Hadiri Sidang Gugatan Pemecatan Evi Novida Ginting, Ahli Ilmu Filsafat: Saya Ragu DKPP Memahami Etika

Ilustrasi/Net

Sidang gugatan Keputusan Presiden atas putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) tentang pemecatan Evi Novida Ginting Manik sebagai Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih berlanjut di pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Dalam persidangan dengan agenda mendengarkan keterangan ahli atau pakar, turut dihadirkan Ahli Filsafat Hukum dari Universitas Indonesia (UI) E. Fernando M. Manullang.

Dalam kesaksiannya, Fernando menyebut DKPP tidak memahami konsekuensi dasar dari etika, ketika memutuskan perkara No.317/2019 tanggal 18 Maret 2020, yang menjadi alasan Evi Novida Ginting Manik dipecat.

“Saya ragu majelis etiknya (DKPP) memahami etika,” ujar Fernando sebagaimana dikutip dari siaran pers yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (14/7).

Lebjh lanjut, Dosen Filsafat Hukum Fakultas Hukum UI itu menilai, alasan justifikasi etik DKPP tidak tepat, yaitu terkait dengan evaluasi atau menilai putusan KPU yang dalam hal ini menjalankan Putusan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Mahkamah Konstitusi (MK) No 154/2019, yang menjadi perkara dipecatnya Evi Novida.

Apalagi lanjutnya, Mantan Hakim MK I Dewa Gede Palguna dalam kesaksiannya sebagai ahli di dalam persidangan yang sama, juga sudah menjelaskan bahwa MK sudah menyelesaikan perkara PHPU tersebut.

Dari situlah kemudian Fernando menarik kesimpulan, perkara PHPU yang kemudian dipersoalkan kembali di DKPP tidak tepat. Karena secara filosofis, menurutnya, tidak ada lembaga lain yang berhak untuk mengadili kembali atau memberikan penilaian terhadap putusan MK tersebut.

“Kalau sudah diselesaikan di MK lantas DKPP mengadili lagi dengan alasan-alasan yuridis dan mengatakan dengan tegas ada aksioma (pernyataan tertulis) di situ (Putusan DKPP) secara melawan hukum. Saya kira itu luar biasa rasa tidak hormatnya DKPP terhadap MK,” ungkapnya.

Kolom Komentar


Video

Nadiem Minta Maaf, Berharap Muhammadiyah, NU, dan PGRI Bergabung Program POP

Selasa, 28 Juli 2020
Video

Jokowi: Saya Tidak Tahu Sebabnya Apa, Minggu-minggu Terakhir Ini Masyarakat Khawatir Covid-19

Senin, 03 Agustus 2020

Artikel Lainnya

Antisipasi Jurang Resesi, PKB Desak Jokowi Segera Normalisasi Anggaran Kementan Dan KKP
Politik

Antisipasi Jurang Resesi, PK..

07 Agustus 2020 05:57
Antisipasi Kehilangan Kepercayaan Rakyat, Jokowi Disarankan Segera Tepati Janji Politiknya
Politik

Antisipasi Kehilangan Keperc..

07 Agustus 2020 05:33
Yahya Cholil Staquf Sebut NU Ikut POP Kemendikbud, LP Ma'arif: Kami Tidak Tahu Menahu
Politik

Yahya Cholil Staquf Sebut NU..

07 Agustus 2020 02:18
Bertemu Internal Dengan Fraksi Demokrat, AHY Bahas Situasi Nasional Terkini
Politik

Bertemu Internal Dengan Frak..

07 Agustus 2020 01:09
Jokowi Terbitkan Inpres Pelanggar Protokol Kesehatan, DPR: Sanksi Harus Mendidik Dan Ada Efek Jera
Politik

Jokowi Terbitkan Inpres Pela..

07 Agustus 2020 00:22
KH Yahya Cholil Staquf Sebut NU Tetap Ikut POP Kemendikbud
Politik

KH Yahya Cholil Staquf Sebut..

06 Agustus 2020 23:54
Indef: Minus 5,32 Persen Saat Pandemik Corona Mengkonfirmasi Struktur Ekonomi Era Rezim Jokowi Rapuh
Politik

Indef: Minus 5,32 Persen Saa..

06 Agustus 2020 23:14
Ekonom Prediksi Perekonomian Nasional Akan Membaik Di Kuartal III
Politik

Ekonom Prediksi Perekonomian..

06 Agustus 2020 22:34