Lolosnya Djoko Tjandra Dan Harun Masiku Sudah Cukup Bagi Jokowi Pecat Yasonna Laoly

Presiden Joko Widodo bersama dengan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Laoly/Net

Kasus lolosnya buronan Kejaksaan Agung Djoko Tjandra maupun buronan Komisi Pemberantasan Korupsi, Harun Masiku sudah cukup jadi alasan Presiden Joko Widodo mencopot Menkumham, Yasonna Hamonangan Laoly.

Begitu kata Direktur Ekskutif Oversight of Indonesia's Democratic Policy, Satyo Purwanto menanggapi isu lemahnya Direktorat Jenderal Keimigrasian, Kemenkumham dalam mengawasi lalu lintas keluar masuk orang.

"Kasus Djoko Tjandra dan lolosnya Harun Masiku sudah cukup alasan untuk mencopot Yasona Laoly," ucap Satyo Purwanto kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (14/7).

Apalagi, kata Satyo, dalam pelariannya, Djoko Tjandra bisa dengan mudah memperoleh KTP-el serta paspor. Di sisi lain, Dirjen Imigrasi beralasan mudahnya pembuatan dokumen negara tersebut karena petugas imigrasi yang melayani masih berusia muda dan tidak mengenal Djoko Tjandra.

"Dia (Yasonna) dan aparatur imigrasinya gagal melakukan deteksi dan antisipasi dalam menjalankan tugas negara dalam bidang keimigrasian. Persoalan ini menjadi gambaran betapa buruknya keamanan negara di wilayah tapal batas dan dalam pelaksanaan dinas imigrasi seperti bandara dan pelabuhan," tegas Satyo.

Menurut mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDem) ini, imigrasi seharusnya dapat bekerja lebih baik menggunakan sistem yang canggih dalam mendeteksi pelaku tindak pidana.

"Fungsi dinas imigrasi mestinya adalah deteksi dini serta preemptive measures sehingga jika mereka bekerja dengan benar, kasus Djoko Tjandra dan lenyapnya Harun Masiku tidak akan terjadi," pungkas Satyo.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

Peringatan Muhammadiyah: Elite Jangan Manfaatkan Pandemi Covid-19 Sebagai Komoditas Politik
Politik

Peringatan Muhammadiyah: Eli..

21 September 2020 12:55
Terjangkit Covid-19, Menag Fachrul Razi Jalani Karantina Di Rumah Sakit
Politik

Terjangkit Covid-19, Menag F..

21 September 2020 12:47
Pilkada Bisa Jadi Awal Keretakan Jokowi Dengan NU Dan Muhammadiyah
Politik

Pilkada Bisa Jadi Awal Keret..

21 September 2020 12:45
Ben Bland: Kontradiksi Jokowi Bikin Investor Hingga Kelompok Akademisi Bingung
Politik

Ben Bland: Kontradiksi Jokow..

21 September 2020 12:39
Andi Arief: Ada Sinyal Hanya 31 Persen Partisipasi Pemilih, So?
Politik

Andi Arief: Ada Sinyal Hanya..

21 September 2020 12:29
Keadaan Mendesak, Muhammadiyah Desak Jokowi Terbitkan Perppu Penundaan Pilkada
Politik

Keadaan Mendesak, Muhammadiy..

21 September 2020 12:26
Muhammadiyah Minta Presiden Evaluasi Penanganan Covid-19, Bila Diperlukan Ambil Alih Dan Pimpin Langsung
Politik

Muhammadiyah Minta Presiden ..

21 September 2020 12:13
Dukung Keluarga Jokowi, Saiful Anam: Kemungkinan Untuk Mengamankan Gerindra Dan Bisnis Sandiaga
Politik

Dukung Keluarga Jokowi, Saif..

21 September 2020 12:05