ANAK NKRI Gelar Aksi Tolak RUU HIP Besok, Din Syamsuddin: Itu Hak Konstitusional, Tapi Jangan Terhasut Provokasi

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Watim MUI) Din Syamsuddin/Net

Aksi demonstrasi penolakan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) oleh Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI akan digelar di depan Gedung DPR-MPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (16/7).

Sikap dari gabungan organisasi masyarakat tersebut didukung oleh Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Watim MUI) Din Syamsuddin.

Karena ia berpandangan bahwa penyampaian aspirasi merupakan hak masyarakat yang dilindungi UUD 1945.

"Kalau ada yang menyampaikan aspirasi terkait ini, yang kami dengar termasuk yang menyebut diri ANAK NKRI dan sejumlah ormas dan ada rekan-rekan lain, tentu itu wajar adanya dan bersifat konstitusional. Saya mendorong, mendukung," ujar Din Syamsuddin dalam jumpa pers virtual hasil pleno ke-66 Watim MUI, Rabu (15/7).

Secara kelembagaan, Watim MUI juga telah menyatakan sikapnya untuk menolak dan atau meminta pemerintah beserta DPR untuk mencabut RUU HIP dari program legislasi nasional (Prolegnas).

Din Syamsuddin menegaskan, keputusan Watim MUI sudah bulat terkait RUU HIP tersebut.

Menurutnya, jika pemerintah dan DPR tetap ngotot RUU itu dijadikan UU, maka bukan tidak mungkin akan berdampak besar kepada kehidupan bangsa dan negara.

Oleh karena itu, Din Syamsuddin berharap kepada masyarakat yang akan menggelar aksi demonstrasi besok bisa menjaga diri, khusunya agar tidak terpancing provokasi dari pihak-pihak yang ingin menimbulkan kekacauan.

"Dipesankan agar tetap pada jalur konstitusional. Tidak anarkis dan dapat menahan diri dari hasutan dan provokasi yang menimbulkan kekisruhan," harapnya.

"Itu pesan sesuai Dewan Pertimmbangan MUI. Tetap diselenggarakan sebagai bagian dari amar maruf nahi munkar," demikian Din Syamsuddin.

Kolom Komentar


Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Polling 24 Tokoh Harapan, bersama Arief Poyuono dan Jerry Massie

Selasa, 23 Februari 2021
Video

Kunjungan Presiden Jokowi di NTT Undang Kerumunan Massa

Selasa, 23 Februari 2021
Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021

Artikel Lainnya

Gaduh Kudeta Demokrat, Arief Poyuono Siap Jadi Penengah Antara SBY Dan Moeldoko
Politik

Gaduh Kudeta Demokrat, Arief..

25 Februari 2021 19:45
Indeks Persepsi Korupsi Anjlok, ICW: Kebijakan Antikorupsi Pemerintahan Jokowi Mundur
Politik

Indeks Persepsi Korupsi Anjl..

25 Februari 2021 19:29
Paket Sarapan Gratis Pospera Akan Berlangsung Hingga Bulan Mei
Politik

Paket Sarapan Gratis Pospera..

25 Februari 2021 19:22
Susah Dijinakkan, Jadi Alasan Isu KLB Hanya Menyasar Demokrat
Politik

Susah Dijinakkan, Jadi Alasa..

25 Februari 2021 18:54
Enam Organisasi Sayap Demokrat Deklarasikan Menolak KLB
Politik

Enam Organisasi Sayap Demokr..

25 Februari 2021 18:31
Sepakat Pasal Karet UU ITE Dihapus, Ketua PWI: Terus Terang, Banyak Merepotkan Wartawan
Politik

Sepakat Pasal Karet UU ITE D..

25 Februari 2021 17:33
Satyo Purwanto: Demokrat Diserang Isu KLB Karena Solid Dan Oposisi Pemerintah
Politik

Satyo Purwanto: Demokrat Dis..

25 Februari 2021 17:02
Kecewa Kebijakan Miras Jokowi, Ketua Muhammadiyah: Bangsa Ini Seperti Kehilangan Arah
Politik

Kecewa Kebijakan Miras Jokow..

25 Februari 2021 16:12