Mahfud MD: Draf Perpres Pelibatan TNI Atasi Terorisme Sedang Dipelototi

Menko Polhukam, Mahfud MD (tengah depan) bersama Kopassus TNI/Istimewa

Saat ini pemerintah tengah mempercepat penyelesaian draf Peraturan Presiden terkait pelibatan TNI dalam mengatasi aksi terorisme.

Demikian dikatakan Menko Polhukam, Mahfud MD saat melakukan kunjungan kerja ke Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Rabu (8/7).

Mahfud mengatakan, pemerintah tengah melakukan penyerasian dalam beberapa hal agar dapat diselesaikan secepatnya.

"Itu sekarang sedang disiapkan. Kita harus membuat itu, mudah-mudahan dalam waktu tidak lama bisa selesai. Sekarang sedang dipelototi untuk diselesaikan secepatnya, karena drafnya sudah ada, tinggal penyerasian beberapa hal agar semua berjalan baik,” kata Mahfud dilansir Kantor Berita RMOLakarta.

Terkait keterlibatan TNI dalam penanggulangan terorisme, Mahfud menegaskan sudah sesuai amanat undang-undang dan juga diatur dengan peraturan presiden.

"Dulu memang pikirannya terorisme itu adalah lebih ditekankan sebagai tindak pidana. Tindak pidana itu artinya hukum, maka namanya Undang-Undang Tindak Pidana Terorisme. Tetapi ternyata, tindak pidana saja tidak cukup karena ada hal-hal tertentu, di mana TNI harus terlibat di dalam skala tertentu, dalam jenis kesulitan tertentu, dalam situasi tertentu, dan dalam objek tertentu," urai Mahfud.

Selain itu, Mahfud meminta semua pihak agar jangan sekali-kali melakukan demoralisasi terhadap angkatan bersenjata Tanah Air.

"Saya yakin masa depan Indonesia akan menjadi lebih bagus dan labih maju, kita optimis untuk itu. Yang penting kita menjaga kebersatuan dan jangan sekali-kali melakukan demoralisasi terhadap angkatan bersenjata kita, terhadap militer kita, TNI kita, Polri kita, penegak hukum kita, dan semua yang dibangun dalam jaring-jaring pemerintahan kita di Indonesia ini,” sambungnya.

Di sisi lain, Mahfud kagum dengan pasukan khusus yang dimiliki Indonesia ini karena telah mengembangkan kemampuan dan keterampilannya di bidang pertahanan, persenjataan, dan sebagainya untuk menjaga pertahanan Indonesia.

"Saya tadi menulis kesan begini, dulu bangsa Indonesia itu berhasil memerdekakan Indonesia dengan hanya model semangat dan keberanian, tidak punya apa-apa. Sesudah Indonesia merdeka, kita membangun TNI yang ada Kopassus, kita bukan hanya punya keberanian, tetapi juga punya keterampilan dan juga peralatan,” pungkas Mahfud.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

FRONT PAGE | CATATAN KAMI, Dr Ahmad Yani

Jumat, 07 Agustus 2020
Video

RMOL World View | Di Balik Ledakan Lebanon Bersama Duta Besar RI untuk Lebanon, Hajriyanto Y Thohari

Jumat, 07 Agustus 2020

Artikel Lainnya

Direktur KPN: Poster Anies-AHY Hanya Pansos, Karena Popularitas Itu Penting
Politik

Direktur KPN: Poster Anies-A..

11 Agustus 2020 12:50
Istana Larang Pajang Foto Jokowi, Iwan Sumule: Ini Klenik Atau 17 Agustus Terakhir Jadi Presiden?
Politik

Istana Larang Pajang Foto Jo..

11 Agustus 2020 12:47
Prabowo Disebut Bakal Gantikan Maruf Amin, PPP: Isu Murahan!
Politik

Prabowo Disebut Bakal Gantik..

11 Agustus 2020 12:27
Prabowo Diisukan Bakal Geser KH Ma’ruf Amin, Gerindra: Isu Mau Pecah NU Dan Jokowi
Politik

Prabowo Diisukan Bakal Geser..

11 Agustus 2020 12:25
Pernah Ditolak Jokowi, Natalius Pigai Ragu Fadli Zon Mau Menerima Penghargaan Bintang Jasa
Politik

Pernah Ditolak Jokowi, Natal..

11 Agustus 2020 11:59
Menggeser Maruf Amin Tidak Semudah Mencopot Menteri
Politik

Menggeser Maruf Amin Tidak S..

11 Agustus 2020 11:56
Bakal Deklarasikan Dukungan Kepada Akhyar Nasution, Forum Eksponen 98 PDIP Ajak Kader Tetap Gembira
Politik

Bakal Deklarasikan Dukungan ..

11 Agustus 2020 11:45
Jubir Jokowi: Pegawai KPK Jadi ASN Bukan Melemahkan, Tapi Memperkuat Institusi
Politik

Jubir Jokowi: Pegawai KPK Ja..

11 Agustus 2020 11:22