internasional Minangkabau. Padahal kedua penumpang mengantongi surat rapid test non reaktif.

Pengamat penerbangan Alvin Lie menilai apa yang terjadi merupakan sebuah ironi, mengingat peraturan yang diterapkan pemerintah tidak efektif menghalau persebaran virus corona baru atau Covid-19.

Anggota Ombudsman RI ini menilai kepemilikan surat bebas corona setelah swab test dan rapid test sebagai syarat penumpang diperbolehkan terbang merupakan hal yang percuma.

Ini lantaran swab test tersebut membutuhkan waktu 2 hingga 3 hari pasca tes untuk diketahui hasilnya.

“Percuma kalau swab test hasilnya baru diketahui 2 hingga 3 hari kemudian. Sementara calon penumpang tetap beredar usai diambil sampel swab test,” ujarnya kepada redaksi, Senin (8/6).

Selama jeda menunggu hasil tersebut, Alvin Lie menilai ada kemungkinan penumpang atau orang yang dites tertular.

Bisa jadi saat hasil swab test keluar, yang bersangkutan dinyatakan negatif, padahal sebenarnya dia sudah tertular Covid-19 saat menunggu hasil.

“Nah calon penumpang tersebut diijinkan terbang berdasar kondisi beberapa hari sebelumnya. Bukan kondisi pada saat yang bersangkutan akan terbang,” urainya.

“Hasil swab test mengungkap kondisi saat sampel diambil. Bukan kondisi beberapa hari setelah itu,” sambung Alvin Lie.

Dia pun menilai kurang logis memberi durasi atau masa berlaku hasil swab test 7 hari dan hasil rapid test 3 hari. Ini lantaran swab test maupun rapid test hanya memotret kondisi sesaat. Bukan vaksinasi yang memberi kekebalan dan garansi bebas dari Covid-19.

Jika ingin efektif mencegah orang terinfeksi, uji Covid-19 baik swab maupun rapid test harus dilakukan di bandara pada hari keberangkatan.

Usai tes, calon penumpang diisolir agar tidak bertemu dengan siapapun sehingga hasil keluar dan waktunya berangkat.

“Konsekuensinya perlu ada ruang isolasi atau karantina individu di bandara,” tutupnya.

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Wiku Adisasmito: Sumpah Pemuda Harus Jadi Momen Persatuan Lawan Covid-19
Politik

Wiku Adisasmito: Sumpah Pemu..

29 Oktober 2020 23:37
Di Hadapan Pompeo, GP Ansor Bicara Islam Kasih Sayang
Politik

Di Hadapan Pompeo, GP Ansor ..

29 Oktober 2020 22:38
Cakada Mura Diduga Positif Covid-19, MAKI: Tanda Tanya Besar, Kenapa Ditutupi?
Politik

Cakada Mura Diduga Positif C..

29 Oktober 2020 22:25
Milenial Dikritik Mega, FAM-I: Jangan Ciut, Mereka Tak Siap Dengan Perubahan
Politik

Milenial Dikritik Mega, FAM-..

29 Oktober 2020 21:59
Soroti Surat Utang, RR: Prestasi Menkeu
Politik

Soroti Surat Utang, RR: Pres..

29 Oktober 2020 21:33
Ramai Seruan Boikot Produk Prancis, JMI: Umat Jangan Mudah Jadi Alat Bentur
Politik

Ramai Seruan Boikot Produk P..

29 Oktober 2020 20:43
BEM SI: Kontribusi Milenial Banyak, Belum Terlihat Apa Sengaja Tidak Dilihat?
Politik

BEM SI: Kontribusi Milenial ..

29 Oktober 2020 20:22
DPR RI: Duta Besar Prancis Harus Minta Maaf Pada Muslim Indonesia Atas Nama Presiden Macron
Politik

DPR RI: Duta Besar Prancis H..

29 Oktober 2020 20:16