Semua Gagap Hadapi Corona, Masinton: Wajar Presiden Jokowi Marah

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu/Net

Seluruh jajaran pemerintah dinilai gagap dalam menghadapi pandemik virus corona baru atau Covid-19. Pasalnya, pandemik corona merupakan hal baru dialami oleh pemerintah maupun masyarakat sendiri.

Demikian disampaikan anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu saat mengisi diskusi daring bertajuk "Menanti Perombakan Kabinet", Sabtu (4/7).

"Saya melihat bahwa pandemik ini membuka kotak pandora semua. Nah, ternyata dalam kita mengatasi dan menangani satu situasi yang semua di luar perkiraan kita, seperti pandemik Covid-19 yang jadi persoalan internasional, kita gagap ternyata," kata Masinton Pasaribu.

Menurut politisi muda PDIP ini, hal mendasar kegagapan pemerintah dalam menghadapi corona ini lantaran belum disiapkannya penanganan atau menejemen resiko situasi darurat. Pemerintah, belum mampu menghadapi situasi darurat.

"Saya lihat bahwa persoalan pokoknya kenapa kita gagap adalah karena kita memang belum memiliki formula yang disebut dengan disaster managemen itu. Kita hanya mengenal kata disaster managemen, penanganan dalam situasi darurat, tapi implementasinya gagal kita dalam menerapkan itu," tuturnya.

Jelas Masinton Pasaribu, misalnya ketika terjadi bencana di satu daerah, ada ketidaksiapan pemerintah pusat dan daerah. Hal ini pada akhirnya rakyat menjadi korbannya. Salah satu kegagalann tersebut antara lain tentang akurasi data saat bencana, termasuk pandemik saat ini.

"Karena persoalan ini, kita memang tidak siap. Tata kelola pemerintahan kita, bukan hanya saat ini. Ini puncak dari seluruh persoalan yang memang kita gagap dalam menangani itu," ujarnya.

Atas dasar itu, Masinton Pasaribu menilai wajar apabila Presiden Joko Widodo marah ketika para pembantunya tidak bekerja dengan baik. Padahal, situasi ini tengah berjalan tidak dalam keadaan biasa-biasa saja.

"Kemarahan itu bagi saya wajar, wajar itu karena semua pemimpin, presiden, sebagai kepala pemerintahan melakukan hal yang sama yaitu mengingatkan para anggota kabinetnya bukan hanya di Indonesia saya rasa, tapi di berbagai negara melakukan hal yang sama," ucapnya.

"(Kepala negara) mengingatkan bagaimana respons pemerintah dalam memangangani pandemi Covid-19," demikian Masinton Pasaribu menambahkan.

Kolom Komentar


Video

Nadiem Minta Maaf, Berharap Muhammadiyah, NU, dan PGRI Bergabung Program POP

Selasa, 28 Juli 2020
Video

Jokowi: Saya Tidak Tahu Sebabnya Apa, Minggu-minggu Terakhir Ini Masyarakat Khawatir Covid-19

Senin, 03 Agustus 2020

Artikel Lainnya

Antisipasi Jurang Resesi, PKB Desak Jokowi Segera Normalisasi Anggaran Kementan Dan KKP
Politik

Antisipasi Jurang Resesi, PK..

07 Agustus 2020 05:57
Antisipasi Kehilangan Kepercayaan Rakyat, Jokowi Disarankan Segera Tepati Janji Politiknya
Politik

Antisipasi Kehilangan Keperc..

07 Agustus 2020 05:33
Yahya Cholil Staquf Sebut NU Ikut POP Kemendikbud, LP Ma'arif: Kami Tidak Tahu Menahu
Politik

Yahya Cholil Staquf Sebut NU..

07 Agustus 2020 02:18
Bertemu Internal Dengan Fraksi Demokrat, AHY Bahas Situasi Nasional Terkini
Politik

Bertemu Internal Dengan Frak..

07 Agustus 2020 01:09
Jokowi Terbitkan Inpres Pelanggar Protokol Kesehatan, DPR: Sanksi Harus Mendidik Dan Ada Efek Jera
Politik

Jokowi Terbitkan Inpres Pela..

07 Agustus 2020 00:22
KH Yahya Cholil Staquf Sebut NU Tetap Ikut POP Kemendikbud
Politik

KH Yahya Cholil Staquf Sebut..

06 Agustus 2020 23:54
Indef: Minus 5,32 Persen Saat Pandemik Corona Mengkonfirmasi Struktur Ekonomi Era Rezim Jokowi Rapuh
Politik

Indef: Minus 5,32 Persen Saa..

06 Agustus 2020 23:14
Ekonom Prediksi Perekonomian Nasional Akan Membaik Di Kuartal III
Politik

Ekonom Prediksi Perekonomian..

06 Agustus 2020 22:34