Wibawa Negara Dipermalukan Djoko Tjandra, Ubedilah Badrun Desak Jokowi Tegur Dua Menteri Ini

Direktur Eksekutif Center for Social Political Economic and Law Studies (Cespels), Ubedilah Badrun/Net

Wibawa negara telah dipermalukan oleh buronan Kejaksaan Agung yang dengan mudah lalu lalang di negeri ini. Langkah tegas harus segera diambil Presiden Joko Widodo untuk memperbaiki wibawa negara tersebut.

Direktur Eksekutif Center for Social Political Economic and Law Studies (Cespels), Ubedilah Badrun mendesak agar Jokowi menegur secara keras Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly Hamonangan dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

Dalam kasus ini, Ubedilah Badrun menyoroti dua permasalahan yang terjadi. Pertama, soal bebasnya Djoko Tjandra masuk dan keluar dari Indonesia.

Bahkan, Djoko Tjandra sempat datang mengajukan sendiri permohonan Peninjauan Kembali (PK) ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada 8 Juni 2020 yang lolos dari pantauan aparat.

"Ini menunjukan bahwa hukum di Indonesia masih diskriminatif dan tebang pilih. Orang-orang tertentu diberikan semacam kelonggaran karena diistimewakan," ucap Ubedilah Badrun kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (8/7).

Selain itu, sambung Ubedilah, berbagai pihak yang kecolongan memberi jawaban yang lucu. Bahkan ada yang mengklaim bahwa Djoko Tjandra mengubah nama identitas dengan menghilangkan huruf “D” pada kata “Djoko” menjadi “Joko”.

Mirisnya lagi, masih lanjut Ubedilah, identitas berupa KTP-el tersebut dibuat di Jakarta dengan sangat mudah diperoleh Djoko Tjandra.

“Saat ini semua sudah berbasis digital secara sistem. Jadi kalau sampai ada orang mengubah nama seenaknya apalagi seorang buronan, itu artinya ada masalah serius di administrasi kependudukan kita," jelas Ubedilah.

Atas alasan itu, Ubedilah meminta Presiden Jokowi untuk segera menegur keras Mendagri Tito Karnavian yang membawahi masalah administrasi kependudukan.

Jokowi juga harus menegur Menkumham Yasonna atas akses keluar masuk Indonesia yang bisa dengan mudah dilintasi seorang buron.

"Ini juga mestinya menjadi perhatian serius Jokowi sebagai presiden untuk menegur Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Yasona Laoly,” tutupnya.

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

Peringatan Muhammadiyah: Elite Jangan Manfaatkan Pandemi Covid-19 Sebagai Komoditas Politik
Politik

Peringatan Muhammadiyah: Eli..

21 September 2020 12:55
Terjangkit Covid-19, Menag Fachrul Razi Jalani Karantina Di Rumah Sakit
Politik

Terjangkit Covid-19, Menag F..

21 September 2020 12:47
Pilkada Bisa Jadi Awal Keretakan Jokowi Dengan NU Dan Muhammadiyah
Politik

Pilkada Bisa Jadi Awal Keret..

21 September 2020 12:45
Ben Bland: Kontradiksi Jokowi Bikin Investor Hingga Kelompok Akademisi Bingung
Politik

Ben Bland: Kontradiksi Jokow..

21 September 2020 12:39
Andi Arief: Ada Sinyal Hanya 31 Persen Partisipasi Pemilih, So?
Politik

Andi Arief: Ada Sinyal Hanya..

21 September 2020 12:29
Keadaan Mendesak, Muhammadiyah Desak Jokowi Terbitkan Perppu Penundaan Pilkada
Politik

Keadaan Mendesak, Muhammadiy..

21 September 2020 12:26
Muhammadiyah Minta Presiden Evaluasi Penanganan Covid-19, Bila Diperlukan Ambil Alih Dan Pimpin Langsung
Politik

Muhammadiyah Minta Presiden ..

21 September 2020 12:13
Dukung Keluarga Jokowi, Saiful Anam: Kemungkinan Untuk Mengamankan Gerindra Dan Bisnis Sandiaga
Politik

Dukung Keluarga Jokowi, Saif..

21 September 2020 12:05