Yang Dibutuhkan Makan Bukan Sanksi, Jangan Salahkan Kalau Rakyat Berontak

Penerapan protokol kesehatan berupa jaga jarak di Bandara Soekarno Hatta/Istimewa

Penerapan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan di masa pandemik Covid-19 bukan solusi utama, melainkan pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat.

Bila kebutuhan terpenuhi, maka masyarakat dengan sendirinya akan patuh terhadap imbauan pemerintah, termasuk protokol kesehatan.

Oleh karenanya, pakar politik dan hukum Universitas Nasional Jakarta, Saiful Anam menilai penerapan sanksi terhadap pelanggar protokol Covid-19 sudah terlambat.

"Tentang sanksi bagi yang tidak patuh protokol kesehatan menurut saya sudah terlambat, penyebarannya sudah tidak terkendali," ucap Saiful Anam kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (15/7).

Pada dasarnya, kata Saiful Anam, masyarakat sebenarnya sudah patuh dan mengantisipasi terhadap kemungkinan terkontaminasi Covid-19.

"Namun kita tahu, masyarakat juga ingin memenuhi kebutuhan hidupnya, sehingga mau tidak mau ia harus beraktivitas demi memenuhi kebutuhan sandang pangannya," jelas Saiful.

Sehingga, jika pemerintah menerapkan sanksi, maka masyarakat akan semakin kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

"Apabila sanksi dikenakan, sedangkan untuk kebutuhan sehari-harinya mereka sulit, maka bagaimana untuk memenuhi kebutuhannya?" kata Saiful.

"Mereka juga patuh kok kalau kebutuhannya terpenuhi, jangan menambah pekerjaan di saat masyarakat susah. Saya yakin masyarakat tidak perlu diajari untuk patuh terhadap protokol kesehatan," terang Saiful.

Di sisi lain, bila sanksi tetap diberlakukan, ia khawatir justru akan menimbulkan masalah baru di tengah masyarakat.

"Mereka hanya butuh kebutuhannya terpenuhi, kalau kebutuhannya tidak dipenuhi kemudian masih ada pemeriksaan dan sanksi, maka jangan salahkan kalau mereka akan berontak," pungkas Saiful.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Nadiem Minta Maaf, Berharap Muhammadiyah, NU, dan PGRI Bergabung Program POP

Selasa, 28 Juli 2020
Video

Jokowi: Saya Tidak Tahu Sebabnya Apa, Minggu-minggu Terakhir Ini Masyarakat Khawatir Covid-19

Senin, 03 Agustus 2020

Artikel Lainnya

Antisipasi Jurang Resesi, PKB Desak Jokowi Segera Normalisasi Anggaran Kementan Dan KKP
Politik

Antisipasi Jurang Resesi, PK..

07 Agustus 2020 05:57
Antisipasi Kehilangan Kepercayaan Rakyat, Jokowi Disarankan Segera Tepati Janji Politiknya
Politik

Antisipasi Kehilangan Keperc..

07 Agustus 2020 05:33
Yahya Cholil Staquf Sebut NU Ikut POP Kemendikbud, LP Ma'arif: Kami Tidak Tahu Menahu
Politik

Yahya Cholil Staquf Sebut NU..

07 Agustus 2020 02:18
Bertemu Internal Dengan Fraksi Demokrat, AHY Bahas Situasi Nasional Terkini
Politik

Bertemu Internal Dengan Frak..

07 Agustus 2020 01:09
Jokowi Terbitkan Inpres Pelanggar Protokol Kesehatan, DPR: Sanksi Harus Mendidik Dan Ada Efek Jera
Politik

Jokowi Terbitkan Inpres Pela..

07 Agustus 2020 00:22
KH Yahya Cholil Staquf Sebut NU Tetap Ikut POP Kemendikbud
Politik

KH Yahya Cholil Staquf Sebut..

06 Agustus 2020 23:54
Indef: Minus 5,32 Persen Saat Pandemik Corona Mengkonfirmasi Struktur Ekonomi Era Rezim Jokowi Rapuh
Politik

Indef: Minus 5,32 Persen Saa..

06 Agustus 2020 23:14
Ekonom Prediksi Perekonomian Nasional Akan Membaik Di Kuartal III
Politik

Ekonom Prediksi Perekonomian..

06 Agustus 2020 22:34