Dikunjungi Halal Institut, DPD RI Komitmen Akselerasi Implementasi UU 33/2014

Kunjungan Halal Institut ke Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen Senayan, Jakarta pada Kamis, 16 Juli 2020/Ist

Sebagai pasar muslim terbesar, Indonesia seharusnya memiliki jaminan kehalalan dalam semua aktivitas. terutama potensi keuangan di sektor syariah. Untuk itu, penerapan UU 33/2014 tentang Jaminan Produk Halal harus segera diakselerasi bersama dengan peraturan-peraturan ikutannya.

Demikian yang disampaikan oleh Wakil Ketua DPD RI, Nono Sampono ketika mendapat kunjungan dari pengurus Halal Institute di Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (16/7).

"Indonesia saat ini masih peringat ke-6 di dunia untuk ekonomi syariah, masih kalah sama Malaysia. Peringkat satu diduduki Qatar," ucapnya.

Dengan 227 juta penduduk muslim, Indonesia juga dianggap kalah dengan Eropa dan Amerika Latin yang mayoritas non-muslim. Lantaran market share produk halal di sana sangat tinggi dan mempersiapkan destinasi wisata untuk turis muslim.

"Dan mereka juga ekspor produknya ke negara-negara tersebut. Brasil sebagai contoh, penduduknya muslimnya kurang dari satu persen, tapi produk halal mereka terbesar di kawasan Amerika Latin," jelasnya.

Untuk mengakselerasi produk-produk halal, Nono meminta semua pihak terlibat dan meninggalkan ego sektoral. Sehingga, UU 33/2014 yang telah berlaku per 2019 bisa diimplementasikan dengan segera.

Dengan begitu, masyarakat juga akan diuntungkan, sementara sertifikat halal menjadi lebih efisien, murah, dan transparan. Terkait hal ini, DPD melalui Komite IV mengaku akan segera meminta Kementerian Keuangan untuk menerbitkan tarid proses sertifikasi halal yang sudah diwajibkan bagi semua produk.

"Komite III bidang agama bisa juga mendorong melalui Omnibus Law, apa-apa yang masih menjadi hambatan penerapan UU tersebut," imbuhnya.

Menanggapi komentar Nono, Ketua Harian Halal Institute, Andy Subiyakto, berharap DPD RI bisa ikut memperjuangkan sosialisasi UU 33/2014 sampai ke daerah. Itu karena saat ini auditor halal hanya 150 orang dari kebutuhan 5.000 orang.

"Dan target dia juta penyelia halal, baru ada dalam hitungan jari. Padahal value bisnis halal ini bisa mencapai 2,8 milyar dolar AS,” terangnya.

Bersama Nono juga turut hadir Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti; Wakil Ketua Sultan Baktiar Najamudin; Wakil Komite III, Sylviana Murni; Wakil Komite IV, Chasytha A. Kathmandu; serta Sekjen DPD, Reydonnyzar Moenek.

Kolom Komentar


Video

Bincang Sehat • Vaksin Covid-19 Pada Lansia

Jumat, 22 Januari 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • JK, Buat Kejutan Apa di 2024?

Selasa, 26 Januari 2021
Video

Klarifikasi Ambroncius Nababan

Selasa, 26 Januari 2021

Artikel Lainnya

Politik Uang Makin Mengakar Akibat Buruknya Sistem Lingkungan Politik
Politik

Politik Uang Makin Mengakar ..

27 Januari 2021 08:03
Presiden Jokowi Akan Disuntik Vaksin Sebelum Melantik Komjen Sigit Jadi Kapolri
Politik

Presiden Jokowi Akan Disunti..

27 Januari 2021 07:48
Putri Gus Dur Lempar Tanya Soal Wajib Jilbab Alasan Cegah Nyamuk
Politik

Putri Gus Dur Lempar Tanya S..

27 Januari 2021 06:10
Jokowi Berduka Sehari Setelah Bersyukur, Said Didu: Katanya Sukses...
Politik

Jokowi Berduka Sehari Setela..

27 Januari 2021 03:43
Pamer Foto Jokowi Dan Biden, Menlu Retno Kena Tegur Komisi I DPR
Politik

Pamer Foto Jokowi Dan Biden,..

27 Januari 2021 02:53
RUU Pemilu Jangan Sampai Bikin Gaduh
Politik

RUU Pemilu Jangan Sampai Bik..

27 Januari 2021 02:09
Gerakan Nasional Wakaf Uang, Iwan Sumule: Negara Bangkrut?
Politik

Gerakan Nasional Wakaf Uang,..

27 Januari 2021 00:33
Semprot Ali Lubis, Ariza Patria: Harusnya Paham Tugas Partai
Politik

Semprot Ali Lubis, Ariza Pat..

26 Januari 2021 23:38