Satyo Purwanto: Negara Bisa Bangkrut Kalau Kabinet Jokowi Remehkan Covid-19

Ratas Kabinet Jokowi bahas dampak Corona/Net

Menteri Kabinet periode kedua Presiden Joko Widodo saat ini dinilai tidak memiliki kemampuan bekerja dengan baik. Imbasnya bisa membuat negara bangkrut.

Begitu kata Direktur Ekskutif Oversight of Indonesia's Democratic Policy, Satyo Purwanto saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL.

Satyo mengingatkan kembali respons pemerintah saat kasus virus corona baru (Covid-19) baru diumumkan dan menjalar di China. Menurut Satyo, respons pemerintah Indonesia melalui menteri-menterinya Jokowi ialah sangat meremehkan Covid-19.

"Bahkan ketika masyarakat panik, menteri-menteri makin bikin pernyataan lucu-lucuan, bahkan Menkes ngomong Covid-19 ini flu, batuk, pilek biasa, masyarakat hanya disuruh berdoa dalam menghadapi pandemik Covid-19, akhirnya tidak ada upaya untuk melakukan deteksi dini maupun kebijakan-kebijakan yang mengarah pada upaya mitigasi dan pencegahan," ucap Satyo Purwanto kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (12/7).

Tak hanya itu kata Satyo, pemerintah juga malah meningkatkan promosi untuk wisawatan yang mencari alternatif destinasi karena pembatalan kunjungan ke negara-negara yang terkontaminasi Covid-19 saat itu. Seperti Tiongkok, Jepang, Korea Selatan dan lainnya.

"Jika dalam masa pandemik banyak negara melakukan penutupan lalu lintas perjalanan manusia, Pemerintah Indonesia justru menggelontorkan anggaran sebesar Rp 103 miliar rupiah untuk promosi wisata, Rp 25 miliar rupiah untuk mengembangkan destinasi pariwisata, dan Rp 72 miliar rupiah untuk influencer dalam rangka mendorong peningkatan wisatawan ke Indonesia pada saat itu, kan aneh bin nyata," jelas Satyo.

Menurut mantan Sekjen ProDem ini, persoalan terberat sebenarnya bukan pada perubahan drastis yang terjadi, melainkan pada faktor penggerak perubahan-perubahan yang sifatnya sulit diprediksi.

"Disinilah perlu adanya orang-orang yang memiliki kompetensi dalam melakukan konstruksi dari kontijensi planning untuk mengambil tindakan preventif akibat kontraksi ekonomi, sosial dan politik akibat Covid-19 yang pasti akan terjadi," terang Satyo.

Sehingga sambung Satyo, jika kabinet Jokowi dipenuhi orang-orang yang tidak kapabel, maka akan berakibat banyak menteri yang ngelantur mengurusi urusan yang bukan pekerjaannya.

"Atau menteri-menteri yang terlihat asal kelihatan bekerja dan mengurusi kasus-kasus basi, negara bisa bangkrut diurus orang yang gak paham apa dan bagaimana yang mesti dikerjakannya dalam situasi darurat akibat Covid-19," pungkas Satyo.

Kolom Komentar


Video

FRONT PAGE | CATATAN KAMI, Dr Ahmad Yani

Jumat, 07 Agustus 2020
Video

RMOL World View | Di Balik Ledakan Lebanon Bersama Duta Besar RI untuk Lebanon, Hajriyanto Y Thohari

Jumat, 07 Agustus 2020

Artikel Lainnya

Direktur KPN: Poster Anies-AHY Hanya Pansos, Karena Popularitas Itu Penting
Politik

Direktur KPN: Poster Anies-A..

11 Agustus 2020 12:50
Istana Larang Pajang Foto Jokowi, Iwan Sumule: Ini Klenik Atau 17 Agustus Terakhir Jadi Presiden?
Politik

Istana Larang Pajang Foto Jo..

11 Agustus 2020 12:47
Prabowo Disebut Bakal Gantikan Maruf Amin, PPP: Isu Murahan!
Politik

Prabowo Disebut Bakal Gantik..

11 Agustus 2020 12:27
Prabowo Diisukan Bakal Geser KH Ma’ruf Amin, Gerindra: Isu Mau Pecah NU Dan Jokowi
Politik

Prabowo Diisukan Bakal Geser..

11 Agustus 2020 12:25
Pernah Ditolak Jokowi, Natalius Pigai Ragu Fadli Zon Mau Menerima Penghargaan Bintang Jasa
Politik

Pernah Ditolak Jokowi, Natal..

11 Agustus 2020 11:59
Menggeser Maruf Amin Tidak Semudah Mencopot Menteri
Politik

Menggeser Maruf Amin Tidak S..

11 Agustus 2020 11:56
Bakal Deklarasikan Dukungan Kepada Akhyar Nasution, Forum Eksponen 98 PDIP Ajak Kader Tetap Gembira
Politik

Bakal Deklarasikan Dukungan ..

11 Agustus 2020 11:45
Jubir Jokowi: Pegawai KPK Jadi ASN Bukan Melemahkan, Tapi Memperkuat Institusi
Politik

Jubir Jokowi: Pegawai KPK Ja..

11 Agustus 2020 11:22