Di Hadapan DPR, Edhy Prabowo Bongkar Alasan Budidaya Ekspor Benih Lobster

Menteri KKP Edhy Prabowo usai raker dengan Komisi IV DPR/RMOL

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo akhirnya angkat bicara soal polemik ekspor benih lobster yang menuai kritikan terhadap dirinya dan Partai Gerindra.

Dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi IV DPR RI, Menteri asal Gerindra itu membongkar latar belakang ekspor benih lobster tersebut.

Edhy menegaskan, ekspor benih lobster itu tidak lain hanyalah upaya Kementerian KKP untuk mensejahterakan nelayan dengan mewajibkan budidaya lobster.

"Semangat kami menghidupi lobster, memberikan izin penangkapan benih lobster itu adalah untuk menghidupi nelayan yang selama ini tergantung makannya dari nangkap benih," tegas Edhy Prabowo dalam ruangan rapat, Senin (6/7).

Edhy mengungkapkan, dahulu pernah ada pemberian izin menangkap benih lobster yang sejatinya sangat baik untuk nelayan yang mata pencahariannya dari benih lobster. Namun, kebijakan itu ditiadakan.

"Dulu pernah ada kemudian ditiadakan. Akhirnya mereka (nelayan) tidak punya pekerjaan,"ungkapnya.

Edhy lantas mengurai budidaya lobster tersebut baik dari sisi logika akademik maupun ilmu pengetahuan.

Menurutnya, jika dilepaskan di alam liar maka lobster itu memiliki peluang hidup yang cukup kompetitif.

"Lobster ini kalau dibiarkan di alam, yang lahir banyak itu hidupnya hanya 0,02 persen. Artinya setiap 20.000 ekor lobster itu hanya satu yang akan besar (hidup). Karena mungkin hukum alam," tuturnya.

"Nah, sementara kalau dibudidayakan bisa itu ada bisa yang 30 persen atau 70 atau 80 persen," imbuhnya.

Edhy menyatakan, justru saat ini ia bersama jajaran tengah mengupayakan penelitian budidaya lobster bersama negara tetangga Australia. Sebab, dahulu rencana penelitian budidaya lobster justru tidak ada.

"Dulu Indonesia pernah kerjasama penelitian dengan Australia, yang sekarang peneliti lobster bisa sampai menuju ke pengembangbiakannya sendiri, minta dihentikan selama lima tahun terkahir ini," ujarnya.

"Saya tidak tahu alasannya. Tapi yang jelas kita sekarang lanjutkan lagi kerja sama itu untuk mendalami lebih jauh," demikian Edhy Prabowo.

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

Peringatan Muhammadiyah: Elite Jangan Manfaatkan Pandemi Covid-19 Sebagai Komoditas Politik
Politik

Peringatan Muhammadiyah: Eli..

21 September 2020 12:55
Terjangkit Covid-19, Menag Fachrul Razi Jalani Karantina Di Rumah Sakit
Politik

Terjangkit Covid-19, Menag F..

21 September 2020 12:47
Pilkada Bisa Jadi Awal Keretakan Jokowi Dengan NU Dan Muhammadiyah
Politik

Pilkada Bisa Jadi Awal Keret..

21 September 2020 12:45
Ben Bland: Kontradiksi Jokowi Bikin Investor Hingga Kelompok Akademisi Bingung
Politik

Ben Bland: Kontradiksi Jokow..

21 September 2020 12:39
Andi Arief: Ada Sinyal Hanya 31 Persen Partisipasi Pemilih, So?
Politik

Andi Arief: Ada Sinyal Hanya..

21 September 2020 12:29
Keadaan Mendesak, Muhammadiyah Desak Jokowi Terbitkan Perppu Penundaan Pilkada
Politik

Keadaan Mendesak, Muhammadiy..

21 September 2020 12:26
Muhammadiyah Minta Presiden Evaluasi Penanganan Covid-19, Bila Diperlukan Ambil Alih Dan Pimpin Langsung
Politik

Muhammadiyah Minta Presiden ..

21 September 2020 12:13
Dukung Keluarga Jokowi, Saiful Anam: Kemungkinan Untuk Mengamankan Gerindra Dan Bisnis Sandiaga
Politik

Dukung Keluarga Jokowi, Saif..

21 September 2020 12:05