Lonjakan Kasus Corona Di Ibukota Bukan Karena Lemahnya Pengawasan, Politikus Gerindra Beberkan Faktor Penyebabnya

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta fraksi Gerindra, Syarif/RMOL

Kasus positif virus corona baru (Covid-19) di Jakarta belakangan mengalami lonjakan yang signifikan. Padahal, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi di DKI Jakarta akan berakhir pada 16 Juli lusa.

Banyak yang menduga, peningkatan kasus di ibukota karena lemahnya pengawasan yang dilakukan jajaran Pemerintah Provinsi DKI. Sehingga masyarakat pun seolah leluasa melakukan pelanggaran protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.

Terkait dengan hal tersebut, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Syarif, membantah jika lonjakan kasus di ibukota terjadi lantaran pengawasan yang lemah.

Sebab Pemprov DKI Jakarta sendiri telah menerjunkan 2.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk membantu mengawasi penerapan PSBB transisi di ibukota.

Menurut Syarif, meroketnya kasus Covid-19 terjadi karena Pemprov DKI Jakarta gencar menjemput bola dengan melakukan pengetesan kepada masyarakat.

"Kenapa Covid naik? Karena ada lompatan peningkatan test PCR. Jadi makin ditambah alat, makin tinggi grafik dong," jelasnya saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (14/7).

Politikus Partai Gerindra ini menambahkan, faktor lainnya yang menyebabkan kasus Covid-19 di Jakarta melonjak karena adanya pelonggaran sejumlah sektor.

"Harusnya sifatnya bukan pelonggaran, tapi buka tutup. Jadi di kawasan itu jika ada peningkatan (kasus), ya ditutup. Jangan ada keraguan," tegasnya.

"Ahli epidemiologi kan sebenarnya tidak menginginkan ada pelonggaran. Tapi karena ada aspek roda perekonomian, ya itu jalan," pungkas Syarif.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

FRONT PAGE | CATATAN KAMI, Dr Ahmad Yani

Jumat, 07 Agustus 2020
Video

RMOL World View | Di Balik Ledakan Lebanon Bersama Duta Besar RI untuk Lebanon, Hajriyanto Y Thohari

Jumat, 07 Agustus 2020

Artikel Lainnya

Direktur KPN: Poster Anies-AHY Hanya Pansos, Karena Popularitas Itu Penting
Politik

Direktur KPN: Poster Anies-A..

11 Agustus 2020 12:50
Istana Larang Pajang Foto Jokowi, Iwan Sumule: Ini Klenik Atau 17 Agustus Terakhir Jadi Presiden?
Politik

Istana Larang Pajang Foto Jo..

11 Agustus 2020 12:47
Prabowo Disebut Bakal Gantikan Maruf Amin, PPP: Isu Murahan!
Politik

Prabowo Disebut Bakal Gantik..

11 Agustus 2020 12:27
Prabowo Diisukan Bakal Geser KH Ma’ruf Amin, Gerindra: Isu Mau Pecah NU Dan Jokowi
Politik

Prabowo Diisukan Bakal Geser..

11 Agustus 2020 12:25
Pernah Ditolak Jokowi, Natalius Pigai Ragu Fadli Zon Mau Menerima Penghargaan Bintang Jasa
Politik

Pernah Ditolak Jokowi, Natal..

11 Agustus 2020 11:59
Menggeser Maruf Amin Tidak Semudah Mencopot Menteri
Politik

Menggeser Maruf Amin Tidak S..

11 Agustus 2020 11:56
Bakal Deklarasikan Dukungan Kepada Akhyar Nasution, Forum Eksponen 98 PDIP Ajak Kader Tetap Gembira
Politik

Bakal Deklarasikan Dukungan ..

11 Agustus 2020 11:45
Jubir Jokowi: Pegawai KPK Jadi ASN Bukan Melemahkan, Tapi Memperkuat Institusi
Politik

Jubir Jokowi: Pegawai KPK Ja..

11 Agustus 2020 11:22