Elektabilitas Prabowo Subianto Meroket Jelang Pilpres, Asal…

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto/Net

Pilpres 2024 memang masih jauh. Tapi, survei nama-nama tokoh yang akan dan berpotensi berlaga mulai dirilis.

Teranyar rilis datang dari Indonesia Political Opinion (IPO) yang memprediksi nama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto akan tumbang di Pilpres 2024. Sekalipun dalam survei yang diterbitkan menempatkan Menteri Pertahanan itu di puncak dengan 16,3 persen, disusul Anies Baswedan 12,7 persen, dan Ganjar Pranowo 11,5 persen.

Disebutkan dalam survei ini, sebanyak 26,3 persen responden sangat yakin Prabowo kembali kalah, dan 42,8 persen ragu-ragu.

Bagi Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Poyuono, survei mengenai tingkat keterpilihan calon presiden itu masih terlalu dini dilakukan. Ini lantaran gelaran pilpres yang masih akan digelar 4 tahun lagi.

“Masih terlalu pagi untuk mengukur elektabilitas tokoh-tokoh yang punya pontensi maju sebagai capres,” tegasnya kepada redaksi, Jumat (24/7).

Lebih lanjut, Arief Poyuono merasa yakin elektabilitas Prabowo Subianto akan kembali menguat dan meninggalkan calon lain jelang pilpres berlangsung.

Namun demikian, ada syarat yang harus dipenuhi agar prediksi itu menjadi kenyataan. Salah satunya sangat bergantung pada keberhasilan pemerintah dalam menanggulangi Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia.

“Sebab jika Indonesia terkena resesi ekonomi, maka akan lama recovery-nya terutama untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 5 persen lagi,” terang Arief Poyuono.

Dampak resesi, sambungnya, juga akan mengurangi pertumbuhan pembangunan Indonesia dan meningkatkan pengangguran serta angka kemiskinan di Indonesia.

Untuk itu, nama-nama tokoh yang ada di struktur pemerintah harus benar-benar kerja keras dan serius mendukung Presiden Joko Widodo dalam menanggulangi Covid-19 dan penyelamatan ekonomi nasional sesuai bidangnya masing-masing.

“Kalau nama-nama tokoh yang di luar pemerintahan yang masuk radar survei IPO sih kayaknya kartu mati ya. Sekalipun maju tidak akan menang di Pilpres 2024 karena masyarakat sudah tahu track record mereka semua,” tekannya.

Sementara jika pemerintah gagal menanggulangi Covid-19 dan meyelamatkan perekonomian, maka akan muncul tokoh baru yang akan terpilih sebagai presiden kedelapan RI.

Kolom Komentar


Video

Kok Jadi Kontroversial, Padahal Begini Test Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK

Selasa, 11 Mei 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Pemerintah Harusnya Jaga Perasaan Rakyat

Selasa, 11 Mei 2021

Artikel Lainnya

Ketua MKD: Kami Akan Gelar Pleno 18 Mei Untuk Bahas Azis Syamsuddin
Politik

Ketua MKD: Kami Akan Gelar P..

16 Mei 2021 17:56
Mal Dibuka Tapi Ziarah Dilarang, PKS: Memang Debatable, Tinggal Cara Pandangnya Saja
Politik

Mal Dibuka Tapi Ziarah Dilar..

16 Mei 2021 17:37
Kalangan Milenial Apresiasi Sikap Puan Maharani Yang Minta Kedatangan WNA Ditunda
Politik

Kalangan Milenial Apresiasi ..

16 Mei 2021 17:32
PKS Nyatakan Lima Sikap Perihal Kekerasan Israel Terhadap Rakyat Palestina
Politik

PKS Nyatakan Lima Sikap Peri..

16 Mei 2021 17:19
Eddy Soeparno Minta Pemprov Jabar Bersiap Hadapi Gelombang Covid-19
Politik

Eddy Soeparno Minta Pemprov ..

16 Mei 2021 16:57
Belajar Dari Tragedi Kedung Ombo, Ketua DPD Minta SOP Keselamatan Objek Wisata Ditingkatkan
Politik

Belajar Dari Tragedi Kedung ..

16 Mei 2021 16:11
Ziarah Kubur Dilarang Tapi Ancol Membludak, Ketum PKB: Kebijakan Jangan Mengorbankan Rakyat!
Politik

Ziarah Kubur Dilarang Tapi A..

16 Mei 2021 14:14
Novel Baswedan Dinilai Berlebihan Sebut TWK Upaya Terakhir Matikan KPK
Politik

Novel Baswedan Dinilai Berle..

16 Mei 2021 14:06