UAS Ungkap Apa Yang Terjadi Sebenarnya Pasca Pertemuan Dengan Prabowo Pada 2019

Ustadz Abdul Somad (UAS)/Net

Publik mungkin belum melupakan ketika masa Pilpres 2019 lalu, Ustadz Abdul Somad, yang akrab disapa UAS, melakukan tatap muka dengan calon presiden kala itu, Prabowo Subianto. Dalam pertemuan itu, UAS memberikan banyak wejangan kepada Prabowo. Bahkan UAS menyentuh dada Prabowo dan menyampaikan bahwa ia bermimpi Prabowo akan memegang mandat sebagai presiden.

Dalam acara perbincangan virtual antara Presiden Nusantara Foundation di Amerika Serikat, Ustadz Imam Shamsi Ali, dengan UAS, yang diunggah ke YouTube, dan juga disebarkan ke Twitter, Senin (6/7), terungkap bagaimana perasaan UAS kala itu.

UAS mengatakan, ia mendukung gagasan-gagasan Prabowo, dan senang bisa bertatap muka dengan Prabowo. Namun, pertemuan itu bukankah kehendaknya pribadi tetapi berdasarkan pesan para ulama.

"Saya tidak pernah menyampaikan pendapat saya pribadi dalam setiap pembicaraan atau ceramah-ceramah saya. Begitu pula saat saya bertemu dengan Prabowo," ungkap UAS.

"Saya mengikuti ijtihat ulama. Ada tiga orang yang menyarankan saya untuk bertemu Pak Prabowo," lanjut UAS.

UAS menegaskan ia adalah orang yang patuh pada ulama. Dan kedatangannya kepada Prabowo bukan karena ia mendukungnya. Sebab ia tidak mendukung individu atau sosok orangnya. Yang ia dukung adalah gagasan dan ide-idenya.

"Ide-ide bisa dibawa oleh siapa pun. Gagasan dan ide bisa didukung oleh orang lain," ujar UAS.

Usai pertemuan dengan Prabowo, UAS mengaku mendapatkan hikmah yang luar biasa. 

"Andai saat itu saya aman-aman saja maka desertasi saya tidak akan jadi.

Setelah ketemu Prabowo, tanggal 12 Maret saya menghilang. Saat itu nomor saya diretas, Twitter saya diretas, saya dibully..., maka di situlah saya memfokuskan diri kepada desertasi saya. Saya fokus menulis, tidak melihat hape, media sosial, saya terus menulis, hingga akhirnya desertasi itu selesai," kisah UAS.

Ia menuturkan refensi untuk desertasinya sudah menumpuk sejak tahun-tahun sebelumnya, tetapi selalu saja ada halangan untuk menyelesaikannya. Berkat pertemuannya dengan Prabowo, berkat segala bullian yang ia terima, ia memiliki waktu untuk lebih banyak diam dan fokus pada rencananya semula.

Disertasi doktoral setebal 600 halaman tu pun selesai.

Pada Juli, UAS berangkat ke Sudan. Dia pun menjalani sidang untuk desertasinya dan lulus pada Desember 2019.

"Rencana Allah luar biasa. Saya hanya berusaha baik, maka Allah kasih baik," ujar UAS.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Silahkan Megawati Salahkan Demo Anarkis, Tapi Tidak Boleh Asal Tuduh Pada Milenial
Politik

Silahkan Megawati Salahkan D..

30 Oktober 2020 06:33
Kembalikan Kepercayaan Publik, Jokowi Disarankan Segera Rombak Kabinetnya
Politik

Kembalikan Kepercayaan Publi..

30 Oktober 2020 06:22
Bukan PDIP, Selama Jadi Presiden Jokowi Bergantung Pada Luhut, Airlangga Dan BG
Politik

Bukan PDIP, Selama Jadi Pres..

30 Oktober 2020 06:01
Suharso Naik Jet Pribadi Saat Urus Partai, PPP: Tidak Gunakan Dana Partai
Politik

Suharso Naik Jet Pribadi Saa..

30 Oktober 2020 01:59
Wiku Adisasmito: Sumpah Pemuda Harus Jadi Momen Persatuan Lawan Covid-19
Politik

Wiku Adisasmito: Sumpah Pemu..

29 Oktober 2020 23:37
Di Hadapan Pompeo, GP Ansor Bicara Islam Kasih Sayang
Politik

Di Hadapan Pompeo, GP Ansor ..

29 Oktober 2020 22:38
Cakada Mura Diduga Positif Covid-19, MAKI: Tanda Tanya Besar, Kenapa Ditutupi?
Politik

Cakada Mura Diduga Positif C..

29 Oktober 2020 22:25
Milenial Dikritik Mega, FAM-I: Jangan Ciut, Mereka Tak Siap Dengan Perubahan
Politik

Milenial Dikritik Mega, FAM-..

29 Oktober 2020 21:59