Kuartal III Diharapkan Membaik, Jokowi: Kalau Enggak Tumbuh Positif, Enggak Ngerti Saya!

Presiden Joko Widodo saat memimpin pertemuan di Istana Negara dalam satu kesempatan/Net

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 dipastikan Presiden Joko Widodo akan minus 4,3 persen hingga 5 persen.

Hal ini membuatnya resah bukan kepalang, karena bukan tidak mungkin di kuartal III ekonomi Indonesia bakal anjlok lebih dalam lagi.

"Oleh sebab itu kita berharap di kuartal ketiga ini kita sudah harus naik lagi," ungkap Jokowi dalam acara peluncuran Program Pemulihan Ekonomi Nasional, di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (23/7).

Agar perekonomian domestik bisa tumbuh postif di kuartal III nanti, pemerintah kata Jokowi, mempersiapkan program pemulihan ekonomi berupa relaksasi dan restrukturisasi pembiayaan untuk UMKM dan koperasi.

Program yang diberi nama Bantuan Modal Kerja Produktif itu akan menyasar 12 juta UMKM yang bisa mendapatkan pembiayaan atau pinjamam dari Koperasi-Koperasi yang menjadi mitra kerja pemerintah.

Untuk anggaran yang dipersiapkan oleh pemerintah sebesar Rp 1 triliun, yang nantinya akan disalurkan melalui koperasi dari Kementerian Koperasi dan UKM, yang memiliki satuan kerja bernama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menangah (LBPDB-KUMKM).

"Saya senang disiapkan oleh LPDB Rp 1 triliun. Ini segera, berikan kepada koperasi-koperasi yang baik, agar dari koperasi diberikan kepada anggota-anggotanya para pelaku usaha. Secepat-cepatnya," perintah Jokowi.

Jokowi juga memberi catatan waktu yang dibutuhkan untuk menggenjot perekonomian di kuartal III lewat program tersebut. Di mana waktu yang tersisa hanya 3 bulan, yakni mulai bulan Juli ini hingga September mendatang.

Jika itu dalam perjalanannya nanti program tersebut tidak berjalan efektif, maka bukan tidak mungkin resesi ekonomi akan menimpa Indonesia. Hal inilah yang kemudian dikahwatirkan Jokowi.

"Kita hanya punya waktu untuk jungkit ini Juli, Agustus, Sepetember. Kalau kita bisa mengungkit ini insyaAllah di kuartal keempat akan lebih mudah dan tahun depan akan jauh lebih mudah," menurutnya.

"Kalau enggak (tumbuh positif), enggak ngerti saya! Betapa akan lebih sulit kita," demikian Joko Widodo menekankan.

Kolom Komentar


Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Di Cileungsi, Mobil Box Parkir Ditabrak Mobil Box

Selasa, 20 April 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Reshuffle Kabinet: Inisial M dan Sowannya Nadiem ke Megawati

Kamis, 22 April 2021

Artikel Lainnya

Bamsoet: Jika Hilangnya KRI Nanggala-402 Karena Usia Uzur, Menhan Harus Lakukan Peremajaan
Politik

Bamsoet: Jika Hilangnya KRI ..

22 April 2021 17:55
Fotonya Jadi Sampul Laporan APBN, Komisi XI: Sri Mulyani Jalankan Misi Siapa?
Politik

Fotonya Jadi Sampul Laporan ..

22 April 2021 17:33
Undang Mendag Dan Mentan, KPK Bahas Kajian Tata Kelola Impor Komoditas
Politik

Undang Mendag Dan Mentan, KP..

22 April 2021 17:31
Tiba Di Kantor Demokrat, Presiden PKS Dan Rombongan Disambut Hangat AHY
Politik

Tiba Di Kantor Demokrat, Pre..

22 April 2021 16:54
Terbesar Di ASEAN, Industri Kaca Batang Jadi Angin Segar Bagi Tenaga Kerja Indonesia
Politik

Terbesar Di ASEAN, Industri ..

22 April 2021 16:46
Mengaku-ngaku Tokoh NU, Sangat Riskan Kalau Witjaksono Diplot Menteri Investasi
Politik

Mengaku-ngaku Tokoh NU, Sang..

22 April 2021 16:36
Prabowo Subianto: Pemerintah Dilema, Dahulukan Pertahanan Negara Atau Pembangunan Kesejahteraan Rakyat
Politik

Prabowo Subianto: Pemerintah..

22 April 2021 16:36
Ketua DPR: Jika KRI Nanggala-402 Bermasalah Karena Usia, Alutsista TNI Harus Dimodernisasi
Politik

Ketua DPR: Jika KRI Nanggala..

22 April 2021 16:14