Dirjen Imigrasi Akui Masih Ada Jalur Tikus Yang Tak Terdeteksi Keimigrasian

Rapat Dirjen Imigrasi dengan Komisi III DPR RI/RMOL

Pihak imigrasi membeberkan masih ada jalur lain yang tidak terdeteksi alias ilegal yang digunakan orang masuk ke wilayah Indonesia.

Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi, Jhoni Ginting saat Rapat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPR, Komisi III DPR RI, Senin (13/7).

Mulanya, Jhoni Ginting menjelaskan alur masuk orang ke wilayah Indonesia wajib melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) untuk pemeriksaan dokumen sebagaimana diamanatkan UU 6/2011 tentang Keimigrasian.

"Petugas imigrasi melakukan pemeriksaan terhadap dokumen keimigrasian secara fisik dan kemudian melakukan scan di border control management (BCM)," ujar dia.

BCM selanjutnya akan membaca data keimigrasian dan melakukan verifikasi, yakni pengecekan, pencegahan, dan penangkalan. Kemudian, pengecekan visa, pengecekan pelintasan terakhir. Selanjutnya, pengecekan penyamaan data paspor lain lalu pengecekan sistem interpol.

Jhoni Ginting lantas mengurai TPI dan tempat pemeriksaan khusus (TPK) yang ada di Indonesia berikut jarak perbatasan antarwilayah di Indonesia dengan negara-negara tetangga.

"TPI udara ada 37, TPI laut 90, TPI pos lintas batas internasinal (PLBI) 11, TPI pos lintas batas tradisional (PLBT) 44, TPI pelabuhan tempat pemeriksaan khusus (TPK) 33. Total TPI itu ada 182, total TPK keseluruhan 33, ttal pintu masuk wilayah Indonesia, TPI dan TPK yaitu 215," urainya.

Jhoni lantas menguraikan perbatasan darat antara Idonesia dengan Timor Leste yang berjarak 268,8 KM, perbatasan Papua Indonesia dengan Papua Nugini berjarak 800 KM. Selanjutnya, perbatasan Kalimantan-Malaysia 2.019 KM yang terdiri dari Kalimantan Barat 982 KM, Kalimantan Utara sisanya.

"Ini belum yang traditional passage antara 3 provinsi yang ada di Thailand Selatan dengan Provinsi Aceh. Ada traditional passage mereka, kemudian ada traditional passage Johor Malaysia dengan Kepulauan Riau. Baik itu ke Batam, pulau-pulau dekat Batam, Tanjung Pinang, Tanjung Balai Karimun," ujar Jhoni Ginting.

"Kenapa kami sampaikan, ini bukan ngeles atau apa, tapi banyak juga pekerja migran Indonesia (PMI) kita yang ilegal dan masuk ke Malaysia, yang kita juga tidak tahu masuknya dari mana. Sehingga tidak semua garis perbatasan wilayah Indonesia dengan negara tetangga terdapat pos pemeriksaan keimigrasian," ungkapnya.

Celah tersbutlah yang diakuinya kerap dimanfaatkan oknum untuk keluar masuk Indonesia secara tidak resmi atau ilegal.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

FRONT PAGE | CATATAN KAMI, Dr Ahmad Yani

Jumat, 07 Agustus 2020
Video

RMOL World View | Di Balik Ledakan Lebanon Bersama Duta Besar RI untuk Lebanon, Hajriyanto Y Thohari

Jumat, 07 Agustus 2020

Artikel Lainnya

Direktur KPN: Poster Anies-AHY Hanya Pansos, Karena Popularitas Itu Penting
Politik

Direktur KPN: Poster Anies-A..

11 Agustus 2020 12:50
Istana Larang Pajang Foto Jokowi, Iwan Sumule: Ini Klenik Atau 17 Agustus Terakhir Jadi Presiden?
Politik

Istana Larang Pajang Foto Jo..

11 Agustus 2020 12:47
Prabowo Disebut Bakal Gantikan Maruf Amin, PPP: Isu Murahan!
Politik

Prabowo Disebut Bakal Gantik..

11 Agustus 2020 12:27
Prabowo Diisukan Bakal Geser KH Ma’ruf Amin, Gerindra: Isu Mau Pecah NU Dan Jokowi
Politik

Prabowo Diisukan Bakal Geser..

11 Agustus 2020 12:25
Pernah Ditolak Jokowi, Natalius Pigai Ragu Fadli Zon Mau Menerima Penghargaan Bintang Jasa
Politik

Pernah Ditolak Jokowi, Natal..

11 Agustus 2020 11:59
Menggeser Maruf Amin Tidak Semudah Mencopot Menteri
Politik

Menggeser Maruf Amin Tidak S..

11 Agustus 2020 11:56
Bakal Deklarasikan Dukungan Kepada Akhyar Nasution, Forum Eksponen 98 PDIP Ajak Kader Tetap Gembira
Politik

Bakal Deklarasikan Dukungan ..

11 Agustus 2020 11:45
Jubir Jokowi: Pegawai KPK Jadi ASN Bukan Melemahkan, Tapi Memperkuat Institusi
Politik

Jubir Jokowi: Pegawai KPK Ja..

11 Agustus 2020 11:22