Pemerintah Tekor 10 Tahun, Djamester: Yang Bisa Bantu Cuma Reformasi Sistem Moneter

Dosen senior Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Djamester Simarmata/Net

Pemerintah mengaku akan tekor hingga 10 tahun lantaran defisit APBN 2020 melebar 6,34 persen dari PDB akibat hantaman keras pandemik Covid-19, yang melumpuhkan seluruh sektor perekonomian nasional.

Untuk menambal defisit anggaran negara tersebut, pemerintah memutuskan untuk meminjam uang dari sejumlah negara, termasuk IMF dan juga World Bank.

Dosen senior Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Djamester Simarmata mengatakan bahwa seharusnya Indonesia mengubah sistem moneter di dalam negeri untuk menyelamatkan perekonomian bangsa.

Usulnya ini sesuai dengan perkembangan ekonomi, di mana dunia internasional sudah meminta mengubah sistem moneter.

“Misalnya bahwa tahun 1930 sesudah depresi besar di dunia terutama di Amerika, sekelompok di sana mengusulkan sistem perbankan diubah. Yang mengatakan full reserve banking, artinya bank itu hanya sebagai perantara,” ujar Djamester kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (21/6).

Dia menerangkan, saat ini perbankan melakukan kebohongan kepada publik, dengan meminjamkan uang namun tidak ada nilainya.

“Sekarang itu, bank itu disebutkan sebagai lembaga perantara itu bohong. Itu mencetak uang, saat orang diberi kredit, pada saat yang sama itu ditulis itu deposito, jadi enggak ada uangnya itu ketika orang datang ke bank itu,” paparnya.

Sistem moneter seperti ini yang kemudian menjadi perdebatan besar seluruh negara-negara besar lantaran merugikan rakyat.

“Jadi gini sekarang gerakan yang ada di dunia itu adalah untuk mengembalikan hak yang disebutkan seigniorage dari mencetak uang itu adalah hak rakyat bukan hak bank komersil,” katanya.

Dia juga menambahkan adanya revolusi industri 4.0 menjadi ancaman Indonesia lantaran akan terjadi gelombang PHK besar-besaran yang sulit untuk dikendalikan.

“Nah ini dua-dua ini berimpit dengan Covid-19, yang bisa membantu ini adalah reformasi sistem moneter global, termasuk di Indonesia,” tandasnya.

Kolom Komentar


Video

Gempa Mamuju, Ustad Das\'ad Latif Nyaris Jadi Korban

Jumat, 15 Januari 2021
Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021

Artikel Lainnya

Presiden Joko Widodo Berkunjung Ke Kalimantan Selatan Hari Ini
Politik

Presiden Joko Widodo Berkunj..

18 Januari 2021 07:53
Dukung Partai Lokal Aceh, Demokrat Bakal Berjuang Hapus Ambang Batas Parlemen
Politik

Dukung Partai Lokal Aceh, De..

18 Januari 2021 07:53
Nuning Kertopati:  DPR Perlu Uji Keluasan Jaringan Listyo Sigit Untuk Tuntaskan Masalah Hukum
Politik

Nuning Kertopati: DPR Perlu..

18 Januari 2021 05:23
RSRC: Bersatunya Golkar-Demokrat Bisa Jadi Kekuatan Patron Politik Baru
Politik

RSRC: Bersatunya Golkar-Demo..

18 Januari 2021 05:00
DPR Diminta Gali Cara Kapolri Baru Tindaklanjuti Temuan Komnas HAM Soal Kematian Laskar FPI
Politik

DPR Diminta Gali Cara Kapolr..

18 Januari 2021 03:55
Representasi Politik Moderat, Airlangga-AHY Diprediksi Pemimpin Alternatif Pilpres 2024
Politik

Representasi Politik Moderat..

18 Januari 2021 03:51
Tak Hanya PKB, Keinginan Nadiem Dicopot Sudah Muncul Sejak Awal Menjabat Mendikbud
Politik

Tak Hanya PKB, Keinginan Nad..

18 Januari 2021 03:27
Ingatkan Crazy Rich Indra Kesuma, Eddy Soeparno: Banyak Warga Kesulitan Ekonomi Dan Bingung Besok Makan Apa
Politik

Ingatkan Crazy Rich Indra Ke..

18 Januari 2021 02:45