Djoko Tjandra Seperti Dikasih Karpet Merah, Komisi III: Kita Enggak Usah Main Cilukba

Rapat Komisi III DPR RI bersama dengan Imigrasi/RMOL

Saat rapat dengar pendapat (RDP) di DPR, Komisi III ramai-ramai mencecar Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Jhoni Ginting mengenai kasus buronan Djoko Tjandra yang 'lolos' masuk ke Indonesia dan membuat paspor.

Anggota Komisi III DPR fraksi Demokrat, Benny Kabur Harman bahkan mengatakan bahwa buronan kasus bank Bali tersebut terkesan diberi karpet merah oleh pemerintah.

"Apabila dokumen-dokumen ini benar, kita enggak usah ikut main cilukba, ini permainan," ungkapnya sembari menunjukkan fotocopy paspor yang dikeluarkan Imigrasi Jakarta Utara di ruang rapat, Senin (13/7).

"Saya rasa publik punya akal sehat untuk buat penilaian. Tapi penjelasan dan dokumen yang ada, makin meyakinkan kita bahwa masuknya Djoko ini memang dikawal, dikasih karpet merah oleh pemerintah," imbuhnya menegaskan.

Benny lantas membeberkan kronologis 'lolosnya' Djoko Tjandra yang disebut telah menjadi warga negara Papua Nugini. Pada 5 Mei 2020, polisi lewat divisi hubungan internasional mengirim surat perihal penyampaian red notice.

Kemudian pada 13 mei 2020 penghapusan nama Djoko Tjandra dari sistem DPO pada SIMKIM Imigrasi. Selanjutnya, pada 27 juni 2020 ada permintaan DPR dari Kejagung supaya Djoko Tjandra berstatus DPO.

"Tanggal 3 juli 2020 Kejagung kirim surat lagi perihal pecegahan ke luar negeri atas nama Djoko Tjandra yang ditindaklanjuti Dirjen dan buat siar ke seluruh penjuru negara supaya dilakukan pencegahan atas nama Djoko Tjandra. Lalu 23 Juni ada juga paspornya," bebernya sambil menunjukkan fotocopy paspor Djoko Tjandra.

Atas dasar itu, ia meminta pemerintah terbuka soal kasus Djoko Tjandra agar terang benderang apa yang sebenarnya terjadi.

"Saya lebih setuju, lebih senang bila pemerintah terbuka bahwa kita memang membutuhkan Djoko di situasi Covid-19 ini untuk investasi. Mungkin juga bawa uang seperti yang dilakukan Menkumham jemput Maria di Serbia sana, kurang kerjaan juga menteri ini suruh saja poilisi jemputnya," selorohnya.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

DIALOG JALAN SUTERA - Buka Bukaan Hubungan Indonesia China

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

RMOL WORLD VIEW - 40 Tahun Yang Hangat, Bela Sawit Saling Menguat

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

BINCANG SEHAT - Siap Hadapi Musim Hujan Di Tengah Pandemi Covid

Rabu, 14 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Fokus Bawaslu Jabar Di Pilkada 2020: Awasi Netralitas ASN
Politik

Fokus Bawaslu Jabar Di Pilka..

21 Oktober 2020 12:39
Aktivis Diperlakukan Sopan Era Belanda, Warganet: Benar Kata Pak Rizal Ramli Di ILC
Politik

Aktivis Diperlakukan Sopan E..

21 Oktober 2020 12:27
Novita Wijayanti Berharap Pemerintah Dapat Lewati Fase Sulit Corona
Politik

Novita Wijayanti Berharap Pe..

21 Oktober 2020 11:53
Antisipasi Terpapar Covid-19, Komisi B DPRD DKI Pilih Gelar Rapat Di Bogor
Politik

Antisipasi Terpapar Covid-19..

21 Oktober 2020 11:48
Evaluasi Setahun Jokowi-Maruf, Eddy Soeparno: Pembangkit Listrik EBT Perlu Disegerakan
Politik

Evaluasi Setahun Jokowi-Maru..

21 Oktober 2020 11:45
Catatan KAMI Setahun Jokowi-Maruf: Kemiskinan Meningkat Tajam, Tapi Utang Naik Dua Kali Lipat Dari Era Soekarno Sampai SBY
Politik

Catatan KAMI Setahun Jokowi-..

21 Oktober 2020 11:45
Menilai Wajar Masyarakat Tak Puas Dengan Kinerja Jokowi-Maruf, Mahfud MD: Tingkat Kepercayaan Masih 68 Persen
Politik

Menilai Wajar Masyarakat Tak..

21 Oktober 2020 11:28
Mahfud Minta Kritik Pada MA Dan KPK Dipisah Dari Pemerintah
Politik

Mahfud Minta Kritik Pada MA ..

21 Oktober 2020 11:19