Korlap Aksi Tolak RUU HIP Di DPR Diperiksa Polda Metro Jaya, Ada Apa?

Ustad Edy Muluyadi (dua dari kanan) usai jalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya/Ist

Buntut aksi pembakaran bendera bergambar banteng moncong putih di depan Gedung DPR RI, Jakarta, pihak panitia aksi "Selamatkan NKRI dan Pancasila dari Komunisme" diperiksa di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Kamis (25/6).

Koordinator lapangan aksi yang tergabung di Aliansi Nasional Anti Komunisme (ANAK) NKRI, Ustaz Edy Mulyadi mengaku usai diperiksa polisi di Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada Kamis malam (25/6).

Pemeriksaan itu merupakan buntut aksi pembakaran bendera Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) saat para delegasi organisasi masyarakat (Ormas) yang turut aksi unjuk rasa sedang bertemu wakil rakyat di Gedung DPR RI, Jakarta pada Rabu (24/6) kemarin sore.

"Di Ditreskrimum Polda Metro Jaya, usai diperiksa soal pembakaran bendera PDIP," ucap Ustaz Edy Mulyadi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis malam (25/6).

Namun demikian, Ustaz Edy belum menjelaskan secara detail terkait materi pemeriksaan yang selesai pada malam ini.

Kantor Berita Politik RMOL juga belum mendapatkan informasi sejak kapan Edy beserta beberapa orang tersebut diperiksa polisi serta alasannya diperiksa.

"Cerita detailnya besok aja ya. Insya Allah," singkat Ustaz Edy.

Diketahui, aksi menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) di depan Gedung DPR RI berujung adanya aksi pembakaran dua bendera, yakni bendera bergambar palu arit dan bendera PDIP.

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Ustaz Yusuf Martak mencurigai adanya pihak lain yang sengaja menyusup acara demonstrasi tersebut.

"Kami masih mencurigai pembakar Bendera PDIP dari pihak lain. Karena di saat kejadian Saya selaku ketua delegasi bersama delegasi yang lain sedang mengadakan pertemuan dengan DPR," ucap Ustaz Yusuf Martak kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis pagi (25/6).

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Bamsoet: Proses Hukum Tersangka Kebakaran Kejaksaan Agung Harus Tegas Dan Adil
Politik

Bamsoet: Proses Hukum Tersan..

24 Oktober 2020 18:44
Andi Arief: Jika Maafkan Gus Nur, Nahdlatul Ulama Akan Catatkan Sejarah
Politik

Andi Arief: Jika Maafkan Gus..

24 Oktober 2020 17:36
Ungkap Kebakaran Kejagung, Komisi III: Ini Bukti Polri Profesional Dan Bukan Kaleng-kaleng
Politik

Ungkap Kebakaran Kejagung, K..

24 Oktober 2020 17:29
Bukan Maju Atau Tidak, Tantangan Bagi Prabowo Apakah Menang Lawan Tokoh-tokoh Bersinar Ini
Politik

Bukan Maju Atau Tidak, Tanta..

24 Oktober 2020 16:22
Teguran Jokowi Kepada Para Menteri Bukti Manajemen Komunikasi Istana Buruk
Politik

Teguran Jokowi Kepada Para M..

24 Oktober 2020 16:14
Seperti Lurah Suhartono, Kampenye Tri Rismaharini Di Pilkada Bisa Masuk Ranah Pidana
Politik

Seperti Lurah Suhartono, Kam..

24 Oktober 2020 15:51
Peneliti LIPI: Semakin Demokratis Satu Rezim, Maka Daerahnya Akan Semakin Desentralistis
Politik

Peneliti LIPI: Semakin Demok..

24 Oktober 2020 15:23
Bukan Soal Kunjungan Ke AS, Tapi Apakah Masih Ada Peluang Prabowo Menang Setelah Kalah Dua Kali?
Politik

Bukan Soal Kunjungan Ke AS, ..

24 Oktober 2020 14:58