Jari 98: Isu Surat Jalan Buronan Djoko Tjandra Sengaja Digoreng Untuk Sudutkan Kapolri Dan Kabareskrim

Kapolri Jenderal Idham Azis (tengah) dan Kabareskrim Komjen Listyo S. Prabowo (paling kanan)/RMOL

Isu menyudutkan Kapolri dan Kabareskrim karena penerbitan surat jalan dari oknum perwira tinggi jajaran Kepolisian dinilai sengaja dibuat oleh pihak tertentu.

Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia 98 (Jari 98), menduga ada yang sengaja mengoreng soal isu surat jalan buron terpidana kasus pengalihan utang atau cessie Bank Bali, Djoko Tjandra untuk mendiskreditkan Kapolri dan Kabareskrim.

Wakil Ketua Investigasi Jari 98 Reynaldi menyatakan, Mabes Polri telah mengambil langkah tegas dengan mencopot Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Prasetyo Utomo dari jabatannya setelah terbukti menandatangani surat jalan untuk buronan kasus Bank Bali Djoko Tjandra.

Sanksi tersebut dijatuhkan usai yang bersangkutan menjalani pemeriksaan. Keputusan ini, kata Reynaldi adalah langkah tegas yang patut diapresiasi.

"Sikap tegas Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis dan Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo perlu diapresiasi publik. Copot dan tahan pelaku Prasetyo dan diperiksa Divisi Propam," kata Reynaldi, Rabu (15/7).

Reynaldi pun menyoroti Indonesia Police Watch (IPW) yang dianggap terlalu tendensius dan memiliki maksud tertentu dengan menyebarluaskan surat jalan buron terpidana kasus pengalihan utang Bank Bali, Djoko Tjandra.

Bahkan diduga kuat ada upaya kampanye hitam di balik tindakan tersebut guna tujuan terselubung.

"Kok organ tersebut (IPW) kesannya cuma di isi oleh Neta S Pane doang? Lucu juga sih sebuah organ itu di isi oleh 1 orang, Ketua Umum merangkap Anggota. Seolah ada indikasi semua kesalahan dilimpahkan pada Kabareskrim, targetnya adalah black campaign," tuturnya.

Padahal dalam pandangan Reynaldi, Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo merupakan sosok yang luar biasa karena banyak mengantongi prestasi selama berdinas di Institusi Bhayangkara.

"Kabareskrim itu luar biasa prestasinya,coba tanya media? Kenapa Kabareskrim yang di obok-obok? Kabareskrim orangnya nyantai dn santun. Beliau cuma mau kerja dan fokus pada pekerjaannya dan tidak ambisius," tandasnya.

Jari 98, kata Reynaldi, mendukung penuh Jenderal Idham Azis dan Komjen Sigituntuk terus fokus bekerja semaksimal mungkin.

"Pada akhirnya rakyat yang menilai, tetap semangat Pak Kapolri dan Kabareskrim semoga Kapolri beserta jajarannya diberikan kesehatan oleh Allah Swt. Cuekin aja orang-orang yang goreng isu ini, lama lama juga capek sendiri," tutupnya.

Kolom Komentar


Video

FRONT PAGE | AHY Semakin Aduhai

Kamis, 13 Agustus 2020
Video

TANYA JAWAB CAK ULUNG | Seputar Aksi Menyelamatkan Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2020

Artikel Lainnya

Ekonomi Indonesia Minus 5,32 Persen, Erick Thohir: Negara Lain Lebih Parah, Kita Enggak Usah Debat
Politik

Ekonomi Indonesia Minus 5,32..

15 Agustus 2020 12:03
Pidato Jokowi Soal Penanggulangan Covid-19 Harus Direalisasikan, Jangan Cuma Retorika
Politik

Pidato Jokowi Soal Penanggul..

15 Agustus 2020 11:56
HUT RI Momentum Yang Tepat Reshuffle, Pengamat: Cari Menteri Yang Bisa Bekerja Kayak Jagoan
Politik

HUT RI Momentum Yang Tepat R..

15 Agustus 2020 10:17
RR: Potensi Ekonomi Jateng Tinggi, Tapi Gubernurnya Sibuk Main Tik Tok
Politik

RR: Potensi Ekonomi Jateng T..

15 Agustus 2020 09:50
Pidato Sidang Tahunan, Jokowi Disayangkan Tidak Singgung Pendidikan Di Era Corona
Politik

Pidato Sidang Tahunan, Jokow..

15 Agustus 2020 09:27
Sukses Di Gojek Tapi Tidak Di Kemendikbud, Pengamat: Nadiem Makarim Harus Direshuffle!
Politik

Sukses Di Gojek Tapi Tidak D..

15 Agustus 2020 08:59
Cuma Bikin Kisruh, Mas Menteri Nadiem Makarim Sudah Saatnya Dicopot
Politik

Cuma Bikin Kisruh, Mas Mente..

15 Agustus 2020 08:18
Jokowi Ingin Bajak Momentum Krisis Untuk Lompatan Besar, Syarief Hasan: Semua Bisa Terjadi, Tergantung Kabinet
Politik

Jokowi Ingin Bajak Momentum ..

15 Agustus 2020 04:26