Setuju Dengan Pendapat Prof Jimly, Syamsuddin Haris: Presidential Threshold Harus Ditiadakan

Peneliti senior LIPI, Prof Syamsuddin Haris/RMOL

Dukungan terkait ditiadakannya ambang batas presiden atau presidential threshold (PT) kembali bertambah. Setelah Pakar Hukum Tata Negara Prof Jimly Asshiddiqie, kali ini dukugan datang dari Peneliti Senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Syamsuddin Haris.

Melalui akun Twitter pribadinya, Syamsuddin Haris menilai, adanya ambang batas Presiden justru tidak sesuai dan menjadi anomali dengan sistem presidensial yang dianut oleh negara demokrasi seperti Indonesia.

Menurut Syamsuddin Haris, ketidaksesuaian itu menjadi alasan pentingnya ambang batas dalam pemilihan presiden ditiadakan.

"Prof Jimly. Ambang batas pencalonan presiden harus ditiadakan karena tidak relevan dan merupakan anomali sistem presidensial," ujar Syamsuddin Haris, sambil menautkan tweet Jimly Asshiddiqie pada Jumat (12/6).

Dia mengurai, apabila ambang batas Presiden tetap dipaksakan untuk diberlakukan, maka semestinya tidak lagi menggunakan hasil Pemilu Legislatif (Pileg). Melainkan, berbasis pada jumlah partai politik (Parpol) pengusung.

"Jika dipertahankan, mestinya tidak berbasis hasil Pemilu DPR, tapi berbasis jumlah Parpol pengusung. Saya sudah sampaikan ini saat diminta sebagai ahli oleh MK pada 2019," demikian pendapat Syamsuddin Haris.

Kolom Komentar


Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020
Video

Tamu Al Fateh | Teguh Timur | CEO RMOL | Owner Malik Arslan | Jakarta | Indonesia | Al fateh carpets

Rabu, 23 September 2020

Artikel Lainnya

KKP Diminta Tidak Ragu Cabut Izin Eksportir Benih Lobster Pelanggar Hukum
Politik

KKP Diminta Tidak Ragu Cabut..

24 September 2020 06:37
Istana Merespons Gatot, Sebut Isu PKI Sengaja Didengungkan Jelang 30 September
Politik

Istana Merespons Gatot, Sebu..

24 September 2020 05:51
Pilkada 2020 Tidak Sensitif, Netfid: Nyawa Manusia Tidak Bisa Diganti!
Politik

Pilkada 2020 Tidak Sensitif,..

24 September 2020 05:32
Sudjiwo Tedjo: Mereka Yang Tak Mau Menunda Pilkada Tidak Yakin Kemampuan Pak Luhut?
Politik

Sudjiwo Tedjo: Mereka Yang T..

24 September 2020 04:41
Deklarasi KAMI Karawang Terganjal Izin, Syahganda: Pidato Gatot Sudah Dinanti Di Rengasdengklok
Politik

Deklarasi KAMI Karawang Terg..

24 September 2020 03:57
Fahira Idris: PR Nadiem Adalah Jadikan Mapel Sejarah Sebagai Penguat Pendidikan Karakter
Politik

Fahira Idris: PR Nadiem Adal..

24 September 2020 03:29
Jokowi Perlu Undang NU, Muhammadiyah Hingga Komnas HAM Untuk Bahas Pilkada 2020
Politik

Jokowi Perlu Undang NU, Muha..

24 September 2020 03:01
Di Tengah Pandemi, Khofifah Salurkan Beasiswa Rp 11,3 M Untuk 850 Guru Madrasah Diniyah
Politik

Di Tengah Pandemi, Khofifah ..

24 September 2020 02:13