Jimly Asshiddiqie: Evaluasi Semua RUU Prolegnas, Masih Relevan Tidak Pasca Covid-19?

Jimly Asshiddiqie/Net

Cendikiawan muslim Jimly Asshiddiqie mengaku sempat diminta Badan Legislasi DPR RI untuk membahas perihal 50 RUU yang masuk dalam program legislasi nasional (Prolegnas) prioritas tahun 2020.

Jimly Asshuddiqie menyebutkan, undangan Baleg tersebut salah satunya untuk meminta pendapat terhadap pembahasan omnibus law RUU Cipta Kerja.

“Sebelum ada Covid-19, saya ditelfon oleh Baleg, sesudah mantan Mensetneg Bambang Kesowo diundang, dia (Bambang) enggak setuju soal itu (omnibus law),” ujar Jimly dalam acara webinar ICMI yang membedah omnibus law, Jumat (3/7).

Jimly menyebutkan, saat dihubungi Baleg itu dia meminta agar jangan dulu membahas omnibus law RUU Cipta Kerja lantaran adanya pandemik Covid-19.

“Bukannya cipta kerja saya bilang, ini sebagai metode, nanti saya sampikan sebaiknya jangan dulu (dibahas) sekarang,” katanya.

Dia meminta agar pemerintah dan parlemen membahas omnibus law RUU Cipta Kerja ini setelah Covid-19 berlalu.

“Nanti saja setelah Covid-19 selesai, sekarang fokus saja dulu, karena menyangkut masalah-masalah yang banyak, hak-hak dan kewajiban yang menyangkut kepentingan umum. Jadi tidak akan ada partisipasi publik dan itu nanti akan menimbulkan banyak masalah apalagi ada Covid-19,” jelasnya.

Menurutnya, bukan hanya omnibus law saja, tetapi 50 RUU prolegnas tidak relevan lagi untuk dibahas saat adanya wabah Covid-19. Parlemen dan pemerintah diminta untuk evaluasi terlebih dahulu sebelum menajutkan pembahasannya.

“Saya bilang skenario sebanyak 50 RUU sebagai prioritas prolegnas 2020 semuanya disusun sebelum Covid-19, sekarang sesudah Covid-19, sebelum dibahas dievaluasi dulu masih relevan enggak subtansi dari semua kebijakan itu,” tandasnya.

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Taufiqurrahman: Demokrat Diacak-acak Karena Sering Bertolak Belakang Dengan Kebijakan Pemerintah
Politik

Taufiqurrahman: Demokrat Dia..

07 Maret 2021 17:19
Sekjen Gerindra: Bangsa Indonesia Berhutang Kepada Ulama Dan Kiai NU
Politik

Sekjen Gerindra: Bangsa Indo..

07 Maret 2021 16:41
Partai Demokrat Bentuk Aliansi Rakyat Penyelamat Demokrasi
Politik

Partai Demokrat Bentuk Alian..

07 Maret 2021 16:27
Supaya Tidak Dikenang Restui Sabotase Demokrat, Jokowi Segera Copot Moeldoko
Politik

Supaya Tidak Dikenang Restui..

07 Maret 2021 15:06
Mubes Ika Akuntansi Trisakti, Boy Nasution Terpilih Sebagai Ketua Umum
Politik

Mubes Ika Akuntansi Trisakti..

07 Maret 2021 14:52
Gelar Mubes IV Di Cirebon, Kosgoro 1957 Agendakan Pemilihan Ketua Umum Dan Susun Program Kerja
Politik

Gelar Mubes IV Di Cirebon, K..

07 Maret 2021 14:23
Andi Arief: Jika Tak Ingin Dijerat Pidana, KLB Abal-abal Jangan Libatkan Notaris
Politik

Andi Arief: Jika Tak Ingin D..

07 Maret 2021 14:12
Sandiaga Uno Gandeng Uni Emirat Arab Kembangkan Potensi Ekonomi Kreatif
Politik

Sandiaga Uno Gandeng Uni Emi..

07 Maret 2021 13:56