Sudah Marah-marah, Tapi Bantahan Wapres Bukti Jokowi Belum Bahas Reshuffle Di Internal

Presiden Joko Wododo/Net

Memasuki era new normal angka yang terinfeksi Covid-19 masih tinggi, sedangkan tujuan pemberlakuan new normal agar ekonomi bisa kembali bergerak.

Pemerhati politik sekaligus Direktur Mahara Leadership, Iwel Sastra mengatakan, karena harapan ini belum terlihat, sehingga membuat Presiden Joko Wododo menjadi jengkel dan marah-marah.

Apalagi Jokowi sampai mengeluarkan kata-kata, "karena saya merasakan ini mengerikan loh. Bukan hal yang biasa. Ini mengerikan".

Menurut Iwel Sastra, dari segi komunikasi publik, pernyataan Jokowi itu malah mengerikan.

Ketika seorang Presiden mengungkapkan situasi sekarang mengerikan, dan pernyatan ini sampai kepada rakyat. Walau sebenarnya pernyataan ini ditujukan kepada para menteri.

Untuk menekan para menteri memperhatikan masalah ini secara serius, lanjut Iwel Sastra, tentu Jokowi memiliki hak untuk memberikan peringatan bahwa yang tidak bisa bekerja maksimal dan memiliki gagasan luar biasa dalam mengatasi krisis, akan segera diganti.

Namun, jelas Iwel Sastra, reshuffle kabinet masih sebatas wacana, karena kepala negara belum mengajak orang-orang terdekatnya membahas masalah tersebut.

"Sepertinya belum pernah dibahas secara internal, sehingga wajar Mensesneg, Kepala KSP hingga Wakil Presiden membantah kalau akan terjadi pergantian anggota kabinet," ucapnya saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (10/7).

Hari ini, Wakil Presiden Maruf Amin menegaskan, hingga saat ini Presiden Joko Widodo belum memiliki rencana untuk merombak kabinet.

Menurut Wapres, sikap Presiden dalam rapat kabinet beberapa waktu lalu hanya berupa teguran kepada para menteri. Terutama menteri yang bekerja lambat di masa pandemik Covid-19.

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Qodari: Pencabutan Lampiran Miras Bukti Presiden Jokowi Demokratis
Politik

Qodari: Pencabutan Lampiran ..

03 Maret 2021 00:49
Ali Fikri: KPK Bukan BUMN Yang Memberi Pemasukan Kas Negara
Politik

Ali Fikri: KPK Bukan BUMN Ya..

03 Maret 2021 00:33
Ingatkan Jokowi, Said Aqil: Kebijakan Investasi Harus Berlandas Kemaslahatan Bersama
Politik

Ingatkan Jokowi, Said Aqil: ..

02 Maret 2021 23:52
Jokowi Cabut Perpres Investasi Miras, Prof Abdul Mu'ti: Pemerintah Harus Lebih Sensitif Masalah Akhlak
Politik

Jokowi Cabut Perpres Investa..

02 Maret 2021 22:57
Yusril Ihza Mahendra: Jokowi Harus Terbitkan Perpres Baru Pengganti 10/2021
Politik

Yusril Ihza Mahendra: Jokowi..

02 Maret 2021 21:48
Yakin Tanpa Ada Perpecahan, ARB Dukung Mubes Kosgoro 1957 Di Cirebon
Politik

Yakin Tanpa Ada Perpecahan, ..

02 Maret 2021 21:43
Ketika Teka-teki Status SBY Sebagai Pendiri Demokrat Diungkap Di Obrolan Kantin Biru
Politik

Ketika Teka-teki Status SBY ..

02 Maret 2021 21:24
Apresiasi Jokowi Cabut Lampiran Perpres Miras, Hergun: Ingat, UU Ciptaker Mengusung Semangat Ketuhanan
Politik

Apresiasi Jokowi Cabut Lampi..

02 Maret 2021 21:01