Terbitkan Protokol Perjalanan Dalam Negeri, Kemenkes Wajibkan Orang Miliki Kartu Kewaspadaan Kesehatan

Menteri Kesehatan Agus Terawan Putranto/Net

Untuk mencegah terjadinya penularan virus corona baru (Covid-19) di masa penerapan tatanan hidup baru atau new normal, Menteri Kesehatan Agus Terawan Putranto menerbitkan satu protokol.

Melalui Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.01/MENKES/382/2020, Terawan berusaha mengatur tentang penerapan protokol pengawasan pelaku perjalanan dalam negeri di Bandara Udara (Bandara) dan Pelabuhan.

Dalam siaran pers yang diterima Kantor Berita Politik RMOL dijelaskan, tujuan dari diterbitkannya SE tersebut ialah sebagai panduan bagi petugas yang berwenang dalam melakukan pengawasan terhadap pelaku perjalanan dalam negeri di bandar udara dan Pelabuhan.

Pengawasa yang akan dilakukan nantinya ditugaskan kepada dinas kesehatan daerah, baik ditingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota, serta panduan bagi lintas sektor terkait dan juga masyarakat.

"Dengan menerapkan protokol ini diharapkan dapat meminimalisir risiko dan dampak pandemi COVID-19 dalam perjalanan dalam negeri di bandar udara dan pelabuhan," ujar Terawan.

Dari beberapa protokol yang sudah sering digaungkan seperti, melakukan cek kesehatan sebelum melakukan perjalanan, menggunakan masker, sering mencuci tangan, dan menjaga jarak, Menkes juga mewajibkan orang-orang yang melakukan perjalan untuk mempunyai Kartu Kewaspadaan Kesehatan.

"Kartu kewaspadaan kesehatan atau Health Alert Card (HAC) diperoleh dengan mengunduh aplikasi electronic Health Alert Card (eHAC) melalui Google Play/ App Store atau dengan mengakses melalui inahac.kemkes.go.id, dan diisi pada saat keberangkatan baik secara elektronik maupun nonelektronik," terangnya.

Kartu tersebut nantinya menjadi satu dokumen yang wajib dibawa oleh pelaku perjalananan, bersama dengan beberapa dokumen seperti surat keterangan hasil pemeriksaan RT-PCR negative atau surat keterangan hasil pemerikasaan rapid test yang berlaku paling lama 14 (empat belas) hari sejak surat keterangan diterbitkan.

Pada saat pembelian tiket pesawat dan atau kapal, Terawan menerangkan bahwa pelaku perjalanan wajib membawa dokumen-dokumen tersebut, menunjuntuk ditunjukkan ke pihak maskapai/operator pelayaran/agen perjalanan secara elektronik maupun non elektronik.

"Dan telah mengunduh aplikasi electronic Health Alert Card (Kartu Kewaspadaan Kesehatan) serta telah mengisinya," sambungnya.

Protokol yang telah ditetapkan ini berlaku bagi penumpang dan awak pesawat atau kapal.

Kolom Komentar


Video

FRONT PAGE | CATATAN KAMI, Dr Ahmad Yani

Jumat, 07 Agustus 2020
Video

RMOL World View | Di Balik Ledakan Lebanon Bersama Duta Besar RI untuk Lebanon, Hajriyanto Y Thohari

Jumat, 07 Agustus 2020

Artikel Lainnya

Direktur KPN: Poster Anies-AHY Hanya Pansos, Karena Popularitas Itu Penting
Politik

Direktur KPN: Poster Anies-A..

11 Agustus 2020 12:50
Istana Larang Pajang Foto Jokowi, Iwan Sumule: Ini Klenik Atau 17 Agustus Terakhir Jadi Presiden?
Politik

Istana Larang Pajang Foto Jo..

11 Agustus 2020 12:47
Prabowo Disebut Bakal Gantikan Maruf Amin, PPP: Isu Murahan!
Politik

Prabowo Disebut Bakal Gantik..

11 Agustus 2020 12:27
Prabowo Diisukan Bakal Geser KH Ma’ruf Amin, Gerindra: Isu Mau Pecah NU Dan Jokowi
Politik

Prabowo Diisukan Bakal Geser..

11 Agustus 2020 12:25
Pernah Ditolak Jokowi, Natalius Pigai Ragu Fadli Zon Mau Menerima Penghargaan Bintang Jasa
Politik

Pernah Ditolak Jokowi, Natal..

11 Agustus 2020 11:59
Menggeser Maruf Amin Tidak Semudah Mencopot Menteri
Politik

Menggeser Maruf Amin Tidak S..

11 Agustus 2020 11:56
Bakal Deklarasikan Dukungan Kepada Akhyar Nasution, Forum Eksponen 98 PDIP Ajak Kader Tetap Gembira
Politik

Bakal Deklarasikan Dukungan ..

11 Agustus 2020 11:45
Jubir Jokowi: Pegawai KPK Jadi ASN Bukan Melemahkan, Tapi Memperkuat Institusi
Politik

Jubir Jokowi: Pegawai KPK Ja..

11 Agustus 2020 11:22