Din Syamsuddin: Dengan Agama Pancasila Akan Tegak, Tanpa Agama Pancasila Akan Retak

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin/Net

Para pemuka agama di Indonesia telah sepakat bahwa Pancasila merupakan kristalisasi nilai-nilai agama.

Begitu yang disampaikan Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin saat menjadi moderator di acara diskusi online bertajuk "Kesepakatan MBPA-UKB 2018: Pancasila Sebagai Kristalisasi Nilai-Nilai Agama" yang diselenggarakan oleh Inter Religious Council Indonesia (IRC-Indonesia), Selasa (30/6).

"Saya kira prespektif para pemuka agama dari musyawarah besar pemuka agama untuk kerukunan bangsa itu, bahwa Pancasila adalah kristalisasi nilai-nilai agama, adalah pengakuan teologis, bahwa di dalam Pancasila terkandung nilai-nilai agama, semua agama," ujar Din Samsuddin.

"Dan masing-masing mengklaim, kalau dikalangan muslim kan Pancasila itu mengandung nilai-nilai Islami, mungkin kawan-kawan Kristen Kristiani, berdasarkan Hindu, Budha, Konghucu dan seterusnya," imbuhnya.

Hal tersebut, kata Din, merupakan sesuatu yang bagus. Sehingga ia pun menyebut bahwa Pancasila akan tegak jika dengan agama.

"Dalam kaitan itulah kita berpendapat dan saya sering sampaikan dengan agama Pancasila akan tegak, tanpa agama Pancasila akan retak," kata Din.

Sambungnya, mempertahankan Pancasila merupakan kewajiban pemeluk agama untuk menjaga sekuatnya dari berbagai upaya untuk memberikan tafsir lain.

"Oleh karena itulah kewajiban pemeluk agama untuk mempertahankan Pancasila, menjaganya sekuat-kuatnya dari berbagai upaya untuk memberikan tafsir lain, apalagi yang bersifat reduksionis, menyempitkan Pancasila," terangnya.

Menurut Din, masalah utama saat ini ialah bahwa Pancasila belum diamalkan, baik secara individu maupun secara kolektif berkelompok masyarakat.

"Masalah kita pada pengamalan Pancasila itu sendiri, baik secara individu, secara kolektif dalam hidup berkelompok, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, termasuk pengamalan Pancasila oleh negara," jelasnya.

Tak hanya itu, Din juga menilai tidak perlu ada negara agama lantaran Pancasila sudah menghargai agama dan mengandung nilai-nilai agama.

"Kita minta tidak perlu ada lagi tawaran-tawaran dasar negara lain, termasuk yang berdasarkan agama, apapun istilahnya. Tidak perlu ada negara agama, karena Pancasila itu sendiri sudah menghargai agama dan mengandung nilai-nilai agama, itulah pengamalan yang paling jelas," tegasnya.

Acara diskusi online ini dihadiri oleh Sek. Wantim MUI, Prof. Dr. Noor Ahmad; Sekum PP Muhammadiyah, Dr. Abdul Mu'ti; Ketua PBNU, Dr. KH. Marsudi Syuhud; Sekum PGI, Pdt. Jacky Manuputty; Sekretaris Komisi HAK KWI, Rm. Agustinus Heri Wibowo; Ketua PP Permabudhi, Prof. Dr. Philip K. Widjaja; PHDI, Yanto Jaya dan Ketum MATAKIN, Xs. Budi S. Tanuwibowo.

Kolom Komentar


Video

Nadiem Minta Maaf, Berharap Muhammadiyah, NU, dan PGRI Bergabung Program POP

Selasa, 28 Juli 2020
Video

Jokowi: Saya Tidak Tahu Sebabnya Apa, Minggu-minggu Terakhir Ini Masyarakat Khawatir Covid-19

Senin, 03 Agustus 2020

Artikel Lainnya

Antisipasi Jurang Resesi, PKB Desak Jokowi Segera Normalisasi Anggaran Kementan Dan KKP
Politik

Antisipasi Jurang Resesi, PK..

07 Agustus 2020 05:57
Antisipasi Kehilangan Kepercayaan Rakyat, Jokowi Disarankan Segera Tepati Janji Politiknya
Politik

Antisipasi Kehilangan Keperc..

07 Agustus 2020 05:33
Yahya Cholil Staquf Sebut NU Ikut POP Kemendikbud, LP Ma'arif: Kami Tidak Tahu Menahu
Politik

Yahya Cholil Staquf Sebut NU..

07 Agustus 2020 02:18
Bertemu Internal Dengan Fraksi Demokrat, AHY Bahas Situasi Nasional Terkini
Politik

Bertemu Internal Dengan Frak..

07 Agustus 2020 01:09
Jokowi Terbitkan Inpres Pelanggar Protokol Kesehatan, DPR: Sanksi Harus Mendidik Dan Ada Efek Jera
Politik

Jokowi Terbitkan Inpres Pela..

07 Agustus 2020 00:22
KH Yahya Cholil Staquf Sebut NU Tetap Ikut POP Kemendikbud
Politik

KH Yahya Cholil Staquf Sebut..

06 Agustus 2020 23:54
Indef: Minus 5,32 Persen Saat Pandemik Corona Mengkonfirmasi Struktur Ekonomi Era Rezim Jokowi Rapuh
Politik

Indef: Minus 5,32 Persen Saa..

06 Agustus 2020 23:14
Ekonom Prediksi Perekonomian Nasional Akan Membaik Di Kuartal III
Politik

Ekonom Prediksi Perekonomian..

06 Agustus 2020 22:34