Corona Memerlukan Penanganan Serius, Presiden Jangan Ragu Lakukan Reshuffle!

Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo/Net

Ancaman Presiden Joko Wodod untuk mengkocok ulang kabinet menyasar menteri dan pimpinan lembaga yang membidangi masalah kesehatan dan perekonomian, atau yang terlibat langsung dalam penanganan Covid-19.

Demikian yang disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (4/7).

"Pantas jika Presiden Jokowi kesal dan marah kepada menteri-menterinya karena memang kinerjanya belum memenuhi harapan. Kemarahan Presiden Jokowi ini simetris dengan kekecewaan rakyat terhadap kinerja menteri dalam menangani pandemik Covid-19," kata Karyono.

Dia mengulas, kelambatan pengeluaran anggaran kesehatan, dimana Presiden Jokowi secara khusus menyoroti kinerja Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto. Dia menyebutkan anggaran di bidang kesehatan baru dicairkan 1,53 persen dari total anggaran kesehatan sebesar Rp 75 triliun.

Dilihat dari presentase 1,53 persen dari jumlah anggaran Rp 75 triliun sangatlah kecil. Hal ini menjadi tanda tanya, faktor apa yang menjadi alasan keterlambatan dan apa motivasinya.

"Mengungkap alasan keterlambatan pengeluaran anggaran kesehatan ini penting karena dampaknya sangat besar. Akibat kelambatan penyerapan anggaran menyebabkan keterbatasan peralatan medis dan ketersediaan obat yang ujungnya berdampak pada lambatnya penanganan virus corona," tekan Karyono.

Salah satu dampaknya, merujuk data dari Worldometers.info menunjukkan, jumlah tes corona di Indonesia termasuk dalam 15 terendah jika dibandingkan dengan negara lain di seluruh dunia. Belum lagi, masalah ini menjadi beban sebagian rakyat karena harus menanggung biaya rapid test sendiri.

"Dan belum lagi dampak pandemik yang menimbulkan efek domino memerlukan langkah serius dari pemerintah. Maka Presiden tak perlu ragu melakukan reshuffle," demikian Karyono.

Kolom Komentar


Video

Nadiem Minta Maaf, Berharap Muhammadiyah, NU, dan PGRI Bergabung Program POP

Selasa, 28 Juli 2020
Video

Jokowi: Saya Tidak Tahu Sebabnya Apa, Minggu-minggu Terakhir Ini Masyarakat Khawatir Covid-19

Senin, 03 Agustus 2020

Artikel Lainnya

Antisipasi Jurang Resesi, PKB Desak Jokowi Segera Normalisasi Anggaran Kementan Dan KKP
Politik

Antisipasi Jurang Resesi, PK..

07 Agustus 2020 05:57
Antisipasi Kehilangan Kepercayaan Rakyat, Jokowi Disarankan Segera Tepati Janji Politiknya
Politik

Antisipasi Kehilangan Keperc..

07 Agustus 2020 05:33
Yahya Cholil Staquf Sebut NU Ikut POP Kemendikbud, LP Ma'arif: Kami Tidak Tahu Menahu
Politik

Yahya Cholil Staquf Sebut NU..

07 Agustus 2020 02:18
Bertemu Internal Dengan Fraksi Demokrat, AHY Bahas Situasi Nasional Terkini
Politik

Bertemu Internal Dengan Frak..

07 Agustus 2020 01:09
Jokowi Terbitkan Inpres Pelanggar Protokol Kesehatan, DPR: Sanksi Harus Mendidik Dan Ada Efek Jera
Politik

Jokowi Terbitkan Inpres Pela..

07 Agustus 2020 00:22
KH Yahya Cholil Staquf Sebut NU Tetap Ikut POP Kemendikbud
Politik

KH Yahya Cholil Staquf Sebut..

06 Agustus 2020 23:54
Indef: Minus 5,32 Persen Saat Pandemik Corona Mengkonfirmasi Struktur Ekonomi Era Rezim Jokowi Rapuh
Politik

Indef: Minus 5,32 Persen Saa..

06 Agustus 2020 23:14
Ekonom Prediksi Perekonomian Nasional Akan Membaik Di Kuartal III
Politik

Ekonom Prediksi Perekonomian..

06 Agustus 2020 22:34