Yasonna Laoly Absen Lagi, Komisi II DPR Kesal Hingga Raker Ditunda

Ketua Komisi II DPR, Ahmad Doli Kurnia/Rep

Rapat Kerja Komisi lI DPR dengan Mendagri, Tito Karnavian dan Menkumham, Yasonna H. Laoly ditunda.

Penundaan ini dilakukan lantaran Yasonna Laoly absen untuk kedua kalinya dalam raker tersebut.

Sedangkan Tito Karnavian hadir tepat waktu, dan sempat meminta izin Presiden Joko Widodo untuk tidak ikut Rapat Terbatas (Ratas) di Istana Negara bersama Presiden, Senin (29/6) pukul 09.30 WIB.

Adapun agenda raker kali membahas sejumlah agenda strategis persiapan Pilkada Serentak 2020 yang akan berlangsung pada 9 Desember.

Mulai dari pendapat akhir mini fraksi sebagai sikap akhir (menolak atau menerima) terhadap RUU tentang Penetapan Perppu 2/2020 tentang perubahan ketiga atas UU 1/2015 tentang Penetapan Perppu 1/2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota menjadi UU.

Hingga pendapat akhir pemerintah serta pengambilan keputusan tingkat I.

Hampir seluruh fraksi bersepakat untuk menunda agenda raker Komisi II DPR bersama Mendagri dan Menkumham tersebut.

Bahkan, Fraksi PKS dan PDIP mengusulkan pimpinan Komisi II untuk melayangkan surat kepada Presiden Jokowi bahwa Yasonna Laoly tidak kooperatif dan dianggap merendahkan marwah anggota dewan.

"Menteri sebagai pembantu Presiden wajib menjaga marwah dari Perppu ini. Saya mengusulkan Komisi II memberikan teguran keras dan melaporkan Menkumham kepada Presiden. Karena tidak menghargai marwah Perppu Presiden," kata anggota Komisi II Fraksi PKS, Mardani Ali Sera.

Senada, anggota Komisi II DPR Fraksi PDIP, Johan Budi menilai perlu menegur keras Menkumham yang secara tegas dua kali Raker tidak hadir alias absen. Dia mengapresiasi komitmen Mendagri Tito Karnavian yang justru hadir dan kooperatif.

"Ini persoalan komitmen. Soal wibawa Komisi II DPR, kita ini tidak punya wibawa kalau dilecehkan seperti ini gituloh," tegas Johan Budi.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPR, Ahmad Doli Kurnia yang memimpin raker tersebut menyatakan setuju dengan usulan beberapa fraksi untuk menegur keras Yasonna Laoly yang absen dalam raker.

"Setuju, saya kira kita akan kirim surat kepada Presiden. Untuk menyampaikan situasi ini dan sebagai sikap teguran keras terhadap Menkumham," tegas Doli Kurnia.

"Dan kepada Bapak Mendagri kami memberikan apresiasi luar yang sangat luar biasa. Mendagri sudah memberikan komitmennya yang tinggi luar biasa sungguh-sungguh. Dua kali Ratas dengan Presiden, minta izin, untuk bisa bersama-sama kita disini membahas soal Perppu ini," sambungnya.

Terakhir, Doli Kurnia yang juga Wakil Ketua Umum Golkar itu menutup raker dan menundanya hingga Yasonna Laoly bisa hadir raker bersama Komisi II DPR.

"Dengan mengucapkan alhamdulilah, maka raker tingkat pertama Komisi II ini saya nyatakan ditutup," pungkasnya seraya mengetuk palu sidang.

Kolom Komentar


Video

Berstatus Tersangka, Jack Boyd Lapian Jalani Pemeriksaan Perdana Di Bareskrim

Jumat, 03 Juli 2020
Video

Agak Sulit ya Ternyata Bekerja Dengan Baik dan Benar

Minggu, 05 Juli 2020
Video

New Normal New Ideas

Minggu, 05 Juli 2020

Artikel Lainnya

Kembali Kumpulkan Menteri, Jokowi: Work From Home Kok Kayak Cuti
Politik

Kembali Kumpulkan Menteri, J..

10 Juli 2020 00:19
Meski Sudah Dibenarkan DPP, DPC PDIP Tangerang Selatan Masih Bungkam Soal Koalisi Bersama Partai Gerindra
Politik

Meski Sudah Dibenarkan DPP, ..

09 Juli 2020 23:38
IMRI Gelar Aksi Di Depan Istana Negara, Tuntut Kasus Sarang Burung Walet Dilanjutkan
Politik

IMRI Gelar Aksi Di Depan Ist..

09 Juli 2020 23:05
Wakorbid Golkar Sumut: Tidak Memilih Ijeck Berarti Mengingkari Instruksi Airlangga Hartarto
Politik

Wakorbid Golkar Sumut: Tidak..

09 Juli 2020 22:50
Didampingi Prabowo, Presiden Jokowi Tinjau Reklamasi Pulau Pisau
Politik

Didampingi Prabowo, Presiden..

09 Juli 2020 22:37
Kemarahan Jokowi, Dramaturgi Politik Tutupi Kegagalannya Memimpin
Politik

Kemarahan Jokowi, Dramaturgi..

09 Juli 2020 22:25
Jokowi Kembali Keluhkan Kinerja Anak Buahnya, Pengamat: Artinya, Menterinya Enggak Ngapa-ngapain
Politik

Jokowi Kembali Keluhkan Kine..

09 Juli 2020 22:06
Menteri Edhy Ajak Masyarakat Budidaya Udang Dengan Konsep Tambak Milenial
Politik

Menteri Edhy Ajak Masyarakat..

09 Juli 2020 21:57