Punya Visi Dan Percaya Sains Jadi Kunci Pemimpin Dunia Tanggulangi Corona

Anggota DPD RI, Fahira Idris/Net

Pandemik virus corona baru (Covid-19) yang sudah berlangsung sekitar 6 bulan sejak pertama kali ditemukan di Wuhan, China menjadi ujian besar semua pemimpin negara di dunia. Virus yang sudah menginfeksi lebih dari 10 juta orang di 200-an negara ini tidak hanya melahirkan krisis kesehatan tetapi juga ancaman resesi ekonomi global.

Hingga saat ini semua pemimpin di dunia sedang berjibaku menanggulangi penyebaran corona di negaranya masing-masing. Beberapa diantaranya dinilai berhasil menghentikan rantai penularan virus dan mulai menata kembali kehidupannya terutama ekonomi.

Anggota DPD RI, Fahira Idris mengungkapkan, kemampuan seorang pemimpin sesungguhnya diuji saat negara tersebut berada dalam situasi tidak normal atau krisis seperti yang terjadi saat ini. Sejak awal penyebaran hingga saat ini, tidak ada satupun negara, bahkan negara maju sekalipun, yang siap menghadapi serangan virus ini.

Namun, memang harus diakui negara-negara yang sejak lama mempunyai sistem kesehatan publik yang mantap dan tata kelola pemerintahan yang baik lebih cepat pulih dari hantaman virus ini.

"Semua negara kalang kabut menghadapi pandemi ini. Tidak ada yang siap. Semua negara rentan. Namun kalau kita lihat negara-negara yang saat ini berhasil menanggulangi corona adalah negara yang memang punya sistem kesehatan publik yang mantap dan tata kelola pemerintahan yang baik yang semuanya itu dikelola oleh seorang pemimpin yang mempunyai visi jelas," ujar Fahira Idris, Rabu (1/7).

Menurutnya, strategi penanggulangan corona di berbagai negara pasti berbeda-beda karena disesuaikan dengan kondisi negara tersebut. Di berbagai negara yang sebelumnya mengambil opsi karantina wilayah (lockdown) disertai manajemen dan tata kelola yang baik terutama kesiapan jaringan sosial, kini sudah mulai menata dan menggeliatkan kembali ekonominya karena sudah mampu mengendalikan transmisi virus bahkan sudah nol kasus positif misalnya Vietnam dan Selandia Baru.

Selain itu terdapat juga negara yang tidak memilih opsi karantina wilayah tetapi juga secara efektif mampu mengendalikan virus misalnya Taiwan dan Korea Selatan. Kunci keberhasilan negara yang tidak memilih karantina wilayah ini selain kesiapan sistem kesehatan adalah kebijakan tes massal, pelacakan, peningkatan komunikasi publik dan penggunaan teknologi, serta tentu kedisiplinan masyarakatnya.

Namun, sayangnya hingga saat ini, lanjut Fahira Idris, terdapat banyak negara di dunia yang masih harus mengeluarkan energi besar untuk menanggulangi corona. Negara-negara ini tidak hanya harus berjibaku menahan gelombang ekonomi yang terjun bebas tetapi juga berjibaku menahan laju penambahan kasus yang hingga saat ini belum sama sekali melandai.

"Walau berbeda pendekatan dan strategi, tetapi ada kesamaan dari negara-negara yang dinilai berhasil menanggulangi corona yaitu, pemimpinnya punya visi jelas dan pemerintahannya menjadikan sains dan data sebagai dasar kebijakan atau strategi mengendalikan virus. Jadi kombinasi visi yang jelas, percaya sains dan data menjadi kunci mengendalikan virus ini," pungkas Senator dari DKI Jakarta ini.

Kolom Komentar


Video

Berstatus Tersangka, Jack Boyd Lapian Jalani Pemeriksaan Perdana Di Bareskrim

Jumat, 03 Juli 2020
Video

Agak Sulit ya Ternyata Bekerja Dengan Baik dan Benar

Minggu, 05 Juli 2020
Video

New Normal New Ideas

Minggu, 05 Juli 2020

Artikel Lainnya

Kembali Kumpulkan Menteri, Jokowi: Work From Home Kok Kayak Cuti
Politik

Kembali Kumpulkan Menteri, J..

10 Juli 2020 00:19
Meski Sudah Dibenarkan DPP, DPC PDIP Tangerang Selatan Masih Bungkam Soal Koalisi Bersama Partai Gerindra
Politik

Meski Sudah Dibenarkan DPP, ..

09 Juli 2020 23:38
IMRI Gelar Aksi Di Depan Istana Negara, Tuntut Kasus Sarang Burung Walet Dilanjutkan
Politik

IMRI Gelar Aksi Di Depan Ist..

09 Juli 2020 23:05
Wakorbid Golkar Sumut: Tidak Memilih Ijeck Berarti Mengingkari Instruksi Airlangga Hartarto
Politik

Wakorbid Golkar Sumut: Tidak..

09 Juli 2020 22:50
Didampingi Prabowo, Presiden Jokowi Tinjau Reklamasi Pulau Pisau
Politik

Didampingi Prabowo, Presiden..

09 Juli 2020 22:37
Kemarahan Jokowi, Dramaturgi Politik Tutupi Kegagalannya Memimpin
Politik

Kemarahan Jokowi, Dramaturgi..

09 Juli 2020 22:25
Jokowi Kembali Keluhkan Kinerja Anak Buahnya, Pengamat: Artinya, Menterinya Enggak Ngapa-ngapain
Politik

Jokowi Kembali Keluhkan Kine..

09 Juli 2020 22:06
Menteri Edhy Ajak Masyarakat Budidaya Udang Dengan Konsep Tambak Milenial
Politik

Menteri Edhy Ajak Masyarakat..

09 Juli 2020 21:57