Tahapan Coklit Dimulai, Bawaslu Wanti-wanti KPU Karena Rawan Jadi Sengketa

Ketua Bawaslu RI, Abhan/RMOL

Tahapan pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 resmi dibuka Komisi Pemilihan Umum (KPU) hari ini.

Proses ini menjadi satu aspek yang disoroti Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), mengingat Coklit seringkali menjadi materi yang disengketakan perserta pemilu.

Ketua Bawaslu, Abhan pun mewanti-wanti KPU dan seluruh jajarannya yang bertugas di lapangan untuk benar-benar telaten melakukan Coklit digelar di 270 daerah pemilihan. Sebab nantinya Coklit itulah yang akan dijadikan daftar pemilih tetap (DPT).

“Karena kita pengalaman dari beberapa kali Pemilu maupun Pilkada, persoalan DPT sering jadi alasan ketika ada sengketa hasil ke Mahkamah Konstitusi,” kata Abhan dalam acara 'Launching Gerakan Klik Serentak', di Kantor KPU Pusat, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/7).

Untuk itu, Abhan menegaskan Coklit menjadi kerja wajib penyelenggara Pemilu, dalam hal ini KPU dan Bawaslu sebagai lelmbaga pengawas untuk menghadirkan data pemilih yang akurat dan akuntabel.

“Coklit tahapan penting untuk memastikan agar kualitas data pemilih itu betul-betul valid dan akuntabel," ungkapnya.

Berdasarkan data Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4) yang diserahkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), ada tambahan 500 ribu penduduk ditambah 105 juta pemilih terdahulu yang akan mengikuti Pilkada.

Sehingga, dari sekitar 106 juta penduduk yang akan memilih di Pilkada 2020 bukanlah jumlah data yang sedikit. Belum lagi jika melihat tantangan Coklit yang mesti dilaksanakan di 309 daerah sebaran penduduk, meskipun secara prinsip Pilkada hanya dilakukan 207 daerah.

"Tentu ini bukan pekerjaan yang ringan bagi penyelenggara pemilu. Terutama bagi penyelenggara pemilu yang ada di tingkat desa," demikian Abhan.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Nadiem Minta Maaf, Berharap Muhammadiyah, NU, dan PGRI Bergabung Program POP

Selasa, 28 Juli 2020
Video

Jokowi: Saya Tidak Tahu Sebabnya Apa, Minggu-minggu Terakhir Ini Masyarakat Khawatir Covid-19

Senin, 03 Agustus 2020

Artikel Lainnya

Antisipasi Jurang Resesi, PKB Desak Jokowi Segera Normalisasi Anggaran Kementan Dan KKP
Politik

Antisipasi Jurang Resesi, PK..

07 Agustus 2020 05:57
Antisipasi Kehilangan Kepercayaan Rakyat, Jokowi Disarankan Segera Tepati Janji Politiknya
Politik

Antisipasi Kehilangan Keperc..

07 Agustus 2020 05:33
Yahya Cholil Staquf Sebut NU Ikut POP Kemendikbud, LP Ma'arif: Kami Tidak Tahu Menahu
Politik

Yahya Cholil Staquf Sebut NU..

07 Agustus 2020 02:18
Bertemu Internal Dengan Fraksi Demokrat, AHY Bahas Situasi Nasional Terkini
Politik

Bertemu Internal Dengan Frak..

07 Agustus 2020 01:09
Jokowi Terbitkan Inpres Pelanggar Protokol Kesehatan, DPR: Sanksi Harus Mendidik Dan Ada Efek Jera
Politik

Jokowi Terbitkan Inpres Pela..

07 Agustus 2020 00:22
KH Yahya Cholil Staquf Sebut NU Tetap Ikut POP Kemendikbud
Politik

KH Yahya Cholil Staquf Sebut..

06 Agustus 2020 23:54
Indef: Minus 5,32 Persen Saat Pandemik Corona Mengkonfirmasi Struktur Ekonomi Era Rezim Jokowi Rapuh
Politik

Indef: Minus 5,32 Persen Saa..

06 Agustus 2020 23:14
Ekonom Prediksi Perekonomian Nasional Akan Membaik Di Kuartal III
Politik

Ekonom Prediksi Perekonomian..

06 Agustus 2020 22:34