Logika Fahri Hamzah: Ekspor Benih Lobster Legal, Tindak Penyelundupan Hilang

Waketum Gelora Fahri Hamzah/Net

Setelah 20 tahun berkecimpung di dunia politik hingga puncaknya menjadi pimpinan DPR RI, Fahri Hamzah membanting stir dan memulai usaha pembudidayaan hasil laut pasca tidak lagi menjadi pejabat negara. Budidaya itu dilakukan di kampungnya di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Langkah Fahri menjadi pengusaha lobster ramai dibicarakan menyusul pemberitaan salah satu media nasional tentang siapa saja pengusaha yang mendapat izin dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai eksportir benih lobster pasca Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo menerbitkan Peraturan Menteri 12/ 2020 tentang Pengelolaan Lobster, Kepiting, dan Rajungan.

Namun demikian, wakil ketua umum Partai Gelora ini enteng saja menanggapi. Menurutnya, penerbitan Permen 12/2020 justru menjadi medan terbuka bagi semua pengusaha yang serius dalam bisnis lobster.

Permen itu justru dianggap Fahri akan menghilangkan adanya tindak pidana penyelundupan benih lobster yang marak terjadi saat ekspor benih lobster atau yang biasa disebut benur itu dilarang

“Justru kalau ekspor terbuka maka penyelundupan hilang. Logikanya ngapain nyelundup kalau jalur legal lebih jelas. Menurut saya justru penolakan ekspor untungkan penyelundup dengan permainan terbatas dan menyogok sepanjang jalan,” kata Fahri melalui di akun Twitter miliknya @Fahrihamzah, Senin (6/7).

Sementara menanggapi bisnis hasil laut terutama lobster yang ditekuni, Fahri mengaku itu bukan barang baru. Sebab, dia adalah orang pesisir dan telah mulai menekuni secara intens sejak jabatan tanggal.

“Keluarga saya juga keluarga nelayan dan petambak udang dan ikan. Lobster bukan dunia baru. Saya paham peta,” lanjutnya.

“Saya kan pensiunan (sejak 1/10/2019) jadi boleh bisnis sekarang. Kalau saya nggak boleh jadi pengusaha terus saya harus jadi apa?” demikian Fahri Hamzah.

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

KKP Diminta Tidak Ragu Cabut Izin Eksportir Benih Lobster Pelanggar Hukum
Politik

KKP Diminta Tidak Ragu Cabut..

24 September 2020 06:37
Istana Merespons Gatot, Sebut Isu PKI Sengaja Didengungkan Jelang 30 September
Politik

Istana Merespons Gatot, Sebu..

24 September 2020 05:51
Pilkada 2020 Tidak Sensitif, Netfid: Nyawa Manusia Tidak Bisa Diganti!
Politik

Pilkada 2020 Tidak Sensitif,..

24 September 2020 05:32
Sudjiwo Tedjo: Mereka Yang Tak Mau Menunda Pilkada Tidak Yakin Kemampuan Pak Luhut?
Politik

Sudjiwo Tedjo: Mereka Yang T..

24 September 2020 04:41
Deklarasi KAMI Karawang Terganjal Izin, Syahganda: Pidato Gatot Sudah Dinanti Di Rengasdengklok
Politik

Deklarasi KAMI Karawang Terg..

24 September 2020 03:57
Fahira Idris: PR Nadiem Adalah Jadikan Mapel Sejarah Sebagai Penguat Pendidikan Karakter
Politik

Fahira Idris: PR Nadiem Adal..

24 September 2020 03:29
Jokowi Perlu Undang NU, Muhammadiyah Hingga Komnas HAM Untuk Bahas Pilkada 2020
Politik

Jokowi Perlu Undang NU, Muha..

24 September 2020 03:01
Di Tengah Pandemi, Khofifah Salurkan Beasiswa Rp 11,3 M Untuk 850 Guru Madrasah Diniyah
Politik

Di Tengah Pandemi, Khofifah ..

24 September 2020 02:13