Indonesia Dianggap Jadi Kelinci Percobaan Vaksin Sinovac-China, Golkar: Enggak Usah Khawatir

Wakil Ketua Komisi IX DPR dari Fraksi Golkar, Emanuel Melkiades Laka Lena/Net

Publik beranggapan Indonesia dijadikan kelinci percobaan vaksin antivirus Covid-19 dari perusahaan farmasi Sinovac di China. Hal itu dikarenakan Indonesia menjadi tempat uji coba klinis tahap III vaksin tersebut.

Menyikapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi IX DPR dari Fraksi Golkar, Emanuel Melkiades Laka Lena menerangkan bahwa saat ini seluruh dunia tengah berlomba-lomba untuk menemukan vaksin antivirus corona yang kemudian diujicobakan agar bisa dipakai seluruh masyarakat dunia.

Indonesia melalui perusahaan farmasi pelat merah Biofarma bekerjasama dengan Sinovac melakukan penelitian dan membuat vaksin antivirus corona. Sebagai negara yang ikut menghasilkan vaksin tersebut, Indonesia dijadikan tempat ujicoba klinis tahap III.

"Nah, vaksin buatan China ini kebetulan yang memang sudah lebih maju diketemukan, lalu sebagai vaksin ini kan ada proses namanya tahap ujiklinis, nah itu diujicobakan itu di berbagai negara yang ada kerjasama atau terkait kerjasama dengan penghasil vaksin," kata Melki kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (21/7).

Menurutnya, China lewat Sinovac memang lebih awal membuat vaksin tersebut. Indonesia sebagai bagian dari produksi vaksin itu tentu bisa menjadi tempat ujicoba klinis vaksin tersebut. Lantaran hal ini sebagai bentuk dari kerjasama kemanusiaan skala global guna mempercepat penemuan vaksin dan penggunaannya untuk seluruh penduduk dunia.

"Itu juga, perlu dicek lagi apakah vaksin ini memang cocok untuk genome-nya kita, dalam arti setiap vaksin cocok di semua negara gitu lho. Jadi nantinya, vaksin dari Sinivac ini mengalami uji klinis dulu, nah kalau benar-benar itu bisa dipakai, cocok dengan genome-nya orang Indonesia baru kemudian dipeoduksi lebih lanjut kerjasama Sinovac dengan Biofarma," terangnya.

Dia meminta agar masyarakat Indonesia tidak khawatir dengan masuknya vaksin dari Sinovac Cina ini.

"Jadi enggak usah khawatir, mau dari China mau jadi mana saja asal menghasilkan cepat vaksinnya kita akan kerjasama," tandas Melki.

Kolom Komentar


Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Polling 24 Tokoh Harapan, bersama Arief Poyuono dan Jerry Massie

Selasa, 23 Februari 2021
Video

Kunjungan Presiden Jokowi di NTT Undang Kerumunan Massa

Selasa, 23 Februari 2021
Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021

Artikel Lainnya

Gaduh Kudeta Demokrat, Arief Poyuono Siap Jadi Penengah Antara SBY Dan Moeldoko
Politik

Gaduh Kudeta Demokrat, Arief..

25 Februari 2021 19:45
Indeks Persepsi Korupsi Anjlok, ICW: Kebijakan Antikorupsi Pemerintahan Jokowi Mundur
Politik

Indeks Persepsi Korupsi Anjl..

25 Februari 2021 19:29
Paket Sarapan Gratis Pospera Akan Berlangsung Hingga Bulan Mei
Politik

Paket Sarapan Gratis Pospera..

25 Februari 2021 19:22
Susah Dijinakkan, Jadi Alasan Isu KLB Hanya Menyasar Demokrat
Politik

Susah Dijinakkan, Jadi Alasa..

25 Februari 2021 18:54
Enam Organisasi Sayap Demokrat Deklarasikan Menolak KLB
Politik

Enam Organisasi Sayap Demokr..

25 Februari 2021 18:31
Sepakat Pasal Karet UU ITE Dihapus, Ketua PWI: Terus Terang, Banyak Merepotkan Wartawan
Politik

Sepakat Pasal Karet UU ITE D..

25 Februari 2021 17:33
Satyo Purwanto: Demokrat Diserang Isu KLB Karena Solid Dan Oposisi Pemerintah
Politik

Satyo Purwanto: Demokrat Dis..

25 Februari 2021 17:02
Kecewa Kebijakan Miras Jokowi, Ketua Muhammadiyah: Bangsa Ini Seperti Kehilangan Arah
Politik

Kecewa Kebijakan Miras Jokow..

25 Februari 2021 16:12