Harapan Gerindra Soal Subsidi Rapid Test Dan Kuota Internet Santri Diamini Jokowi

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani/Net

Usulan subsidi kuota internet bagi pelajar serta rapid test gratis bagi para santri di pondok pesantren mendapat tanggapan positif Presiden Joko Widodo.

Jokowi telah merumuskan pemberian kuota internet kepada pendidik dan pelajar guna mendukung kegiatan belajar mengajar di rumah. Sedangkan subsidi rapid test bagi para santri telah ditetapkan sebesar Rp 2,6 triliun oleh Pemerintah Pusat.

Kabar baik itu disampaikan Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani saat bersama pimpinan MPR RI bertemu Presiden Jokowindi Istana Bogor, Bogor, Jawa Barat, Rabu siang (8/7).

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Muzani menyoroti kegiatan belajar mengajar dengan metode daring yang dikhawatirkan menurunkan kualitas pendidikan dan ujungnya kualitas SDM menjadi rendah. Matode daring juga menjadi masalah karena tak semua pelajar dan pengajar bisa mengakses internet.

"Ternyata pendidikan jarak jauh menimbulkan problem mutu karena ketidakcukupan antara pengajar dengan murid yang menyebabkan cara pendidikan tidak bisa dikontrol, baik karakter ataupun kualitas lainnya, akan tetapi hal ini tetap berlangsung," ujar Wakil Ketua MPR RI ini.

Dengan adanya biaya internet tentu menambah beban masyarakat saat ini. "Ini kami sampaikan kepada Presiden. Presiden mengakui masalah tersebut dan sedang mencari solusi untuk memecahkan persoalan ini," ungkap politisi Gerindra ini.

Hal lain yang disampaikan adalah keputusan pemerintah pusat yang telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,6 triliun untuk rapid test para santri di seluruh pelosok Nusantara.

Nantinya, akan ada subsidi untuk penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan kategori pondok pesantren, berkisar Rp 30 juta hingga Rp 50 juta. Subsidi diberikan mengingat besarnya biaya rapid test berkisar Rp 300.000-Rp 400.000 per orang.

"Soal subsidi ini tentu saja merupakan kabar bagus bagi perjuangan kami di parlemen," tegas Muzani.

Kebijakan tersebut membawa angin segar bagi Partai Gerindra. Sebab sebelumnya, Fraksi Gerindra melalui parlemen meminta pemerintah agar dapat memberikan subsidi kuota internet kepada para pelajar, mahasiswa, dan santri. Upaya tersebut dilakukan guna mendukung proses belajar mengajar daring selama masa pandemik Covid-19.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

FRONT PAGE | AHY Semakin Aduhai

Kamis, 13 Agustus 2020
Video

TANYA JAWAB CAK ULUNG | Seputar Aksi Menyelamatkan Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2020

Artikel Lainnya

Jokowi Ingin Bajak Momentum Krisis Untuk Lompatan Besar, Syarief Hasan: Semua Bisa Terjadi, Tergantung Kabinet
Politik

Jokowi Ingin Bajak Momentum ..

15 Agustus 2020 04:26
Pihak Polres Bandara Soekarno-Hatta Temui Pimpinan KPK Nawawi Pomolango Usai Tegur Mumtaz Rais
Politik

Pihak Polres Bandara Soekarn..

15 Agustus 2020 03:50
Maman Imanulhaq: HUT Ke 75 Indonesia, Momentum Tunjukkan Jatidiri Bangsa Disiplin
Politik

Maman Imanulhaq: HUT Ke 75 I..

15 Agustus 2020 03:23
Berperan Raih Kemerdekaan Indonesia, Muhammadiyah Minta Tokohnya Digelari Pahlawan Nasional
Politik

Berperan Raih Kemerdekaan In..

15 Agustus 2020 02:51
Sekjen JMSI Bertemu Ketua Forum Kadis Kominfo Bahas Regulasi Perusahaan Pers
Politik

Sekjen JMSI Bertemu Ketua Fo..

15 Agustus 2020 02:24
Jokowi Memastikan Omnibus Law Jadi Instrumen Percepatan Pemulihan Ekonomi
Politik

Jokowi Memastikan Omnibus La..

15 Agustus 2020 01:51
Mumtaz Rais Marah Akibat Ditegur Pimpinan KPK, Garuda Indonesia Ucapkan Terimakasih
Politik

Mumtaz Rais Marah Akibat Dit..

15 Agustus 2020 01:21
Perbandingan Gusdur Dengan Jokowi, Adhie Massardi: Gus Dur Tidak Berhitung 100 Hari Kerja, Tapi Langsung Bertindak
Politik

Perbandingan Gusdur Dengan J..

15 Agustus 2020 00:27