Hersubeno: Jokowi Diberi Data Salah Saat Marah-marah, Siapa Yang Memberi?

Wartawan Senior Hersubeno Arief/Repro

Ada keanehan saat Presiden Joko Widodo mengungkapkan kekesalannya pada para menteri terkait penyerapan anggaran penanganan Covid-19.

Seperti soal besaran anggaran kesehatan. Saat sidang kabinet (18/6), Jokowi menyebut besaran anggaran Rp 75 triliun dengan penyerapan hanya Rp 1,53 triliun.

"Tapi kemudian dibantah oleh komisi IX (DPR). Dikatakan bahwa angkanya jauh lebih besar," kata wartawan senior, Hersubeno Arief dalam diskusi daring KMPK bertajuk 'Menggugat UU 2/2020: Aspek Sosial dan Kesehatan Terabaikan', Jumat (10/7).

Hersubeno melanjutkan, angka yang diberikan ke Kementerian Kesehatan untuk penanganan Covid-19 berdasarkan keterangan DPR Komisi IX mencapai Rp 87,5 triliun.

"Tetapi yang Rp 61,2 triliun digunakan oleh departemen keuangan. Artinya hanya sekitar Rp 25 triliun yang digunakan untuk penanganan Covid dan itu penyerapannya pun baru sekitar 19 persen," ucap Hersubeno.

Dari data tersebut, Hersubeno menyimpulkan bahwa Jokowi marah-marah dengan data yang salah. Ia pun mempertanyakan pihak yang menyajikan data tersebut kepada Jokowi yang sejatinya seorang kepala negara sekaligus kepala pemerintahan.

"Karena kita tahu ketika presiden marah-marah itu membaca teks. Maka kemudian banyak becandaan, marah kok pakai teks. Nah, siapa yang memberi data ini? Apa maksudnya memberikan data yang salah kepada presiden," tandasnya.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Nadiem Minta Maaf, Berharap Muhammadiyah, NU, dan PGRI Bergabung Program POP

Selasa, 28 Juli 2020
Video

Jokowi: Saya Tidak Tahu Sebabnya Apa, Minggu-minggu Terakhir Ini Masyarakat Khawatir Covid-19

Senin, 03 Agustus 2020

Artikel Lainnya

Antisipasi Jurang Resesi, PKB Desak Jokowi Segera Normalisasi Anggaran Kementan Dan KKP
Politik

Antisipasi Jurang Resesi, PK..

07 Agustus 2020 05:57
Antisipasi Kehilangan Kepercayaan Rakyat, Jokowi Disarankan Segera Tepati Janji Politiknya
Politik

Antisipasi Kehilangan Keperc..

07 Agustus 2020 05:33
Yahya Cholil Staquf Sebut NU Ikut POP Kemendikbud, LP Ma'arif: Kami Tidak Tahu Menahu
Politik

Yahya Cholil Staquf Sebut NU..

07 Agustus 2020 02:18
Bertemu Internal Dengan Fraksi Demokrat, AHY Bahas Situasi Nasional Terkini
Politik

Bertemu Internal Dengan Frak..

07 Agustus 2020 01:09
Jokowi Terbitkan Inpres Pelanggar Protokol Kesehatan, DPR: Sanksi Harus Mendidik Dan Ada Efek Jera
Politik

Jokowi Terbitkan Inpres Pela..

07 Agustus 2020 00:22
KH Yahya Cholil Staquf Sebut NU Tetap Ikut POP Kemendikbud
Politik

KH Yahya Cholil Staquf Sebut..

06 Agustus 2020 23:54
Indef: Minus 5,32 Persen Saat Pandemik Corona Mengkonfirmasi Struktur Ekonomi Era Rezim Jokowi Rapuh
Politik

Indef: Minus 5,32 Persen Saa..

06 Agustus 2020 23:14
Ekonom Prediksi Perekonomian Nasional Akan Membaik Di Kuartal III
Politik

Ekonom Prediksi Perekonomian..

06 Agustus 2020 22:34