Gus Nabil PDIP: Pemerintah Jangan Ada Ego Sektoral Dalam Tangani Krisis Covid - 19

Gus Nabil PDIP/RMOL

RMOL.  Presiden Joko Widodo kembali mengumpulkan anak buahnya. Kali ini, Jokowi mengumpulkan para menterinya yang memiliki anggaran besar. Kepada menteri-menterinya tersebut, dia meminta agar anggaran terserap dengan cepat tanpa menunggu.

Politisi PDI Perjuangan Muhammad Nabil Haroen menyampaikan, pemerintah harus mengevaluasi penggunaan anggaran penanganan virus corona baru (Covid-19). Selama ini, banyak perdebatan di ruang publik yang mengkritisi anggaran penanganan Covid-19 yang tidak tepat sasaran.

“Maka, harus ada pertanggungjawaban ke publik, dengan akses informasi yang transparan,” ujar Gus Nabil kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (12/7).

Disinggung mengenai kemarahan Jokowi lantaran para pembantunya lamban menyerap anggaran. Gus Nabil berpandangan bahwa hal itu menjadi cambuk bagi para menteri saat dievaluasi sang presiden.

“Presiden punya hak untuk mengganti Menteri atau menyegarkan kabinet. Tapi, sekali lagi, itu hak Presiden. Sebagai anggota Komisi IX DPR RI, saya ingin agar para Menteri, yang selama ini bekera keras dan kreatif dalam mengeksekusi kebijakan strategis mendapat apresiasi, sebaliknya para menteri yang kurang tanggap juga harus ada peringatan,” ujarnya.

Menurutnya, menteri-menteri di kabinet Indonesia Maju harus lebih visioner dalam melakukan penyerapan anggaran. Pasalnya, pandemik Covid-19 ini membutuhkan kerjasama lintas kementerian, lintas pihak. Sehingga program-progam atau kebijakan juga harus melalui lintas kementerian.

“Maka, jangan sampai ada ego sektoral, serta miskomunikasi antar Menteri. Kita lihat, pada awal Pandemi muncul, beberapa Menteri dan Pejabat Kementerian terlihat saling beda pernyataan, bingung dalam menyampaikan informasi publik yang jelas dan komprehensif. Ini harus jadi catatan untuk evaluasi bersama,” tandasnya.

Kolom Komentar


Video

FRONT PAGE | CATATAN KAMI, Dr Ahmad Yani

Jumat, 07 Agustus 2020
Video

RMOL World View | Di Balik Ledakan Lebanon Bersama Duta Besar RI untuk Lebanon, Hajriyanto Y Thohari

Jumat, 07 Agustus 2020

Artikel Lainnya

Direktur KPN: Poster Anies-AHY Hanya Pansos, Karena Popularitas Itu Penting
Politik

Direktur KPN: Poster Anies-A..

11 Agustus 2020 12:50
Istana Larang Pajang Foto Jokowi, Iwan Sumule: Ini Klenik Atau 17 Agustus Terakhir Jadi Presiden?
Politik

Istana Larang Pajang Foto Jo..

11 Agustus 2020 12:47
Prabowo Disebut Bakal Gantikan Maruf Amin, PPP: Isu Murahan!
Politik

Prabowo Disebut Bakal Gantik..

11 Agustus 2020 12:27
Prabowo Diisukan Bakal Geser KH Ma’ruf Amin, Gerindra: Isu Mau Pecah NU Dan Jokowi
Politik

Prabowo Diisukan Bakal Geser..

11 Agustus 2020 12:25
Pernah Ditolak Jokowi, Natalius Pigai Ragu Fadli Zon Mau Menerima Penghargaan Bintang Jasa
Politik

Pernah Ditolak Jokowi, Natal..

11 Agustus 2020 11:59
Menggeser Maruf Amin Tidak Semudah Mencopot Menteri
Politik

Menggeser Maruf Amin Tidak S..

11 Agustus 2020 11:56
Bakal Deklarasikan Dukungan Kepada Akhyar Nasution, Forum Eksponen 98 PDIP Ajak Kader Tetap Gembira
Politik

Bakal Deklarasikan Dukungan ..

11 Agustus 2020 11:45
Jubir Jokowi: Pegawai KPK Jadi ASN Bukan Melemahkan, Tapi Memperkuat Institusi
Politik

Jubir Jokowi: Pegawai KPK Ja..

11 Agustus 2020 11:22