Hati-hati, Rp 108,48 T Dari Rp 667 T Dana Corona Mengalir Ke 7 BUMN!

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera/Net

Dana penanganan Covid-19 yang semula Rp 405 triliun membengkak menjadi Rp 667 triliun harus diawasi ketat oleh masyarakat.

Ajakan itu disampaikan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengingat dana penanganan Covid-19 lebih besar dari rekapitulasi BLBI yang sebesar Rp 600 triliun.

Mardani tidak ingin perhatian publik terfokus pada penolakan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) yang dikhawatirkan akan membangkitkan komunisme di Indonesia.

"Hati hati dana Covid-19 naik dari Rp 405 triliun menjadi Rp 667 triliun berarti lebih besar dibanding dana yang dikeluarkan untuk rekap BLBI 1998," ujar Mardani lewat keterangannya di akun media sosial, Rabu (17/6).

Dia mengingatkan masyarakat bahwa mayoritas dana Covid-19 senilai Rp 667 triliun tersebut akan digelontorkan ke tujuh perusahaan BUMN. Totalnya mencapai Ro 108,48 triliun.

“Itu dialokasikan kepada 7 BUMN. PLN dapet Rp 48,46 triliun. BUMN Karya dapat Rp 12,16 triliun, Pertamina Rp 40 triliun, Pupuk Indonesia Rp 6 triliun," katanya.

Skema penyaluran dana Covid-19 tersebut, kata Mardani, akan dilakukan melalui tiga skema, yakni pernyertaan modal negara atau PNM, pembayaran kompensasi atau utang pemerintah, dan dana talangan.

Mardani kembali menegaskan agar masyarakat turut nembantu mengawasi dana ratusan triliun yang digelontorkan pemerintah.

"Awasi dana Covid-19 karena yang barus bayar dari semua pengeluaran pemerintah adalah kita semua, rakyat. Bahkan boleh jadi anak dan cucu kita," imbuhnya.

Masyarakat yang menanggung beban utang negara kelak, namun tidak mengetahui secara detil mengenai pengangkatan orang-orang di BUMN serta bagaimana manajemen BUMN banyak yang tidak tahu.

"Bahkan kita mendengar, banyak yang dari partai politik ataupun teman-teman seperjuangan ketika pilpres kemarin mendapat jabatan di BUMN. Bayangkan, dana negara kalau tidak dikelola dengan tidak transparan, dan akuntabel, bisa berbahaya," tegasnya.

Jika dana negara tidak dikelola dengan transparan, kata Mardani, akan memiliki efek yang dahsyat bagi rakyat ke depan.

"Ayo semua di tengah hiruk pikuk HIP, jangan-jangan kita dialihkan. Sehingga tidak berhasil menjalankan fungsi pengawasan. Ayo awasi dana Covid-19 yang sekarang sudah membengkak menjadi Rp 667 triliun. Jadi warga masyarakat yang cerdas, jangan sampai mudah dibelokkan apalagi ditipu," tutupnya.

Kolom Komentar


Video

FRONT PAGE | AHY Semakin Aduhai

Kamis, 13 Agustus 2020
Video

TANYA JAWAB CAK ULUNG | Seputar Aksi Menyelamatkan Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2020

Artikel Lainnya

Jokowi Ingin Bajak Momentum Krisis Untuk Lompatan Besar, Syarief Hasan: Semua Bisa Terjadi, Tergantung Kabinet
Politik

Jokowi Ingin Bajak Momentum ..

15 Agustus 2020 04:26
Pihak Polres Bandara Soekarno-Hatta Temui Pimpinan KPK Nawawi Pomolango Usai Tegur Mumtaz Rais
Politik

Pihak Polres Bandara Soekarn..

15 Agustus 2020 03:50
Maman Imanulhaq: HUT Ke 75 Indonesia, Momentum Tunjukkan Jatidiri Bangsa Disiplin
Politik

Maman Imanulhaq: HUT Ke 75 I..

15 Agustus 2020 03:23
Berperan Raih Kemerdekaan Indonesia, Muhammadiyah Minta Tokohnya Digelari Pahlawan Nasional
Politik

Berperan Raih Kemerdekaan In..

15 Agustus 2020 02:51
Sekjen JMSI Bertemu Ketua Forum Kadis Kominfo Bahas Regulasi Perusahaan Pers
Politik

Sekjen JMSI Bertemu Ketua Fo..

15 Agustus 2020 02:24
Jokowi Memastikan Omnibus Law Jadi Instrumen Percepatan Pemulihan Ekonomi
Politik

Jokowi Memastikan Omnibus La..

15 Agustus 2020 01:51
Mumtaz Rais Marah Akibat Ditegur Pimpinan KPK, Garuda Indonesia Ucapkan Terimakasih
Politik

Mumtaz Rais Marah Akibat Dit..

15 Agustus 2020 01:21
Perbandingan Gusdur Dengan Jokowi, Adhie Massardi: Gus Dur Tidak Berhitung 100 Hari Kerja, Tapi Langsung Bertindak
Politik

Perbandingan Gusdur Dengan J..

15 Agustus 2020 00:27