Jimly Asshiddiqie Ajak Anak Muda Perkuat Nilai-nilai Persatuan

Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Prof. Jimly Asshiddiqie/Net

Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Prof. Jimly Asshiddiqie berpesan kepada anak-anak muda dan mahasiswa agar terus memperkuat nilai-nilai persatuan.

Demikian disampaikan Jimly Asshiddiqie saat jadi pembicara Webinar yang membahas perihal isu-isu disintegritas bangsa yang kembali memanas di Indonesia akhir-akhir ini. Webinar yang diikuti oleh 100 BEM universitas yang tersebar di Indonesia ini mengusung tema "Merawat Kebhinekaan Meneguhkan Persatuan".

"Tidak perlu kita bersatu dalam arti semuanya harus sama, kita tidak memerlukan ketunggalan, uniformitas yang kita perlukan adalah unity in diversity tapi dari situ kita bisa menemukan sinergi positif satu dengan yang lain, jadi kita harus menemukan win-win solution dalam menghadapi perkemangan jaman sekarang," ujar Jimly Asshiddiqie, anggota DPD RI ini.

Alocius Samosir dari Perkumpulan Manggala Katolik Indonesia yang juga merupakan salah satu pembicara dalam diskusi ini juga berpesan, dari perbedaan yang kita punya ini semua sudah bisa dirangkul oleh adanya Pancasila sebagai rumusan dan falsafah pemersatu bangsa.

Dia juga berpesan bahwa generasi muda hari ini harus bisa memahami bahwa di Indonesia ini memang memiliki banyak perbedaan dari satu dengan yang lain, namun hal tersebut tidak menjadi alasan untuk kita bertikai sesama anak bangsa.

Sekretaris Jenderal PBNU, Helmy Faishal Zaini yang juga sebagai pembicara mengajak peserta para aktivis muda untuk menjaga persatuan karena sudah banyak contoh nyata negara hancur karena perpecahan.

"Kami, Nahdlatul Ulama telah menawarkan konsep tri ukhuwah (persaudaraan) yaitu, ukhuwah Islamiyah (persaudaraan umat Islam), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan bangsa), dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan umat manusia)," ucapnya.

Dimas Prayoga salaku Koordinator Nasional Forum Mahasiswa Merah Putih sekaligus inisiator kegiatan webninar mengatakan, webinar ini digagas oleh para mahasiswa lintas kampus yang memiliki kesadaran kolektif bahwa persatuan dan kebhinekaan adalah dua hal yang harus terus dijaga.

Solidaritas serta integrasi nasional adalah aset terbesar yang dimiliki oleh bangsa, oleh karena itu mahasiswa sebagai kaum intelektual sekaligus garda depan kemajuan bangsa harus terus memeberikan kontribusi positif untuk merah putih.

"Sebab di tengah pandemik global yang juga melanda Indonesia, nilai-nilai persatua dan gotong royong adalah modal penting untuk kita bisa melewati masa-masa sulit ini," ungkapnya.

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

KKP Diminta Tidak Ragu Cabut Izin Eksportir Benih Lobster Pelanggar Hukum
Politik

KKP Diminta Tidak Ragu Cabut..

24 September 2020 06:37
Istana Merespons Gatot, Sebut Isu PKI Sengaja Didengungkan Jelang 30 September
Politik

Istana Merespons Gatot, Sebu..

24 September 2020 05:51
Pilkada 2020 Tidak Sensitif, Netfid: Nyawa Manusia Tidak Bisa Diganti!
Politik

Pilkada 2020 Tidak Sensitif,..

24 September 2020 05:32
Sudjiwo Tedjo: Mereka Yang Tak Mau Menunda Pilkada Tidak Yakin Kemampuan Pak Luhut?
Politik

Sudjiwo Tedjo: Mereka Yang T..

24 September 2020 04:41
Deklarasi KAMI Karawang Terganjal Izin, Syahganda: Pidato Gatot Sudah Dinanti Di Rengasdengklok
Politik

Deklarasi KAMI Karawang Terg..

24 September 2020 03:57
Fahira Idris: PR Nadiem Adalah Jadikan Mapel Sejarah Sebagai Penguat Pendidikan Karakter
Politik

Fahira Idris: PR Nadiem Adal..

24 September 2020 03:29
Jokowi Perlu Undang NU, Muhammadiyah Hingga Komnas HAM Untuk Bahas Pilkada 2020
Politik

Jokowi Perlu Undang NU, Muha..

24 September 2020 03:01
Di Tengah Pandemi, Khofifah Salurkan Beasiswa Rp 11,3 M Untuk 850 Guru Madrasah Diniyah
Politik

Di Tengah Pandemi, Khofifah ..

24 September 2020 02:13