Beri Angin Segar, RUU Cipta Kerja Diharapkan Tingkatkan Investasi Hingga 7 Persen

Penyerahan draf RUU Cipta Kerja oleh pemerintah kepada DPR RI beberapa waktu lalu/Ist

Sektor ekonomi yang turut terdampak akibat Covid-19 harus diakali dengan investasi yang cukup besar. Namun dengan adanya omnibus law RUU Cipta Kerja, investor dan pencari kerja seakan mendapat angin segar di tengah kesulitan yang sedang dihadapi.

Menurut Ketua Komite Tenaga Kerja dan Jaminan Sosial untuk Upah, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Aloysius Budi Santoso, adanya RUU Cipta Kerja diharapkan mengubah struktur ekonomi agar mampu menggerakkan semua sektor dan membuat ekonomi tumbuh hingga 5,7-6 persen.

“Agar ekonomi tumbuh 6% di tahun 2024, maka pertumbuhan investasi harus sebesar 40% dari nilai investasi di tahun 2019, atau dari rata-rata 3.200 T pada periode 2015-2019 menjadi rata-rata 4.400 T pada periode 2020-2024,” ujar Aloysius Budi Santoso dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (11/7).

Target pertumbuhan ekonomi itu bisa digenjot dengan penciptaan lapangan kerja 2,7 juta-3 juta per tahun melalui omnibus law. Sementara bila tanpa omnibus law, hanya tercipta 2 juta-2,5 juta lapangan kerja berkualitas.

“Kami juga dorong peningkatan investasi sebanyak 6,6-7,0 persen yang meningkatkan income dan daya beli, serta mendorong peningkatan konsumsi. Kemudian peningkatan produktivitas yang akan diikuti peningkatan upah, sehingga dapat meningkatkan income, daya beli dan konsumsi,” jelasnya.

Oleh sebab itu, ia menilai RUU Cipta Kerja diharapkan pelaku usaha dan investor membawa dampak positif bagi masyarakat dan perekonomian negara.

“RUU Cipta Kerja ini berbicara tentang bagaimana kita sebagai negara bisa lebih efektif dan efisien dengan penyederhanaan perizinan usaha dan investasi,” demikian Aloysius Budi Santoso.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Nadiem Minta Maaf, Berharap Muhammadiyah, NU, dan PGRI Bergabung Program POP

Selasa, 28 Juli 2020
Video

Jokowi: Saya Tidak Tahu Sebabnya Apa, Minggu-minggu Terakhir Ini Masyarakat Khawatir Covid-19

Senin, 03 Agustus 2020

Artikel Lainnya

Antisipasi Jurang Resesi, PKB Desak Jokowi Segera Normalisasi Anggaran Kementan Dan KKP
Politik

Antisipasi Jurang Resesi, PK..

07 Agustus 2020 05:57
Antisipasi Kehilangan Kepercayaan Rakyat, Jokowi Disarankan Segera Tepati Janji Politiknya
Politik

Antisipasi Kehilangan Keperc..

07 Agustus 2020 05:33
Yahya Cholil Staquf Sebut NU Ikut POP Kemendikbud, LP Ma'arif: Kami Tidak Tahu Menahu
Politik

Yahya Cholil Staquf Sebut NU..

07 Agustus 2020 02:18
Bertemu Internal Dengan Fraksi Demokrat, AHY Bahas Situasi Nasional Terkini
Politik

Bertemu Internal Dengan Frak..

07 Agustus 2020 01:09
Jokowi Terbitkan Inpres Pelanggar Protokol Kesehatan, DPR: Sanksi Harus Mendidik Dan Ada Efek Jera
Politik

Jokowi Terbitkan Inpres Pela..

07 Agustus 2020 00:22
KH Yahya Cholil Staquf Sebut NU Tetap Ikut POP Kemendikbud
Politik

KH Yahya Cholil Staquf Sebut..

06 Agustus 2020 23:54
Indef: Minus 5,32 Persen Saat Pandemik Corona Mengkonfirmasi Struktur Ekonomi Era Rezim Jokowi Rapuh
Politik

Indef: Minus 5,32 Persen Saa..

06 Agustus 2020 23:14
Ekonom Prediksi Perekonomian Nasional Akan Membaik Di Kuartal III
Politik

Ekonom Prediksi Perekonomian..

06 Agustus 2020 22:34